Trip to Gunung Tangkuban Perahu 2084 M

Berwisata di kota yang dikenal dengan sebutan Paris van Java ini kami menyempatkan untuk mengunjungi obyek wisata Kawah Gunung Tangkuban Perahu. Obyek wisata kawah Gunung Tangkuban Perahu merupakan salah satu wisata andalan ketika berlibur ke Bandung. Perjalanan dari kota Bandung selama 25 menit ke arah utara sejauh 30 km.

Gunung Tangkuban Perahu (Mount Tangkuban Perahu) terletak di Desa Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat memiliki tinggi 2.084 meter. Bentuk gunung ini adalah Stratovulcano dengan pusat erupsi yang berpindah dari timur ke barat. Gunung Tangkuban Perahu dulunya merupakan Gunung Sunda Purba ini terakhir meletus pada tahun 1910, memiliki 9 kawah yaitu Kawah Ratu, Upas, Domas, Baru, Jurig, Badak, Jurian, Siluman dan Pangguyungan Badak.

Memasuki gerbang masuk, wisatawan masih harus menempuh jalan naik ke atas selama 20 menit. Jalan menanjak yang kami lalui ternyata kurang baik, banyak terdapat lubang disana – sini dan berpasir. Cukup disayangkan salah satu obyek wisata yang cukup terkenal di Indonesia ini kurang terawat dengan baik. Padahal dengan pemasukkan dari tiket masuk dan bantuan APBD, seharusnya sudah menutup biaya operasional dan perbaikan di obyek wisata tersebut.

Namun saat menempuh perjalanan menuju ke puncak kawah Gunung Tangkuban Perahu, kita dapat menikmati segarnya kesejukkan alam pegunungan. Pemandangan alam berupa rerimbunan pohon cukup menenangkan pikiran saat melewati jalanan yang rusak. Di pertengahan perjalanan terdapat salah satu kawah kecil di Gunung Tangkuban Perahu yang dinamakan kawah Domas. Kawah Domas berukuran kecil hanya berdiameter beberapa meter saja. Untuk menuju ke kawah Domas, kita harus memarkir kendaraan dan berjalan menempuh jalan setapak sejauh setengah kilometer melewati rerimbunan pohon.

Asal-usul Gunung Tangkuban Parahu dikaitkan dengan legenda Sangkuriang, yang dikisahkan jatuh cinta kepada ibunya, Dayang Sumbi. Untuk menggagalkan niat anaknya menikahinya, Dayang Sumbi mengajukan syarat supaya Sangkuriang membuat perahu dalam semalam. Ketika usahanya gagal, Sangkuriang marah dan menendang perahu itu, sehingga mendarat dalam keadaan terbalik. Perahu inilah yang kemudian membentuk Gunung Tangkuban Parahu.

Akhirnya kami mencapai puncak Gunung Tangkuban Perahu yang terdapat Kawah Ratu, salah satu kawah yang terdapat di Gunung Tangkuban Perahu. Di dekat Kawah Ratu, banyak terdapat kios cinderamata, pernak-pernik, dan makanan. Disebelah area parkir mobil terdapat bangunan permanen yang terdapat fasilitas berupa gardu pandang, pos pengamatan Gunung Tangkuban Perahu, mushola, dan kamar mandi umum. Area Kawah Ratu ini merupakan pusat dari tujuan wisatawan berkunjung ke Gunung Tangkuban Perahu. Nama Kawah Ratu memang cukup terkenal dan memiliki pesona yang cukup menawan dibandingkan kawah-kawah yang lain.

Kawah Ratu merupakan kawah terbesar di Gunung Tangkuban Perahu. Kawah Ratu masih berstatus aktif dan mengeluarkan asap yang mengandung belerang.

Selain itu, di area Kawah Ratu juga terdapat pos penjaga dan persewaan kuda untuk wisatawan yang ingin berkeliling di obyek wisata ini. Di sebelah kawah Ratu terdapat kawah Upas. Sebelum menuju kawah Upas, kami tertarik dengan Air dan Goa Keramat. Lokasinya sejalan dengan perjalanan menuju kawah Upas namun berbelok ke kanan di pertigaan.

Goa Keramat merupakan tempat untuk bersemedi dan merupakan goa buatan manusia karena mirip seperti lorong. Panjang gua ini hanya 15 meter dan hanya cukup dilewati satu orang.

Ketika memasuki lubang Goa Keramat tidak ada istimewa didalamnya, yang ada hanyalah tempat untuk bersemedi. Di dekat Goa Keramat terdapat tempat penampungan air keramat. Menurut orang-orang sekitar, air tersebut merupakan air suci yang keluar dari puncak Gunung Tangkuban Perahu.

Kawah Upas terletak bersebelahan dengan Kawah Ratu. Kawah Upas memiliki dasar kawah yang dangkal dan datar, dengan pepohonan liar tampak banyak tumbuh di salah satu sisi dasar kawah. Kata Upas berarti Racun. Meskipun tampak seperti kawah mati, konon kawah ini pernah mengeluarkan gas berbahaya yang tidak berbau dan berwarna.

Perjalanan menuju kawah Upas sungguh melelahkan. Jalan yang ditempuh berupa jalan berpasir dan berbatu tanpa petunjuk yang jelas. Hal ini dapat membahayakan wisatawan yang berkunjung. Terlihat jelas sarana pendukung obyek wisata masih kurang. Di sebelah kawah Upas masih ada kawah lagi namun sangat sulit untuk didekati karena harus melewati tebing yang curam dan berbahaya. Beberapa kawah yang terdapat di kawasan Gunung Tangkuban perahu memang dilarang untuk dikunjungi selain medannya cukup sulit untuk ditempuh, kondisi kawahnya masih labil dan berbahaya. Akhirnya perjalanan wisata di tempat ini berakhir.

== Tiket Masuk

Dewasa : Rp15.000,-/orang

-----------
Bookmark and Share

Ada 31 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. Lyla:

    dah lama banget aku gak ke tangkuban perahu terakhir wkt masih SMP…

  2. nirmana:

    sudah pernah juga kesana, kira2 klo sekarang dah berubah belum ya arah kawahnya????

  3. annosmile:

    saya baru pertama kali kesana
    jadi kurang tahu

  4. cumie:

    wuih asiknya.. keren banged. gak pernah jalan di atas kawah :D
    berapa orang ya yang pergi bareng nih?

  5. eko:

    Bro suer aku dah lama ngidam pengen touring…tapi karena sibuk kok ya ga kesampaian sampai sekarang..

  6. Ardy Pratama:

    enakx yg jlan2.. Hhhh… aku gak pnah ada wktu mw jlan2…

  7. Mas Koko:

    Nyesel pas ke bandung ga kesini…..
    eh malah keponakan saya pulang2 bawa foto2 di tangkuban perahu *aarggghhh*

  8. Rifai:

    keren looh bro pemandangannya..
    pasti relax banget nihh otak kalo disuguhin pemandangan dan suasana yang kayak gitu… <— jerit hati seseorang yang pengen bgt liburan :)

  9. annosmile:

    nggak pernah liburan ya bro :D

  10. SampinganGue:

    waduh jadi kangen tangkuban perahu nih ..
    *blognya keren euy ..

  11. JoEy D`JuVe:

    entah kenapa gw selalu suka jalan ke objek wisata ini…

  12. r:

    tahun lalu ke bandung sempat ke tangkuban perahu, tapi sayang kurang beruntung soalnya kabutnya tebel banget
    enak banget touring terus :)

  13. annosmile:

    saya beruntung pas nggak ada kabut

  14. uwiuw:

    wah sayang euy sy belum pernah kesana jadi ngak bisa komentar banyak kecuali pemandangan di foto itu indah juga yah :D

  15. yoyo:

    wah, keren pemandangannya yah bro, jadi pengen juga jalan² ke tangkuban perahu. pengennya juga keliling jawa gitu, tapi klo dananya mencukupi… hehehe :D

  16. debrian:

    aku suka trip ke sana thu…

  17. Pinkparis:

    wah senangnya bisa keliling Tangkuban Perahu sampai puas …. *ngiri abisss*

  18. Rosyid Amin:

    duuh jadi kgn sm tangkuban perahu..

  19. katakataku:

    wah udah jutaan tahun saya baru liat lagi kawah tangkuban perahu :D

  20. jonathan:

    bagaimana status gunung tangkuban perahu saat ini.kami mau tamsya mimggu ini?terima kasih

  21. hida:

    team touring domisili dmna ya? q dijogja jg kadang touring ma anak2 kampung…………. klo bareng2 gabung kyknya asyik tuh……..

  22. Keracunan | TeamTouring:

    […] cukup berwisata di Gunung Tangkuban Perahu, kami turun gunung mencari warung makan. Menyusuri jalan menuju Subang yang di sebelah kiri kanan […]

  23. Panorama Alam Kawah Gunung Bromo | TeamTouring:

    […] diperhatikan luas area kawah Gunung Bromo lebih kecil daripada Kawah Ratu di Gunung Tangkuban Perahu, namun lubang kawah di Gunung Bromo lebih besar dan kepulan asap kawah lebih tebal. Bau belerang […]

  24. PRofijo:

    Rencana ke sana terpaksa dibatalkan karena adanya musibah…:(

  25. bintang:

    *masang muka jeles*

    huhuhuhu kok diriku gak di ajak sih,..,,,
    kan pengen liat gunung tangkuban perahu dari deket

    dalam tubuhku mengalir ras sunda tapi sayang belum pernah nginjek tanah bandung
    *kek apa ya rasanya??/*

  26. munir ardi wp:

    aduh kalau begini pingin punya duit banyak deh dan keliling ketempat-tempat indah seperti Tangkuban perahu

  27. bintang air:

    dateng lagi
    ngeliat gunung tangkuban perahu
    *ngelap iler*
    kapan bisa dateng ke bandung
    dan tereak pada kota bandung

    “hey bandung.. ni aku, anak bandung yang terlahir di medan”
    *lebay* ^^

  28. arafi:

    terakhir ke sana waktu SMP :(

  29. Pendi:

    Besok Gw Mau Kesana ….. Tangkuban Perahu..

  30. aLma yuang imoet:

    uih…………eNak buaNget jaLan” ke situ samBil meLihat peManDangan yAng aSri dan meLihat guNung seRta kaWah” yaNg aDa di siTu………………..jadi pengen kesitu lagi dech……………………..

  31. Retribusi Kamera di Kawasan Wisata dan Ruang Publik, Resmikah??? | TeamTouring:

    […] Gn. Tangkuban Perahu, Bandung/ Subang (Resmi, dicantukan dalam brosur wisata) […]

Kirim pendapat

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan TeamTouring. Redaksi berhak menyunting atau menghapus kata-kata yang berbau narsisme, promosi, spam, pelecehan, intimidasi dan kebencian terhadap suatu golongan.