Situs Candi Klero

Di tepi jalan raya yang menghubungkan antara kota Semarang dengan kota Surakarta terdapat sebuah situs candi yang bernama Candi Klero/Tengaran. Nama candi sendiri berasal dari nama desa atau kecamatan yang ada disekitar lokasi candi, entah alasan mengapa diberi nama demikian karena kami belum mengetahui asal-usul candi ini.

Candi Klero atau kadang disebut Candi Tengaran merupakan candi yang terletak di Desa Klero, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang.

Situs Cagar Budaya Candi Klero Tengaran

Suasana terlihat sepi ketika memasuki kawasan Situs Candi Klero ini. Kelihatannya candi ini belum dikembangkan sebagai objek wisata seperti kawasan candi yang banyak di temukan di daerah Yogyakarta dan sekitarnya. Lokasi Candi Klero cukup tersembunyi dari jalan raya sehingga cukup wajar bila banyak orang tidak mengetahui bahwa di desa Klero ini terdapat sebuah candi.

Bangunan Candi Induk Klero Tengaran

Bangunan Candi Induk Klero mirip dengan Candi Sambisari namun tidak ada dinding yang mengelilinginya. Selain itu hanya terdapat satu candi induk tanpa ada candi perwara yang mendampinginya. Keberadaan candi induk tanpa perwara ini sulit mengindikasi bahwa candi tersebut merupakan candi Hindu karena patokan candi Hindu adalah candi induk dengan tiga buah perwara. Namun para berkesimpulan sementara bahwa Candi Klero merupakan Candi Hindu ditinjau dari keberadaan lingga dan yoni yang di temukan di dalam candi induk dan disekitar candi.

Pada dinding candi biasanya banyak terdapat relief dan arca, namun tidak tampak di candi Klero. Dinding Candi Klero hanya terlihat polos sebagai batu berukuran kotak yang disusun secara rapi. Bentuk candi yang sederhana ini dapat menjadi salah satu perkiraan bahwa umur candi cukup tua walaupun tidak ditemukan prasasti pembangunan candi di tempat ini.

Yoni Di Candi Klero Tengaran

Memasuki bagian dalam candi, terdapat lingga dan yoni yang berukuran cukup besar hampir memenuhi ruangan dalam candi. Bentuk dan ukurannya hampir mirip dengan lingga dan yoni yang terdapat di Candi Induk Sambisari. Di bagian sudut ruangan terdapat sesaji dan dibagian pintu masuk ruangan dalam candi diberi tirai dari bambu. Hal ini membuktikan Candi Klero masih digunakan sebagai tempat beribadah. Meninggalkan candi induk dan berjalan menuju pintu keluar, kami mendapati beberapa potongan batu dan sepasang lumpang dan alu.

Mbah Lumpang Kentheng merupakan nama batu yang ditemukan berbentuk lumpang dan alu di samping candi. Lumpang dan alu tersebut terbuat dari batu andesit. (sumber: wijna.web.id)

Lingga Di Candi Klero TengaranPemugaran dan penataan candi ini sudah terbilang cukup baik, pagar pembatas dengan lahan persawahan sudah dibangun dan dibangun taman dibagian tepi candi. Selesai menikmati Candi Klero, kami meninggalkan tempat ini kembali ke kos yang dekat situs candi ini. Penataan situs candi sudah cukup baik, sayang belum dikembangkan sebagai objek wisata.

== Tiket Masuk : Gratis

-----------
Bookmark and Share

Ada 10 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. aRai:

    lho cedek kos to candine … iki candi opo gae awakmu topo seh (hassle)

  2. mawi wijna:

    akhirnya kemari juga :D

  3. geblek:

    ntar mudik keliling ke candi2 ah, pengen motret candi2 :)

  4. AeArc:

    :matabelo:

  5. Andy MSE:

    wahhh…. kudu digoleki ki!
    aku rung ngerti je!

  6. OdyDasa:

    Mbiyen bar bakdo tau mrono karo anak bojo, lha mertuwa uga ning Tengaran, gur beda desa

    Tapi aku luwih cocok dijenengi Candi Tengaran, kuwi nggo thethenger alias batas wilayah, muane panggonane jenenge uga Tengaran.

  7. Ndoro Seten:

    negeri ini memang negeri sejuta candi…….

  8. febriy:

    mantep candinya kalo sepi gitu.. ga kayak borobudur…. panas…. :D

  9. Ragil ngajari:

    mantab mas…
    jadi pingin nih tour hihihihi
    nunggu duit banyak dulu haha

  10. Syilla:

    Mantab ini penuh cerita sejarah ya …

Kirim pendapat