Sisa – Sisa Istana Air Taman Sari

This item was filled under [ Sejarah ]

Istana Air Taman Sari terletak di belakang Pasar Ngasem, pasar tempat jual beli bermacam-macam jenis hewan peliharaan seperti burung, ayam, dan kelinci. Memasuki kawasan Taman Sari, setiap pengunjung ditarik retribusi masuk sebesar Rp 3.000,- dan kamera Rp 1.000,-.

Pesanggrahan Taman Sari yang kemudian lebih dikenal dengan nama Istana Taman Sari yang terletak di sebelah barat Keraton Yogyakarta dibangun pada masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwana I dan diselesaikan pada masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwana II. Pada masa pemerintahan Panembahan Senopati lokasi Taman Sari yang sekarang ini lebih dikenal dengan nama Umbul (mata air) Pacethokan. Pacethokan ini menjadi salah satu pertimbangan penting bagi penentuan letak Kraton Yogyakarta.

Nama Taman Sari terdiri atas dua kata, yakni taman artinya ‘kebun yang ditanami bunga-bungaan‘ dan sari artinya ‘indah, bunga‘. Dengan demikian, nama Taman Sari dimaksudkan sebagai nama suatu kompleks taman yang benar-benar indah atau asri.

Memasuki gerbang masuk, anda harus berhati-hati. Sebab pemandu ditempat ini berbeda dengan pemandu yang ada didalam Museum Kereta Kraton dan Museum Kraton Yogyakarta. Di kedua Museum tersebut tidak dikenakan biaya Pemandu di tempat ini bukan abdi dalem kraton sehingga mereka mematok bayaran untuk setiap kali memandu wisatawan. Minimal uang yang harus dikeluarkan untuk sang pemandu adalah sebesar Rp 20.000,- yang biasanya ditarik ketika wisatawan telah selesai dipandu mengelilingi Istana Air Taman Sari.

Gedhong Gapura Panggung merupakan pintu masuk situs Taman Sari. Bangunan ini memiliki empat buah jenjang, dua di sisi barat dan dua lagi di sisi timur. Di bangunan ini terdapat empat buah patung ular naga namun yang tersisa tinggal dua buah saja. Gedhong Gapura Panggung ini melambangkan tahun dibangunnya Taman Sari yaitu tahun 1684 Jawa (kira-kira tahun 1758 Masehi).

Setelah melihat Gedhong Gapura Panggung, kami meneruskan perjalanan masuk ke dalam lagi menuju ke Umbul Pasiraman. Terdapat tiga buat kolam yang dihiasi mata air yang berbentuk jamur. Di sekeliling kolam terdapat pot bunga raksasa. Selain kolam juga terdapat bangunan di sisi utara dan di tengah sebelah selatan.

Bangunan di sisi paling utara merupakan tempat istirahat dan berganti pakaian bagi para puteri dan istri (selir). Di sebelah selatannya terdapat sebuah kolam yang disebut dengan nama “Umbul Muncar”. Sebuah jalan mirip dermaga menjadi batas antara kolam ini dengan sebuah kolam di selatannya yang disebut dengan “Blumbang Kuras”. Di selatan Blumbang Kuras terdapat bangunan dengan menara di bagian tengahnya. Bangunan sayap barat merupakan tempat berganti pakaian dan sayap timur untuk istirahat Sultan. Menara di bagian tengah konon digunakan Sultan untuk melihat istri dan puterinya yang sedang mandi. Di selatan bangunan tersebut terdapat sebuah kolam yang disebut dengan “Umbul Binangun”, sebuah kolam pemandian yang dikhususkan untuk Sultan dan Permaisurinya saja. Pada zamannya, selain Sultan, hanyalah para perempuan yang diizinkan untuk masuk ke kompleks ini.

Kemudian kami meninggalkan tempat ini dan menuju ke bagian selanjutnya melihat Gedhong Gapura Hageng. Gerbang ini terdapat di bagian paling barat dari situs istana air yang tersisa. Sisi timur dari pintu utama ini masih dapat disaksikan sementara sisi baratnya tertutup oleh pemukiman padat.

Gedhong Gapura Hageng merupakan pintu gerbang utama taman raja-raja pada zamannya. Kala itu Taman Sari menghadap ke arah barat dan memanjang ke arah timur. Gerbang yang mempunyai beberapa ruang dan dua jenjang ini berhiaskan relief burung dan bunga-bungaan yang menunjukkan tahun selesainya pembangunan Taman Sari pada tahun 1691 Jawa (kira-kira tahun 1765 Masehi).

Selanjutnya dalam perjalanan ada atraksi kecil tentang orang yang membuat batik dan kerajinan wayang kulit. Cukup menarik karena kita bisa mengetahui tata cara orang membatik dan mentatah kulit kerbau untuk dijadikan wayang kulit. Atraksi ini memang bagian dari perjalanan wisata di Taman Sari.

Menuju ke Sumur Gumuling, melewati perkampungan padat penduduk. Karena obyek wisata ini berada di tengah-tengah pemukiman penduduk. Sehingga tidak heran kalau kami berpapasan dengan penduduk sekitar. Memasuki Sumur Gumuling, kami diharuskan melewati terowongan bawah tanah terlebih dahulu. Lorong terowongan bawah tanah cukup gelap, kita harus berhati-hati dalam melangkah karena tangga turun tidak cukup jelas dilihat oleh mata. Bunyi suara langkah kaki di dalam terowongan berulang-ulang membuat kesan seolah-olah kita sedang menyusuri sebuah lorong misteri.

Sumur Gumuling berada di tengah-tengah bangunan berlantai dua ini hanya dapat dimasuki melalui terowongan bawah air saja. Sumur Gumuling secara tradisional konon digunakan sebagai masjid. Di kedua lantainya ditemukan ceruk di dinding yang konon digunakan sebagai mihrab, tempat imam memimpin ibadah. Di bagian tengah bangunan yang terbuka, terdapat empat buah jenjang naik dan bertemu di bagian tengah. Dari pertemuan keempat jenjang tersebut terdapat satu jenjang lagi yang menuju lantai dua. Di bawah pertemuan empat jenjang tersebut terdapat kolam kecil yang konon digunakan untuk berwudu.

Tiba disebuah ruangan yang berbentuk melingkar dan memutar, akhirnya saya mengetahui arsitektur bangunan ini. Sisa-sisa bentuk bangunan Sumur Gumuling yang aslinya lebih indah daripada sekarang walaupun sudah mengalami renovasi. Kawasan Sumur Gumuling ini menjadi salah satu spot favorit para fotografer untuk melakukan pemotretan preewedding ataupun grup dimana mengambil komposisi arsitektur yang melingkar dari bawah.

Keluar dari Sumur Gumuling, saya menuju ke bangunan yang paling besar, namun sudah menjadi puing-puing. Akan tetapi masih meninggalkan kemegahan dan keindahan arsitekturnya. Tempat ini dinamakan Pulau Cemeti atau Pulau Kenanga. Disini merupakan ujung dari perjalanan wisata di Taman Sari ini. Disini kita bisa melihat pemandangan kota Yogyakarta karena bangunan ini cukup tinggi. Selain itu, reruntuhan ini cukup cocok dijadikan buat ajang fotografi.

Pulau Kenanga atau Pulau Cemeti adalah sebuah bangunan tinggi yang berfungsi sebagai tempat beristirahat, sekaligus sebagai tempat pengintaian. Bangunan inilah satu-satunya yang akan kelihatan apabila kanal air terbuka dan air mengenangi kawasan Pulau Kenanga ini. Disebutkan bahwa jika dilihat dari atas, bangunan seolah-olah sebuah bunga teratai di tengah kolam sangat besar. Akhirnya perjalanan wisata di Istana Air Taman Sari berakhir dan kami kembali menuju ke tempat parkir motor kami.

== Harga Tiket

Dewasa : Rp 5.000,-

Kamera : Rp 1.000,-


Incoming search terms for the article:

Bookmark and Share
Popularity: 5,436 views

Artikel yang Berkaitan

  • Tugu Ngejaman Kraton Yogyakarta (4)
    Sering kali ketika melewati Jalan Rotowijayan yang melewati Museum Kareta Kraton Yogyakarta dan kawasan penjual kaos Dagadu 'aspal'  dan batik, saya melihat sebuah tugu d...
  • Situs Ngejaman Malioboro (3)
    Sebuah tugu yang berisi jam tua di tepi Jalan Malioboro ini sering lepas dari perhatian kita. Padahal tugu yang sering disebut Ngejaman Malioboro ini menjadi salah satu s...
  • Papan Nama Jalan Malioboro Memang Istimewa (9)
    Siapa yang tidak kenal dengan Jalan Malioboro yang terletak di pusat kota Yogyakarta? Pasti semua orang sudah mengenalnya. Bahkan keberadaan kawasan ini sudah dikenal hin...
  • Kirab Budaya Ambengan Ageng / Gunungan Kuliner Kotagede (1)
    Kirab Budaya Ambengan Ageng dan Gunungan Kuliner Kotagede merupakan alur prosesi Nawu Sendang Seliran Kotagede. Kirab budaya ini diselenggarakan sebelum dilakukannya pros...
  • Senja di Tugu Jogja (7)
    Tinggal di Yogyakarta membuat saya selalu menikmati keindahan kota Yogyakarta setiap harinya. Walaupun demikian, sepertinya saya sama sekali belum pernah mendokumentasika...
  • Street Photography di Jalan Mangkubumi (3)
    Setiap kali melewati Jalan Mangkubumi, sering saya melihat banyak fotografer baik yang masih amatir atau sudah profesional melakukan street photography di kawasan jalan i...
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

58 Comments on “Sisa – Sisa Istana Air Taman Sari”

  • yudi
    26 May, 2009, 6:58

    nah kalo taman sari pernah kesana beberapa kali :-D

  • Andy MSE
    26 May, 2009, 7:07

    wah… makin lama jadi pengin turing bareng mas anno… infonye selalu komplit

  • suwung
    26 May, 2009, 7:22

    mlakune adoh nda…… ora ono becak kliling ya?

    annosmile Reply:

    ada kang :)

  • mata
    26 May, 2009, 10:00

    saya terakhir kesana kapan yah…? pertengahan 2008 kalau ngga salah…
    yangpaling berkesan itu ada semacam saluran air yang panjangnya sampai laut kidul

  • cebong ipiet
    26 May, 2009, 10:35

    weleh tetep ae nampang menatap awan..durung tau mrono je

  • tuyi
    26 May, 2009, 12:15

    elok nian taman sari tu’…
    pengin ambo kesana…

  • memble
    26 May, 2009, 12:35

    waahhh dah lama ndak jalan-jalan …

  • Anthony Harman
    26 May, 2009, 13:40

    Kalo pas ke Jogja lagi, musti mampir neh

  • thegands
    26 May, 2009, 14:14

    bolehlah di rekomendasikan tempat ini ke saya klo saya dah datang ke jogja. hehehe…

  • mawi wijna
    26 May, 2009, 14:43

    yang saya bingung itu parkir motornya orang-orang yang pada mbojo di pulau Kenanga tu dimana yah? Masak di gerbang utama Tamansari? Apa ndak ada celah di pemukiman warga yang bisa dipakai buat parkir?

    *kayak yg mau mbojo aja

  • ~noe~
    26 May, 2009, 14:59

    betul, om. pemandu di sini bukan bagian dari abdi dalem. dulu aku bayar dia 10rb. kemudian kalo ke sananya naik becak, pasti akan diampirkan (basa indonesianya apa ya?) ke tempat-tempat souvenir, sehingga mau ga mau kita musti liat-liat suvenir dulu.

  • sof
    26 May, 2009, 17:11

    ngelencer terus yo mas…mbok ngajak2

  • waw
    26 May, 2009, 23:59

    kalo lokasi ini spt nya blm pernah aku kunjungi :)
    ok jg buat foto2…

  • Taktiku
    27 May, 2009, 6:24

    nah, tenyata masih banyak tempat-tempat bersejarah lainnya yang harus dikunjungi.hehe

  • Irfan
    27 May, 2009, 6:47

    i love jogja!!
    ke kaliurang kapan mas bro??

    annosmile Reply:

    udah pernah..
    tuh baca posting saya terdahulu

  • Uchan
    27 May, 2009, 7:30

    Yang bagian pertemuan tangga bawah, ga nyangka ada di Indonesia (bener2 deh saya). Sayang juga saya gak mampir ke sini, minggu lalu saya baru saja dari jogja padahal.

    annosmile Reply:

    silakan meluangkan waktu berkunjung :D

  • Dinoe
    27 May, 2009, 7:30

    nice artikel…and salam persahabatan..

  • Joko Setiawan
    27 May, 2009, 8:17

    Hhmm…serasa saya ikut berwisata ke sana Mas…

    Lanjutkan review2nya yawh Mas…

  • zee
    27 May, 2009, 10:31

    Hueheeee..
    waduh mas posenya…….. kayak lagi serius mikirin nasib.

  • emfajar
    27 May, 2009, 10:45

    buat referensi klo mo jalan2 ke jogja nih.. :)

  • antown
    27 May, 2009, 11:48

    taman sari cocok dipakai buat mereka yang hendak melangsungkan foto prewed. bagus viewnya. akan tetapi sudah ratusan atau bahkan mungkin ribuan orang mengambil gambar dengan sudut yang sama

  • ajengkol
    27 May, 2009, 13:13

    Kangen jalan jalan ke Yogya .. terakhir di Yogya nungguin ayah di RS Panti Rapih jadi ndak bisa jalan kemana mana

  • siwi
    27 May, 2009, 13:41

    Wah.. aku pernah kesanaaa..
    :D
    Bagus ya :D

  • Rusa Bawean™
    27 May, 2009, 14:21

    wahhh
    jadi ingat waktu hunting fotografi setahun lalu di Jogja nehhh

    wah aku punya banyak deh
    foto2 narsis di Taman Sari ini
    :)

  • mas stein
    27 May, 2009, 15:27

    wah jadi inget waktu hanimun dulu, saya jalan-jalan di sana sama istri. dapet pemandunya orang tua, lucu, dan lumayan menguasai sejarah tamansari.

    annosmile Reply:

    wew..romantis mas..

  • neyta
    27 May, 2009, 15:47

    aq lom pernah ksana…pingin…
    slalu ja da halangan pas dajak ksana hikz..

  • attayaya
    27 May, 2009, 18:24

    tahun 2003 aku kesono, masih amburadul, jorok, ga terurus

    annosmile Reply:

    sekarang udah direnovasi :)

  • Ardy Pratama
    27 May, 2009, 21:08

    Hohohohohoh… trnyata taman sari water castle.. :D

  • HumorBendol
    27 May, 2009, 22:02

    Eh..ada kolamnya..airnya keliatan sueger neh..
    Infonya lengkap banget

  • mima
    27 May, 2009, 22:02

    blom pernah kesana T_T jadi mupeng d..

    kapan ya bisa kesana :(

  • Wongbagoes
    28 May, 2009, 1:27

    Wah belum pernah kesana…

    kayaknya temptnya menarik…

  • Rantaro
    28 May, 2009, 2:19

    wow tempat nya keren tuh kayak nya
    masuknya juga murah, jadi pengen kesana deh hehe

  • achmad sholeh
    28 May, 2009, 7:14

    wah info yang menarik mas jadi pengin kesana

  • ayay
    28 May, 2009, 13:45

    wah keren2..dari dulu pengen banget nich kesini istana air taman sari jogjakarta ..kapan ya kesampaian …

  • Catur Ariadie
    28 May, 2009, 15:28

    wah kapan yah saya bisa kesana??
    sibuk mulu sih

    hiks..hiks

  • masnoer
    28 May, 2009, 18:46

    hanya bisa melihat gambarnya saja tapi nggak bisa ikut touring yuuu

  • Betania
    28 May, 2009, 20:36

    haluuu…

    salam kenal^^
    wah..jadi teringat waktu liburan ke jogja..mampir ke taman sari..hohoho^^

    annosmile Reply:

    salam kenal juga :)

  • ciwir
    28 May, 2009, 21:52

    wah jas-josss…. tenan.
    tempate nyenengkeh…
    BUDHALLLL

  • gajah_pesing
    28 May, 2009, 22:14

    Kapan-kapan ajak aku bro, uda lama gak sowan ke sana

  • Danta
    28 May, 2009, 23:10

    Oooo dibuat pada saat sultan hamengkubuwono 1 to..

    Eh .. lagi baca artikel tiba2 waktu ngeliyat foto terakhir terhenti sejenak.. waaaaaaaaaaaa narsisss mas.. mantab

  • guskar
    29 May, 2009, 11:13

    apa benar, setelah gempa kemarin ada sebagian wilayah taman sari (seperti terowongan bawah tanah dan puncak bangunan – dr sini kita bisa liat pasar ngasem & gunung merapi) rusak berat, sehingga mas anno nggak ambil gambarnya?

    annosmile Reply:

    memang ada yang rusak kena gempa
    tapi tidak parah
    beberapa sudah diperbaiki

  • Eka Situmorang – Sir
    29 May, 2009, 13:01

    Cantik ya..
    ini setelah rebovasi kan ya?
    tapi teuteep narsis ya
    terakhir pasang foto diri hahhaa

  • Edi Psw
    29 May, 2009, 15:38

    Asyik nih perjalanan wisatanya

  • galuharya
    29 May, 2009, 17:00

    jogya memang kota sejuta pesona

    malih dadi pengen mrunuh kang aku

  • endar
    29 May, 2009, 20:01

    plesir terus ra pernah leren.. dadi pengen melu lho mas

  • IjoPunkJUtee
    29 May, 2009, 23:33

    wong yojo tapi aku gak ngerti opo2……maklum bro, aku yojo ndeso….

  • suryaden
    30 May, 2009, 3:25

    bwahaha… mosok tim turing cuman ke tamansari, wakakaka…

  • wi3nd
    4 June, 2009, 8:15

    terlewaTkan pas berkunjun9 ke yo9ya maren :(

    buT next time aku pasti nyampe ke taman sari :)

  • jejak annas
    9 January, 2010, 9:29

    saya belum pernah ke sana. tapi saya selalu ironis, di sekitar bangunan sejarah lebih banyak jadi pusat pedagang kaki lima dan cenderung dikomersilkan melalui retribusi parkir. sementara penataan dan pemeliharaannya kerap diabaikan. ini yang kemudian gedung sejarah itu menjadi rongsokan, setelah itu lenyap… kasihan

  • budies
    12 January, 2010, 22:54

    belum direnovasi mas, katanya mengalami rusak karena gempa

Trackbacks

  1. Tarif Foto Pre Wedding di Taman Sari | Info

Leave a Comment