Sebuah Kisah Tukang Tambal Ban yang Baik Hati
Setelah bermain bola di pantai Teleng Ria, dalam perjalanan menuju homestay tiba-tiba ban motor saya bocor. Terpaksa saya mendorong motor saya untuk mencari tukang tambal ban yang biasanya ada di pinggir jalan. Beberapa puluh meter akhirnya saya menemukan tukang tambal ban.
Ban belakang motor saya bocor ketika meninggalkan Pantai Teleng Ria dalam perjalanan menuju ke homestay tempat kami menginap.
Sedikit heran, tempat tambal ban ini adalah sebuah rumah tua permanen yang berbahan dasar kayu tidak seperti tukang tambal ban umumnya yang biasanya berada di pinggir jalan beratapkan terpal yang setiap saat bisa digulung. Tukang tambal ban yang dilihat dari wajahnya sudah menjadi kakek mempersilakan kami duduk menunggu ban motor kami ditambal.
Sang nenek yang ada di tempat itu mempersiapkan alat-alat untuk menambal dan kemudian mengajak kami berbicara. Sambil ngobrol mengenal pantai Teleng Ria, kami disuguhi makanan dan minuman. Kami sedikit kaget karena diperlakukan seperti seorang tamu.
Mengamati cara menambal ban kakek tersebut ada sesuatu yang lain. Setelah saya perhatikan, ternyata alat pemanasnya tidak menggunakan tungku api yang diberi minyak tanah akan tetapi menggunakan setrika listrik yang telah sedikit dimodifikasi. Menurutnya menggunakan setrika listrik, bagian yang ditambal akan awet dan tidak mudah mengelupas seperti cara menambal dengan cara dibakar.
Saya bertanya kepada sang kakek, siapa yang membuat alat tambal ban itu. Jawabannya sungguh membuat saya kaget karena dia sendiri yang membuatnya. Padahal kakek tersebut mengaku itu hanya sekedar iseng dan pendidikan sang kakek hanyanya lulusan sekolah setingkat SD.
Akhirnya ban motor kami selesai ditambal, kami hanya disuruh membayar biaya menambal ban sebesar Rp 4.000,- dan makanan beserta minumannya tidak dihitung. Kami mengucapkan terima kasih sambil berpamitan.
Incoming search terms for the article:
- cerita touring motor setrika listrik cara kerja tambal ban tambal ban setrika biaya tambal ban kesaksian orang yg murah hati modifikasi alat cerita baik hati cara touring yang baik cerita turing motor tambal ban listrik kata-kata pria baik hati Kisah orang yg baik hati kisah orang yang murah hati kisah orang miskin yang baik hati kisah tentang orang yang tenang hatinya konsep tambal ban listrik lokasi tambal ban yang bagus com tambal ban lemahabang setelika -toko bagus sejarah tambal ban prinsip kerja tambal ban listrik prinsip kerja tambal ban perjalanan orang yang baik hati orang yang baik hati (cerita) mengapa ban belakang motor cenderung kena paku membuat alat tambal ban dengan setrika listrik dongeng joko suwung cerita yang berkaitan dengan sikap yang aik hati cara kerja tambal ban setrika cara kerja tambal ban listrik cara kerja tambal ban electric cara kerja kelistrikan shogun 2007 cara buat tambal ban elektrik cara bersihkan setelika ban apa yang bagus alat press ban dalam motor alat modifikasi touring cara membuat alat tambal ban elektrik cara membuat tambal ban elektrik youtube cerita anak baik hati cerita tentang orang yang baik hati cerita tentang orang yang baik cerita penjual baik hati cerita orang yang baik hati cara tempel ban dalm yg baik cara tambal ban yang baik dan awet cara menambal ban dengan api cara memodifikasi setrika jadi alat tambal ban alat dan cara kerja tambal ban


59 Comments on “Sebuah Kisah Tukang Tambal Ban yang Baik Hati”
Baik banget sih… smoga tukang tambal ban itu mendapatkan balasan yg lbh baik :)
annosmile Reply:
May 19th, 2009 at 4:40 pm
amin..:D
wow..
tukang tambal ban yang kreatif… :D apapun bisa jadi alat pak penambal ban hehehehe……
wah kalo ketemu orang baik memang jadi seneng ya. Wah kalo di itung sama makanan dan minumannya dan diajak ngobrol wah .untung banget ya
Si bapak itu ternyata bukan orang biasa. Terima kasih udah berkunjung
annosmile Reply:
May 19th, 2009 at 4:43 pm
sama-sama :)
sepertinya kakek nenek itu memang tidak berniat mencari keuntungan materi, bisa jadi pekerjaan nambal ban itu mungkin hanya sekadar menolong orang yg membutuhkan saja tp bukan untuk mencari uang.
mas, sekali2 touring ke negeri belanda.. banyak yg muyuuss2
annosmile Reply:
May 19th, 2009 at 4:54 pm
wew..
pake uang siapa :P
ternyata masih ada ya.. orang baik seperti itu… seorang lulusan SD lebih tahu dan dapat menciptakan alat dari barang bekas?? wow.. luar biasa… mantap deh buat pak tua.. salam kenal mas… numpang mampir…
top markotop nih tambal bannya,,, udah baik hati, canggih pula..
annosmile Reply:
May 19th, 2009 at 4:57 pm
yup :)
rupanya dah ada yg bikin…
dua hari yg lalu ban belakang motor saya juga bocor kena paku. untung tambal ban ada deket rumah.
prosesnya konvensional dengan spiritus dibakar. waktu dia mengerjakan, saya sempat terpikir kenapa gak pakai konsep setrika yg dimodofikasi.
tapi saya baru sadar, si tukang tambal ban yang buka pada siang hari seperti halnya pkl yg lain tidak terhubung dengan aliran listrik. Mungkin itu bedanya dengan si bapak yg kerja tambal bannya dilakukan di rumah sehingga bisa terbantu oleh listrik.
annosmile Reply:
May 19th, 2009 at 6:32 pm
Yak..betul :D
wah, semoga amal baik pak tua penambal ban itu membawa berkah utk keluarganya dunia-akhirat, mas anno. memang paling bete kalau pas jalan2 jauh ban menjadi penghambat perjalanan.
mantap bro artikelnya, ceritanya ringan namun menggugah.
wah kepacitan ya mas
baik banget ya tukang tambal bannya jarang lho jaman sekarang orang yang kayak gitu
wah ternyata masih ada ya orang seperti itu di dunia ini…
patang ewu? ning ponorogo wae rata2 limang ewu. (doh)
btw, montornya shogun 125 R biru. :D
annosmile Reply:
May 19th, 2009 at 6:38 pm
Yup..kan kamu dah pernah liat motorku :P
ternyata sudah ada modifikasi anyar meneh,
setelah dibakar dgn spiritus lalu ada modifikasi ala kompor mi-ayam sekarang pake setelika listirk.
besok apalagi ya?
yg punya motor hrs jauh lebih baik hati dr yang tambal ban loh :D
yaikk, tambal ban bayar empat rebu dapat bonus makan n minum? wah emang luar biasa baik mereka. semoga selalu mendapat barokah dan lindungan Tuhan.
annosmile Reply:
May 19th, 2009 at 6:45 pm
Aminn..
Wah sip…. kreatif benar kakek itu, keterbatasan memang sangat mendorong orang untuk kreatif. Dan bukan hanya itu saja, kakek tersebut telah menerapkan juga prinsip dasar manajemen pemasaran: “Pelanggan adalah raja!”
hmm.. rupanya dibelahan bumi ini masih banyak orang2 yang berhati mulia.. syukur alhamdulillah.. ini yang mencegah murka Allah terhadap orang2 yang sombong kepada-Nya…
subhanallah… baik sekali ya.. semoga kita bisa mencontoh kebaikan beliau… v(^^)
saya mau duong.. ikutan touring, wiikikik :mrgreen:
Wah baik banget yawh Mas…
Jadi ingat sama kakek yanga da di desa….
ass. makasih lho dah mampir ke blog aku yang sgt sederhana.\
semoga kebaikannya mendapat balasan dari Allah SWT.amin
jenius bener belajar kesana ah
Masya Allah… seorang kakek tua yang baik hati dan mulia… semoga amal ibadah mendapatkan balasan…
emang bnyak skali orang mulia di dunia ini,
da kbanyakan berasal dr org2 yg bisa mnghargai hidup..
Setiap kebaikan pasti akan membawa berkah “Kelimpahan” mendatang…
Entah itu dalam waktu cepat maupun lambat, insya allah pasti dapet balasan yg baik pula, AMIN.
Sebuah wacana yg sangat bagus untuk membangun motivasi kita utk lebih berbuat baik lagi. Thz
annosmile Reply:
May 19th, 2009 at 10:16 pm
sama-sama bro :)
Kreatif banget ya…
keboaja´s last blog post..Rani Juliani
Bagi mrk membahagiakan org lain adalah kekayaan yg tak ternilai..
kakek yg smart ya..
Itulah yang dinamakan kekayaan hati yang dimiliki oleh seseorang….
semoga kakek itu dilimpahkan rahmad dan hidayah NYA…
aminnn
Coba setiap tukang tambal ban servisnya seperti itu. Maklum kalau perjalanan jauh, ban motor yang saya tumpangi seringnya bocor. Kenapa yah?
Baik banget kakek dan nenek itu…moga Allah SWT membalas kebaikan mereka, amin
bagaimana dengan tukang tambal yang ini
wong tuwek yang kreatip…
*mas anno, jangan touring ke eropa naik motor ya! di sana susah cari tambal ban*
jarang ada orang kayak gitu di zaman sekarang ini..
Kalo di desaku orang2 yg baik seperti itu gak aneh mas, biasa aja.
Tapi, kalo di kota mah gak tahu. Denger2 sih gara2 kerasnya hidup, hati pun jadi ikut-ikut keras… hehehe… itu juga baru maybe, kabar burung.
wis tekan pacitan? mampiro nyang omahku mas…
Jian tukang tambal ban sing Njawani tenan……
Yang bisa memanusiakan orang lain….. bukan hanya sekedar Customer yang kebetulan lewat..
Lagi-lagi ada hikmah tersembunyi di balik peristiwa kecil itu
Mestinya ditambahi, Mas Anno. Jangan 4 ribu doang. Kebaikan hati si kakek tukang tambal itu terlalu murah jika dihargai segitu.
Tapi, ngemeng-ngemeng, kakek itu kreatif juga.
mungkin buat si kakek, yang penting silaturahmi dan…
“memberi sebanyak-banyaknya adalah lebih baik daripada menerima sebanyak-banyaknya”
sungguh menyejukkan, mengimbangi berita soal tukang tambal yang sengaja mbolongi ban pengendara dengan nebar paku di jalan. mantab!
waw.. subhanallah… itu di daerah ngga mas? biasanya orang daerah (desa) masih tinggi nilai-nilai yang dijunjungnya, akhlaknya masih bagus, apalagi sama tamu. jempol deh..
phiy´s last blog post..Knowing (2009)
Duuh.. semoga Tuhan membalas kebaikan sang kakek yaa.. Amiin..
wahhh hebat tuh kakaek, walalu cuman sampai SD, tapi ilmunya tingkat PT, sarjana aja belum tentu begitu
huaaa salut masih ada orang baik seperti beliau :D
Kakeknya kereeeeeennn
Jadi ngefans :D
wah wah broe yg satu ini sukana jalan2 teyus
saya selalu salut dengan orang² kreatif
bahkan cenderung ngiri supaya bisa kreatif juga
Saya asli pacitan bro,…nggak sombong,masih banyak orang kayak kakek yg baik hati ini di pacitan.itu adalah hal biasa terutama daerah pedesaan,bahkan pegunungan.ngajeni (menghargai) orang lain adalah budaya..waktu aku masih kecil dulu,udah biasa orang2 naruh kendi (wadah air minum) di depan rumah untuk siapa saja..