Situs Babon Aniem

This item was filled under [ Sejarah ]

Bangunan kecil yang terletak di sebelah barat utara Pasar Legi Kotagede dulunya digunakan sebagai gardu induk listrik pada zaman penajajahan Belanda. Bangunan yang juga dikenal dengan nama gardu Aniem ini sampai sekarang masih berdiri di kawasan Pasar Legi Kotagede.

Gardu listrik tua Kotagede dikenal dengan sebutan Babon Aniem dibangun pada tahun 1900 an. Menggunakan nama Babon karena gardu listrik ini adalah gardu induk (dalam bahasa jawa=babon). Sedangkan nama Aniem digunakan karena gardu pusat kontrol listrik tersebut merupakan warisan perusahan listrik Pemerintah Belanda, NV ANIEM (Algemeen Nederlands Indische Electriciteit Maatschappij)

Posisi gardu Aniem yang berada di persimpangan jalan membuat banyak orang melihat keberadaan gardu ini. Namun sedikit sekali orang yang memperhatikan dan mengamati keberadaan gardu ini. Kebanyakan orang pergi ke Pasar Legi Kotagede bukan untuk memperhatikan hal-hal yang menarik yang ada disekitarnya, namun hanya melakukan transaksi jual beli di pasar.

Situs Babon Aniem runtuh ketika terjadi gempa di Yogyakarta pada 27 Mei 2006 kemudian dibangun kembali oleh REKOMPAK pada tahun 2009.

Saya mencoba mengamati lebih jelas mengenai gardu Aniem yang kadang juga disebut Babon Aniem. Kondisi bangunannya sudah terlihat baru dengan tembok sudah diganti dengan cor semen dan dicat ulang. Bagian yang ada seperti pintu dan jendela sudah diganti dengan yang baru. Kondisi ini tidak ubahnya seperti bangunan yang baru selesai dibangun.

Kurangnya kesan gardu Aniem sebagai bangunan tua yang bersejarah akibat renovasi dan pembangunan ulang membuat gardu ini kurang mendapat perhatian pengunjung pasar. Meskipun diberi papan informasi sejarah keberadaan gardu Aniem ini. Setidaknya keberadaan gardu ini masih dilestarikan walaupun masih sedikit orang yang memperhatikannya kecuali segelintir orang yang sedang melakukan wisata sejarah di Kawasan Pusaka Kotagede

 

-----------
Bookmark and Share
Popularity: 1,650 views

Artikel yang Berkaitan

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

6 Comments on “Situs Babon Aniem”

  • ngodod
    30 April, 2012, 7:45

    Anno, ra dola wae. ndak dirampungke skripsine…

  • farizalfa
    1 May, 2012, 4:25

    Kita tidak dapat menyalahkan gempa, tapi alhamdulillah Gardu itu masih ada, menunjukkan bahwa Indonesia masih peduli akan riwayatnya. :)

  • mawi wijna
    1 May, 2012, 15:47

    aku malah takut dekat ke situ, takut kesetrum, hahaha :D

  • marsudiyanto
    1 May, 2012, 20:14

    Di Semarang juga ada bangunan seperti ini yang di cat warna-warni dan dialih fungsikan. Letaknya ditanjakan dari arah TuguMuda menuju Semarang Atas…

  • arif
    3 May, 2012, 20:23

    wah mas anno punya banyak wawasan sejarah, bisa jadi tour guide wisata minat khusus :D

Trackbacks

  1. Mengais Sisa-Sisa Sejarah di Kawasan Pasar Kotagede | TeamTouring

Leave a Comment