Susur Sungai Bengawan Solo : Fenomena Rusaknya Lingkungan dan Potret Masyarakat Pesisir Sungai

Kesempatan menelusuri Sungai Bengawan Solo yang melewati Kota Surakarta ini benar-benar langka. Akhirnya saya dan beberapa blogger lainnya mendapatkan kesempatan mengikuti acara Susur Sungai Bengawan Solo yang merupakan rangkaian acara Sharing Solo.

Sungai Bengawan Solo merupakan sungai terpanjang di Pulau Jawa berawal dari Hulu terbesar yaitu Waduk Gadjah Mungkur. Sungai ini melewati beberapa kabupaten Wonogiri, Sukoharjo, Solo, Ngawi, Cepu, Bojonegoro, Lamongan, dan Gresik.

Acara Susur Sungai atau Rafting Sungai Bengawan Solo dengan start di Sungai Bengawan Solo yang terletak di dekat Semanggi, kami turun dari kendaraan dan mempersiapkan peralatan yang akan digunakan. Kami berjalan ke arah tepian sungai yang terletak disebelah jembatan. Kami mempompa ban karet dan mengenakan peralatan seperti baju pelampung dan sepatu yang telah disiapkan sebelumnya.

Sebelum menyusuri Sungai Bengawan Solo dengan menggunakan perahu karet, kami mendapat pengarahan oleh beberapa anggota BASARNAS sekaligus sebagai pemandu kami ketika menyusuri Sungai Bengawan Solo. Setelah perahu karet selesai dipompa, kami membawa perahu karet ke tepi sungai dan memulai ekspedisi.

Nama Bengawan Solo pernah dipopulerkan oleh Gesang (alm) dalam lagu keroncong “Bengawan Solo” yang dibuat pada tahun 1940. Namun kondisi Sungai Bengawan Solo sekarang tidak seindah apa yang diceritakan di dalam lagu tersebut.

Kesan pertama ketika melihat kondisi air Sungai Bengawan Solo adalah air sungai yang kotor dan bisa membuat kulit gatal bila menyentuhnya. Lumpur yang berada di tepian sungai bercampur dengan sampah dan menimbulkan bau yang tidak sedap. Kami sempat ragu ketika memasukkan kaki ke dalam air sungai ketika persiapan keberangkatan eksedisi menyusuri Sungai Bengawan Solo.

Seperti halnya nasib sungai-sungai lain yang terdapat di daerah lain di Indonesia, kondisi Sungai Bengawan Solo terlihat kotor akibat sampah. Sampah-sampah yang hanyut di sungai maupun yang mengendap di tepian sungai banyak kita lihat selama perjalanan.

Beberapa kumpulan sampah yang telah membusuk mengendap dan tersangkut di tiang-tiang jembatan yang kami lalui. kami menduga banyaknya sampah di sepanjang Sungai Bengawan Solo akibat ulah manusia yang masih membuang sampah ke sungai dan kurangnya kesadaran akan pentingnya lingkungan yang bersih.

Namun dibalik sebuah kisah yang kurang mengenakkan mengenai Sungai Bengawan Solo, tersimpan beberapa keunikan yang tertangkap didalam sorot mata kami. Di tepian sungai Bengawan Solo masih terdapat percikan kehidupan yang selalu menemani air sungai Bengawan Solo yang mengalir menuju ke laut.

Di beberapa tempat banyak orang melakukan kegiatan memancing di tepian sungai. Dengan kondisi air sungai yang sudah tercemar, masih ada orang-orang yang setia memuaskan hasrat memancingnya di tepian Sungai Bengawan Solo. Hal ini membuktikan bahwa orang masih peduli dengan keberadaan sungai Bengawan Solo.

Masih ada jasa penyeberangan sungai dengan menggunakan rakit atau perahu dimana sekarang sudah dibangun jembatan penghubung yang melintasi sungai. Tali yang membentang dan menghubungkan dua sisi sungai digunakan untuk orang yang menyediakan jasa perahu untuk memindahkan perahu dari satu sisi ke sisi yang lainnya.

Pada zaman dahulu sebelum ada jembatan, orang-orang menyebrangi sungai dengan terjun langsung menyeberangi sungai atau menggunakan jasa rakit atau perahu penyeberangan.

Peran perahu penyeberangan ini cukup besar karena memudahkan lalu lintas dan perdagangan antar sisi sungai Bengawan Solo. kami melihat beberapa orang sedang menggunakan jasa penyeberangan ini. Kemudian melewati sebuah pemukiman, di tepian sungai banyak ternak warga terutama kambing lokal yang sengaja dilepas untuk mencari makan di tepian sungai yang cukup banyak terdapat rumput. Sekumpulan bebek juga dibiarkan berkeliaran di tepi sungai yang banyak terdapat endapan lumpur.

Sektor ekonomi mikro terus tumbuh dan berkembang di pesisir Sungai Bengawan Solo. Ekonomi mikro yang bersumber dari ekonomi kerakyatan yang tidak terpengaruh oleh krisis global yang melanda dunia ini. Dibalik rusaknya Sungai Bengawan Solo, masih banyak orang yang masih menggantungkan hidupnya kepada sungai ini. Bukan tidak mungkin nantinya Sungai Bengawan Solo bisa menjadi tonggak pembangunan ekonomi mikro di Solo dan bisa kembali menjadi ikon pariwisata kota Solo. Mengembalikan jati diri Sungai Bengawan Solo layaknya yang tertulis dalam lagu ciptaan Gesang, entah kapan semoga hal tersebut bisa terwujudkan.

-----------
Bookmark and Share

Ada 44 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. geblek:

    ini sudah menggunakan camera baru ?

  2. marsudiyanto:

    Laporan yg lengkap, serasa ikut menyusuri Bengawan Solo

  3. admin:

    masih yg lama..
    yg baru gak dibawa :)

  4. hamka:

    bengawan solo,, riwayatmu kini….

  5. Jidat:

    Suer aku tau ngguwak idu nek kali bengawan (lmao) (rofl)

  6. mawi wijna:

    Bengawan Solo sekarang cuma jadi selokan besar nan kumuh, hampir mirip dengan Sungai Ciliwung.

    Ada banyak industri yang limbahnya dibuang ke Bengawan Solo. Yah, memang kini Bengawan Solo menghidupi banyak orang…tapi…

  7. Andy MSE:

    rr
    ee
    ss
    pp
    oo
    nn

    riwayatmu kini…

  8. arit:

    Bengawan Solo…Riwayatmu Kini…

  9. pardi:

    yang tertenping, aku juga ikut!!!
    seru tiada tara… Pilihan tepat bisa ikut menelusuri sungai bengawan ini…

  10. Tips trik blogging:

    wahhh wahh..
    pemaparan yang sangat detil dan menarik mas..
    :D

  11. Itik Bali:

    Sayang, sampah selalu mengganggu dimana aja..

  12. nicowijaya:

    apik no!

  13. preman terminal:

    (doh) Riwayatmu kini…
    Kapan bisa lihat sungai dengan air jernih di negeri ini…

  14. ciwir:

    nek wong sak solo nguyuh bareng neng bengawan solo maka sepanjang yg dilalui bengawan solo mesti banjir tur pesing
    (lmao)

  15. nurrahman:

    wah ketoke seru yo gan berkelana bengawan solo :D

  16. Bendungan Gajah Mungkur Kini | TeamTouring:

    […] CommentsAmer: Saya termasuk uwong sing melu bedol deso yang Siti…nurrahman: wah ketoke seru yo gan berkelana bengawan solo :D…ciwir: nek wong sak solo nguyuh bareng neng bengawan solo…bintang air: dateng lagi ngeliat gunung […]

  17. Triunt:

    wah, itu kok pas banget nemu bude2 lagi nyeberang sungai mas.
    bayar berapa itu mas??

  18. bang FIKO:

    Mantap bro…. Semoga menang!

  19. admin:

    kurang tau bro :)

  20. neorenggana:

    iya.. semua sungai di Indonesia sudah tercemar, mari kita rubah kebiasaan membuang sampah sembarangan (worship)

  21. wibisono:

    sudah lama tidak berkunjung ke sini.. hihihi.. wah kemarin gak ikut saya.. jadi gak bisa menikmati naik perahu menyusuri bengawan..

  22. Estiko:

    nyusur kali bengawan solo, lambemu langsung bersih mesti. (rofl)

  23. rusabawean:

    bengawan solo emang panjang banget yaaa
    dari solo sampek depan pondokku di Bungah
    hehe

  24. nuansa pena:

    Jadi ingat mbah Gesang!

  25. aura pelupa:

    Orang luar kalau lihat bengawan solo saat ini pasti kecewa!

  26. nuri abidin:

    wah kawanen jadi ga ikutan susur bengawan. sip mas, salam kenal juga dari #sharingSOLO

  27. rawit:

    btw lagu bengawan solo ada juga versi Mandarin juga. Kayaknya mereka yang njiplak atau memang sudah diterjemahin ke beberapa bahasa ya…
    ohya mas anno, gili trawangan itu salah satu pulau kecil di sebelah utara pulau Lombok. Jadi ada 3 pulau gili, gili air, trawangan dan gili meno. Pemandangannya………..waww..indah bener

  28. dian:

    terima kasih laporan perjalanannya
    jadi membayangkan bahwa bapak Gesang berpuluh tahun lalu sudah melakukan perjalanan di sepanjang sungai ini :)

  29. gadgetboi:

    air mengalir sampai jauh .. akhirnya ke laut … tapi kayaknya sekarang samapai ke kota dech :p

  30. ikhsan:

    wah sayang kemaren mau ikut nyusur bengawan wis gak kebagian tempat
    duh…kemaren aku gak sempet ketemu sampeyan yo mas :)

  31. aming:

    semoga tidak seperti sungan ciliwung yah..

  32. mursid:

    wah aku dewe yang orang Solo gak pernah susur bengawan euy.. kalo kebanjiran bengawan pernah.. xixixi

  33. attayaya:

    moga bengawan solo makin bersih ya bro
    jadi ga gatel2 lagi neh kaki kena airnya
    kameraku kena air dikit
    tapi ga gatel2
    jiahahahahaaaaa

  34. Sriyono:

    Perasaan nmang ndak ada sungai yang bersih dah… dimanamana ancurrrr….

  35. attayaya:

    waaah aku blom mndaftar neh

  36. PRofijo:

    tanda2 kehidupan disemak2 tepian bengawan kok gak dipajang…?

  37. prof. helga:

    masih ada bagian yang belom terawat ya?
    ckck

  38. Laksamana Embun:

    Indahnya..

    Kmren saya blum diberikan kesempatan buat kesana.. Lain kali mudaha2n saya bisa berkunjung ke Solo…

    Salam Kenal..

  39. ardian eko:

    Ternyata bengawan solo itu rusak parah ya.. baru tau malahan.. Ya begitulah kalau ga ada kesadaran dari masyarakat di hulu untuk menjaga sungai. Getahnya tetep kena yang di hilir. Bahkan rumah saya pernah kebanjiran sekali.. :(

  40. addiehf:

    ko aku ga diajak nyusur bengawan solo seeh :((

  41. Anazkia:

    keruh banget sungainya… :( kapan yah bisa ke sana?

    Kepikiran gak yah, para blogger untuk ke Malaysia? melihat lebih dekat, keadaan orang2 Indonesia di sana. kemarin ada acara di KBRI, saya kok mikir, “alangkah indahnya, kalau temen2 blogger mendengar dan melihat semua ini” jiah kumat deh aku :(

  42. andrie callista:

    wah, begini ya gambaran bengawan sungai solo sbenarnya.
    sama keruhnya seperti sungai martapura, namun sungai martapura di padatkan oleh rumah2 penduduk..
    thanks infonya…

  43. mbah sangkil si anak baik:

    andaikan semua kali atau sungai di indonesia dijaga dengan baik, betapa indah indonesia ku ini

  44. Sejenak di Bendungan Colo | TeamTouring:

    […] Bendungan Colo terletak di desa Pengkol, kecamatan Nguter, kabupaten Sukoharjo yang melewati Daerah Aliran Sungai Bengawan Solo. […]

Kirim pendapat

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan TeamTouring. Redaksi berhak menyunting atau menghapus kata-kata yang berbau narsisme, promosi, spam, pelecehan, intimidasi dan kebencian terhadap suatu golongan.