Tambal Ban Dengan Setrika Listrik

Setelah bermain bola di pantai Teleng Ria, dalam perjalanan menuju homestay tiba-tiba ban motor saya bocor. Terpaksa saya mendorong motor saya untuk mencari tukang tambal ban yang biasanya ada di pinggir jalan. Beberapa puluh meter akhirnya saya menemukan tukang tambal ban.

Jasa Tambal Ban banyak ditemukan di tepi jalan dengan harga yang terjangkau. Salah satu Jasa Tambal Ban di sekitar Pantai Teleng Ria menggunakan teknik tambal ban dengan setrika listrik.

Tukang Tambal Ban Di Sekitar Pantai Teleng Ria

Kami menemukan tukang tambal ban yang lokasinya tidak jauh dari Homestay Dewi Sri tempat kami menginap di sekitar Pantai Teleng Ria Pacitan. Tempat tambal ban yang kami temui ini sekaligus rumah warga yang berada di tepi jalan bukan tenda semi permanen. Awalnya kami menganggap bahwa tempat tambal ban yang saya datangi ini sama seperti tempat tambal ban yang lain.

Pengerjaan tambal ban ini dilakukan oleh seorang kakek dibantu oleh nenek. Sang kakek membongkar ban belakang yang bocor untuk dicek bagian mana yang menjadi lubang kebocoran. Sedangkan sang nenek mengambilkan peralatan untuk menambal ban. Ada yang menarik perhatian saya dimana cara penambalan ban dengan menggunakan setrika listrik bukan menggunakan alat pemanas dari tungku api berbahan minyak tanah.

Setrika listrik yang digunakan untuk menambal ban telah dimodifikasi sedemikian rupa. Alat tersebut dibuat oleh kakek itu sendiri berdasarkan pengalamannya puluhan tahun menyediakan jasa tambal ban di sekitar Pantai Teleng Ria. Keterampilan yang dimiliki sang kakek untuk membuat setrika listrik menjadi tambal ban hanya berdasarkan pada kreativitas saja, bukan didapat dari bersekolah di STM atau kursus. Sedikit informasi sang kakek hanya berpendidikan tamatan Sekolah Dasar (SD) saja.

Menurutnya, tambal ban dengan menggunakan setrika listrik memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan tambal ban dengan pemanas api. Panas yang dikeluarkan oleh setrika listrik dapat diatur sehingga tambalan ban akan menempel secara sempurna. Tekanan dan panas dari setrika listrik dapat meminimalisasi rongga udara pada bekas tambalan yang menyebabkan ban tersebut bocor pada bagian yang sama. Selain itu penggunaan setrika listrik untuk tambal ban cukup praktis dan minim biaya. Namun kekurangannya, alat tambal ban dengan listrik ini hanya dapat digunakan untuk menambal ban kendaraan roda dua saja karena ukurannya cukup kecil. Sebenarnya bisa digunakan untuk ban kendaraan roda empat namun membutuhkan waktu yang lebih lama.

Biaya tambal ban dengan setrika listrik dikenakan lebih murah dibandingkan dengan tambal ban biasa. Apalagi kami dijamu layaknya tamu karena dipersilakan menunggu di ruang tamu sambil disuguhi minuman ala kadarnya. Sebenarnya teknik tambal ban dengan setrika listrik ini merupakan inovasi baru dalam teknologi menambal ban. Entah mengapa hampir seluruh tukang tambal ban yang tersebut di pelosok nusantara bmasih menggunakan cara lama yaitu menggunakan pemanas api. (text/foto: annosmile)

-----------
Bookmark and Share

Ada 59 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. Syahuri:

    Baik banget sih… smoga tukang tambal ban itu mendapatkan balasan yg lbh baik :)

  2. amri:

    wow..

  3. ipied:

    tukang tambal ban yang kreatif… :D apapun bisa jadi alat pak penambal ban hehehehe……

  4. kawanlama95:

    wah kalo ketemu orang baik memang jadi seneng ya. Wah kalo di itung sama makanan dan minumannya dan diajak ngobrol wah .untung banget ya
    Si bapak itu ternyata bukan orang biasa. Terima kasih udah berkunjung

    • annosmile:

      sama-sama :)

  5. *hari:

    sepertinya kakek nenek itu memang tidak berniat mencari keuntungan materi, bisa jadi pekerjaan nambal ban itu mungkin hanya sekadar menolong orang yg membutuhkan saja tp bukan untuk mencari uang.

  6. mashengky:

    mas, sekali2 touring ke negeri belanda.. banyak yg muyuuss2

    • annosmile:

      wew..
      pake uang siapa :P

  7. T. Wahyudi:

    ternyata masih ada ya.. orang baik seperti itu… seorang lulusan SD lebih tahu dan dapat menciptakan alat dari barang bekas?? wow.. luar biasa… mantap deh buat pak tua.. salam kenal mas… numpang mampir…

  8. Rakhmat Ari Wibowo:

    top markotop nih tambal bannya,,, udah baik hati, canggih pula..

  9. itempoeti:

    rupanya dah ada yg bikin…

    dua hari yg lalu ban belakang motor saya juga bocor kena paku. untung tambal ban ada deket rumah.

    prosesnya konvensional dengan spiritus dibakar. waktu dia mengerjakan, saya sempat terpikir kenapa gak pakai konsep setrika yg dimodofikasi.

    tapi saya baru sadar, si tukang tambal ban yang buka pada siang hari seperti halnya pkl yg lain tidak terhubung dengan aliran listrik. Mungkin itu bedanya dengan si bapak yg kerja tambal bannya dilakukan di rumah sehingga bisa terbantu oleh listrik.

    • annosmile:

      Yak..betul :D

  10. sawali tuhusetya:

    wah, semoga amal baik pak tua penambal ban itu membawa berkah utk keluarganya dunia-akhirat, mas anno. memang paling bete kalau pas jalan2 jauh ban menjadi penghambat perjalanan.

  11. Taktiku:

    mantap bro artikelnya, ceritanya ringan namun menggugah.

  12. meylya:

    wah kepacitan ya mas
    baik banget ya tukang tambal bannya jarang lho jaman sekarang orang yang kayak gitu

  13. kodil:

    wah ternyata masih ada ya orang seperti itu di dunia ini…

  14. denologis:

    patang ewu? ning ponorogo wae rata2 limang ewu. (doh)

    btw, montornya shogun 125 R biru. :D

    • annosmile:

      Yup..kan kamu dah pernah liat motorku :P

  15. ciwir:

    ternyata sudah ada modifikasi anyar meneh,
    setelah dibakar dgn spiritus lalu ada modifikasi ala kompor mi-ayam sekarang pake setelika listirk.
    besok apalagi ya?

  16. Billah:

    yg punya motor hrs jauh lebih baik hati dr yang tambal ban loh :D

  17. st_hart:

    yaikk, tambal ban bayar empat rebu dapat bonus makan n minum? wah emang luar biasa baik mereka. semoga selalu mendapat barokah dan lindungan Tuhan.

  18. Yari NK:

    Wah sip…. kreatif benar kakek itu, keterbatasan memang sangat mendorong orang untuk kreatif. Dan bukan hanya itu saja, kakek tersebut telah menerapkan juga prinsip dasar manajemen pemasaran: “Pelanggan adalah raja!”

  19. itmam:

    hmm.. rupanya dibelahan bumi ini masih banyak orang2 yang berhati mulia.. syukur alhamdulillah.. ini yang mencegah murka Allah terhadap orang2 yang sombong kepada-Nya…

  20. Nisa:

    subhanallah… baik sekali ya.. semoga kita bisa mencontoh kebaikan beliau… v(^^)

    saya mau duong.. ikutan touring, wiikikik :mrgreen:

  21. Joko Setiawan:

    Wah baik banget yawh Mas…

    Jadi ingat sama kakek yanga da di desa….

  22. waluyo:

    ass. makasih lho dah mampir ke blog aku yang sgt sederhana.\
    semoga kebaikannya mendapat balasan dari Allah SWT.amin

  23. suwung:

    jenius bener belajar kesana ah

  24. wahyu ¢ wasaka:

    Masya Allah… seorang kakek tua yang baik hati dan mulia… semoga amal ibadah mendapatkan balasan…

  25. oran9ehoLic:

    emang bnyak skali orang mulia di dunia ini,
    da kbanyakan berasal dr org2 yg bisa mnghargai hidup..

  26. Fadlinx!:

    Setiap kebaikan pasti akan membawa berkah “Kelimpahan” mendatang…
    Entah itu dalam waktu cepat maupun lambat, insya allah pasti dapet balasan yg baik pula, AMIN.

    Sebuah wacana yg sangat bagus untuk membangun motivasi kita utk lebih berbuat baik lagi. Thz

    • annosmile:

      sama-sama bro :)

  27. keboaja:

    Kreatif banget ya…

    keboaja´s last blog post..Rani Juliani

  28. waw:

    Bagi mrk membahagiakan org lain adalah kekayaan yg tak ternilai..

  29. fan:

    kakek yg smart ya..

  30. Catur Ariadie:

    Itulah yang dinamakan kekayaan hati yang dimiliki oleh seseorang….
    semoga kakek itu dilimpahkan rahmad dan hidayah NYA…

    aminnn

  31. mawi wijna:

    Coba setiap tukang tambal ban servisnya seperti itu. Maklum kalau perjalanan jauh, ban motor yang saya tumpangi seringnya bocor. Kenapa yah?

  32. Lala:

    Baik banget kakek dan nenek itu…moga Allah SWT membalas kebaikan mereka, amin

  33. baburinix!:

    bagaimana dengan tukang tambal yang ini

  34. Andy MSE:

    wong tuwek yang kreatip…
    *mas anno, jangan touring ke eropa naik motor ya! di sana susah cari tambal ban*

  35. fraders:

    jarang ada orang kayak gitu di zaman sekarang ini..

  36. Acha:

    Kalo di desaku orang2 yg baik seperti itu gak aneh mas, biasa aja.
    Tapi, kalo di kota mah gak tahu. Denger2 sih gara2 kerasnya hidup, hati pun jadi ikut-ikut keras… hehehe… itu juga baru maybe, kabar burung.

  37. joe:

    wis tekan pacitan? mampiro nyang omahku mas…

  38. Xitalho:

    Jian tukang tambal ban sing Njawani tenan……
    Yang bisa memanusiakan orang lain….. bukan hanya sekedar Customer yang kebetulan lewat..

  39. hanif:

    Lagi-lagi ada hikmah tersembunyi di balik peristiwa kecil itu

  40. racheedus:

    Mestinya ditambahi, Mas Anno. Jangan 4 ribu doang. Kebaikan hati si kakek tukang tambal itu terlalu murah jika dihargai segitu.
    Tapi, ngemeng-ngemeng, kakek itu kreatif juga.

  41. Irfan:

    mungkin buat si kakek, yang penting silaturahmi dan…
    “memberi sebanyak-banyaknya adalah lebih baik daripada menerima sebanyak-banyaknya”

  42. mas stein:

    sungguh menyejukkan, mengimbangi berita soal tukang tambal yang sengaja mbolongi ban pengendara dengan nebar paku di jalan. mantab!

  43. phiy:

    waw.. subhanallah… itu di daerah ngga mas? biasanya orang daerah (desa) masih tinggi nilai-nilai yang dijunjungnya, akhlaknya masih bagus, apalagi sama tamu. jempol deh..

    phiy´s last blog post..Knowing (2009)

  44. Ade:

    Duuh.. semoga Tuhan membalas kebaikan sang kakek yaa.. Amiin..

  45. imoe:

    wahhh hebat tuh kakaek, walalu cuman sampai SD, tapi ilmunya tingkat PT, sarjana aja belum tentu begitu

  46. quinie:

    huaaa salut masih ada orang baik seperti beliau :D

  47. Sari:

    Kakeknya kereeeeeennn
    Jadi ngefans :D

  48. unting:

    wah wah broe yg satu ini sukana jalan2 teyus

  49. pakacil:

    saya selalu salut dengan orang² kreatif
    bahkan cenderung ngiri supaya bisa kreatif juga

  50. Monumen Palagan Tumpak Rinjing yang terlupakan | TeamTouring:

    […] selesai menambal ban, kami kembali ke homestay dan membersihkan diri. Kemudian segera check out dan meneruskan […]

  51. bambang:

    Saya asli pacitan bro,…nggak sombong,masih banyak orang kayak kakek yg baik hati ini di pacitan.itu adalah hal biasa terutama daerah pedesaan,bahkan pegunungan.ngajeni (menghargai) orang lain adalah budaya..waktu aku masih kecil dulu,udah biasa orang2 naruh kendi (wadah air minum) di depan rumah untuk siapa saja..

Kirim pendapat