Sapi Bali, Kekayaan Indonesia yang Terabaikan
Pulau Bali menyimpan kekayaan budaya dan alam yang luar biasa menarik. Beragam tempat wisata yang sudah menjadi daerah tujuan wisatawan yang berasal dari lokal maupun mancanegara. Namun, kali ini saya mengunjungi kesebuah tempat yang jarang atau tidak pernah dikunjungi oleh para wisatawan. Sebuah tempat untuk pembibitan Sapi Bali yang merupakan hewan khas Bali. Sebelumnya hewan khas Bali yang sudah kita kenal ialah burung Jalak Bali
Sapi Bali merupakan sapi keturunan Bos sondaicus (Bos Banteng) yang berhasil dijinakkan dan mengalami perkembangan pesat di Pulau Bali. Sapi Bali asli mempunyai bentuk dan karakteristik sama dengan banteng. Sapi Bali termasuk sapi dwiguna (kerja dan potong).
Dari berbagai kelebihan tersebut, Sapi Bali hanya memiliki sedikit kelemahan diantaranya dapat terserang virus Jembrana. Lalat merupakan media penyebaran virus Jembrana. Selain itu Sapi Bali juga rentan pada Malignant Catarrhal Fever ,jika berdekatan dengan domba sebagai vektor. Sehingga Sapi Bali murni tidak dikembangbiakkan di luar Pulau Bali.
Untuk menuju ke kantor Proyek Pengembangan dan Pembibitan Sapi Bali, kami harus berjalan kaki sejauh satu setengah kilo melewati sebuah padang rumput tempat sapi Bali dilepaskan secara bebas. Jalan setapak tersebut masih berupa batu-batuan yang tidak rata sehingga tidak memungkinkan kendaraan biasa dapat melewati jalan seperti itu kecuali kendaraan off road. Namun perjalanan ini merupakan suatu keunikannya, kita dapat memandang hamparan tanah yang luas yang berisikan plasma nutfah Sapi Bali.
Sapi Bali mempunyai sapi yang memiliki banyak sifat unggul diantaranya reproduksi sangat baik, cepat beranak, mudah beradaptasi dengan lingkungannya, tahan terhadap penyakit, dapat hidup di lahan kritis, memiliki daya cerna yang baik terhadap pakan dan persentase karkas yang tinggi. Tidak heran bila Sapi Bali merupakan jenis sapi terbaik diantara sapi-sapi yang ada di dunia.
Memasuki sebuah kompleks perkantoran sederhana, saya mendapati nama lengkap instansi yang mengelola tempat ini. Ternyata instansi yang mengelola tempat ini merupakan milik Dinas Peternakan dibawah naungan Pemerintah Propinsi Bali dan lokasi lengkapnya di Desa Pangyangan, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana.
Antara sapi jantan dengan sapi betina terdapat perbedaan yang cukup mencolok, salah satunya adalah warna kulit. Inilah salah satu keunikan yang dimiliki Sapi Bali daripada sapi komersial yang dijual di pasar hewan.
Karakteristik Sapi Bali antara lain : warna bulu pada waktu pedet berwarna sawo matang dan kemerahan, sedang pada sapi betina tidak berubah warnanya dan jantan dewasa menjadi berwarna hitam; berat badan untuk jantan 450 kg, sedang pada sapi betina 350 kg; bertanduk ;mempunyai bercak putih pada pantat (bentuk setengah lingkaran); bibir bawah tepi dan bagian dalam telinga serta keempat kakinya mulai dari tarsus dan carpus ke bawah sampai kuku berwarna putih dan pada pinggiran punggung terdapat garis hitam (Murtidjo, 1992)
Saat ini Sapi Bali mulai dikembangkan diluar pulau Bali antara lain di Nusa Tenggara dan Sumatera. Padahal, menurut pengelola instansi ini sudah ada peraturan yang melarang sapi Bali dikembangkan/diternakkan di luar Bali dan begitupun sebaliknya ada peraturan yang melarang memasukan sapi lain ke Bali untuk menjaga kemurnian genetik sapi Bali.
Beberapa saat lalu terdengar kabar di Malaysia sudah ada peternakan komersil sapi Bali, dengan manajemen peternakan yang lebih baik daripada di Bali sendiri. Â Dikhawatirkan Malaysia akan mengklaim Sapi Bali menjadi plasma nutfah milik mereka. Sungguh mengejutkan bagi kami karena beberapa saat lalu, Malaysia telah mengklaim beberapa kesenian yang terdapat di Indonesia.
Malaysia telah coba mengklaim kesenian wayang kulit, Reog Ponorogo dan mengubah namanya menjadi Tarian Barongan, Lagu Rasa Sayange, Batik, dan kesenian lainnya yang merupakan kebudayaan Indonesia. Namun segera Indonesia memprotes dan akhirnya Malaysia mengakui kebudayaan tersebut berasal dari Indonesia.
Tapi cukup disayangkan, kenapa bangsa Indonesia saat ini kurang memperhatikan keanekaragaman budaya dan hayati yang ada di negerinya sendiri sehingga dengan mudah dapat diklaim oleh negara lain. Hanya berharap semoga kekayaan alam dan budaya di Indonesia segera dipatenkan sebelum dipatenkan oleh negara lain.
===
Lokasi : Pusat Pembibitan Sapi Bali
Desa Pangyangan, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana
Incoming search terms for the article:
- sapi bali (119) karakteristik sapi (7) kliping tentang kekayaan kebudayaan indonesia (4) sapibala (3) ciri sapi bali (3) plasma nutfah sapi bali (2) karakteristik daging sapi bali (2) peternakan sapi bali (2) kekayaan indonesia (2) karakteristik sapi bali (2) kekayaan alam bali (2) kekayaan yg di miliki oleh jogya (2) kekayaan bangsa indonesia (2) macam-macam sapi di balai besar inseminasi buatan singosari (1) manajemen pembibitan sapi pesisir (1) Manajemen pembibitan sapi betina (1) kekayaan indonesia di bali (1) Makalah sapi bali (1) makalah inseminasi buatan sapi bali (1) kekayan alam indonesia (1)





78 Comments on “Sapi Bali, Kekayaan Indonesia yang Terabaikan”
indonesia memang sepertinya kurang peka dengan kesempatan yang ada!
lagi jalan-jalan ke Bali mas? wah. Tentu Sapi Bali itu bukan sapi potong, karena orang Bali sendiri ndak boleh nyembelih sapi toh? Bingung saya…
annosmile Reply:
June 15th, 2009 at 5:37 pm
Kata siapa?
Buktinya daging sapi Bali banyak diperjualbelikan khususnya sebagai komoditas ekspor
walah, nganti sapi barang arep diaku-aku juga?
btw, touringe soyo mantep bro…
orang indonesia memang tak bisa menghargai diri sendiri.
iya maz, sudah sepantasnya pemerintah memerhatikan hewan-hewan yang perlu dilestarikan
Sapinya Mantaaaaabs Surantaaaaabs yaaaaa.. gemuk gemuk dan segar segaaaar
Salam Sayang
jadi ingin memakannya
btw, plasma nutfah itu apa ya? O_o
annosmile Reply:
June 15th, 2009 at 5:35 pm
artinya kekayaan hayati
Pantes terlihat lebih kekar ya
Masih ada keturunan Bantengnya
.-= achoey´s last blog ..Tembang Kenangan, Tembang dan Kenangan =-.
annosmile Reply:
June 15th, 2009 at 5:35 pm
itu memang banteng
disebutkan bahwa sapi bali adalah sapi dwiguna (kerja dan potong),
maksud potong adalah untuk dimakan ??
bukannya tidak boleh makan sapi di Bali ??
annosmile Reply:
June 15th, 2009 at 5:34 pm
Iya buat konsumsi
Cenderung untuk dijual sebagai komoditas daging ke luar pulau Bali
Apakah sapi bali hanya ada di bali ?
annosmile Reply:
June 15th, 2009 at 6:53 pm
tuh udah ditulis diatas
malaysia maning… malaysia maning…
dugang cocote…
ini tour ke bali ya mantap mas..
malah kayak banteng ya?
annosmile Reply:
September 2nd, 2009 at 4:01 pm
memang banteng kang
wedew, nyampe jembrana jln2nya
setuju, harus segera dipatenkan biar ga ada lg yang mengklaim
wuah … aku baru tau ada sapi yang genetiknya mang bali asli … xixix
orang seperti saia jangn ditiru ya … hikz hikz hikz ……
tapi kata embah saya sapi yang bertanduk biasanya suka berani ama majikanya,
apa sapi bali juga begitu ,,?
annosmile Reply:
September 2nd, 2009 at 4:12 pm
belum nyoba
sayang banget ya klo keanekaragaman hayati yang kita miliki diklaim negara lain..
wah sapinya mirip kek sapi di Jambi….
Wooo…. apa sapi yang di Jambi itu juga sapi keturunan sapi Bali ya…? Warnanya sama…
ku baru tau kalo yang coklat cerah itu disebut sapi bali
Di Semarang ada restoran namanya Restoran Sapi Bali terkenal dng menu ayam betutunya
kesadaran indonesia memang selalu telat. spt kasus hilangnya naskah2 melayu. kita berkoar-koar mulu menjadikan indonesia pusat melayu tapi naskah2 tak pernah dirawat. malah sekarang gelagapan karena sudah dibeli malaysia
sapi yang di foto terakhir ganteng banget. bisa sedakep!
annosmile Reply:
June 18th, 2009 at 8:09 am
asem
HHmmm…patut menjadi rujukan nich ulasan dari Mas Annosmile..
Salam hangat Bocahbancar……
kabupaten jembrana tu bali?
walah, malaysia ki…niat banget nyonto endonesa
annosmile Reply:
June 18th, 2009 at 8:08 am
Iya di pulau Bali
sapi Bali ngga’ kalah dengan sapi Holland ya..?
melestarikan kekayaan hayati nusantara dengan mengkonsumsinya secara bijaksana
hari ini ngomongin sapi ya mas
kalo sapi yang bertanduk itu bukannya namanya kerbau?
Bener mas, indonesia itu terlalu sibuk memikirkan urusan2 di atas saja, kalo ada gembar -gembor aja, baru merasa bertanggung jawab
request besok posting cebong bojonegoro ya
eh, kiranin sapi yang gagah itu cuma dari maduran saja. ternyata di bali juga keren, bahkan tanduknya cukup panjang. informasi baru yg menarik, om.
@cebong ipiet : emang bisa request?
@zam
setujuuu!!! hahahaha…
*piss
sapi ne gede2 yah
mirip ama sapi brahman
indonesia emang makin maju, saking majunya, dah lupa ma yg lalu2
Kita ini sering menelantarkan kekayaan alam dan budaya sendiri. Giliran orang lain pake..kita baru ribut ngurusin… Sayang banget..padahal semua kekayaan tersebut harusnya bisa jadi kebanggaan dan kemakmuran utk bangsa ini… Salam hangat selalu..
Kalau bukan kita siapa yang melestarikan.
saya agak gak nyambung sama pernyataan ini mas, kalo misalnya daerah di luar bali itu ndak ada domba gimana?
annosmile Reply:
September 2nd, 2009 at 3:37 pm
sekarang memang banyak sapi bali di kembangkan di luar Bali
Namun kebanyakan dari mereka sudah keturunan dari Sapi Bali
sehingga lebih tahan dengan penyakit itu
sejauh yang saya tau, Sapi Bali murni memang dilindungi supaya tidak keluar dari Pulau Bali
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang teruntuk saudaraku yang baik
Ada flu sapi juga ga ya?
wah keren tuh, asik jg jadi pengusaha sapi
mata sapinya cantik yah.. bulet bulet gitu..
.-= Shanty´s last blog ....143.. =-.
jadi terbayang wajah sapinya ayahku .
ahaha ..
hhi.. orang-orang kan mikirnya ..
hayahhh.. sapi doang, ntar juga jadi delman, ato bajak sawah,
ujung-ujungnya dipotong juga, hehe
jadi inget waktu stm sekali kalinya ke bali ya stm tuh heh kacian ya
Yaaa….masak urusan sapi aja akan rame lagi dengan Malaysia…..payah
Indonesia begitu kaya,… sayang jika tidka melestarikan dan menjaga kekayaan itu..
pulang tour oleh2 bawa daging sapi bali dong mas, lumayan tuh buat menu kalo ada kopdar (mmm)
sapinya subur-subur banget yak…
Berarti harganya termasuk mahal dibanding sapi biasa ya.
kl diklaim malaysia…bisa dibilang : maling sapi, gak?
wah biar nggak dicolong harus diikat ini sapinya…
hidup sapi bali!!!
wah wah terabaikan yahhh
gw bulan lalu habis dari tabanan , bali, Bali tuh emang keren banget…


gw rasanya kok pingin kesana lagi ya…
*ngarep-2*
btw, sapi bali…kyknya dagingnya enak juga kok…
Sapi Bali …. memang sudah terkenal dari dulu … semoga pemerintah segera memperhatikan Sapi Bali … biar tidak di akui bangsa lain …
Hidup Sapi bali
Dagingnya sendiri rasanya gimana? Situ udah nyoba?
harga per ekor siap panen berapa ya…
Wow…lha bukannya kalau bisa dikembangkan di daerah lain malah semakin mempopulerkan sapi balinya ya mas…..atau kalau dipaksakan untuk diternakkan ditempat lain kurang bisa bertahan karena rentan terhadap virus Jembrana itu tadi yah?
orang Indonesia sudah kadung mabuk dg hal2 yg impor, sampe2 kekayaan bangsa di negeri sendiri, asli dari negeri sendiri, kurang dikembangkan
kenapa sapi bali nggak boleh diternakan diluar bali?
gemana kalo saya ingin memgembang biakan mereka di jawa…
dimana saya dapat memndapatkan indukan asli sapi bali?
kekayaan Indonesia ??
berarti bisa diekspor donk…hehehe
annosmile Reply:
June 29th, 2009 at 4:16 pm
memang bisa
Well, aku baru tahu ttg sapi bali ini. Soalnya bukannya sapi di bali ini haram untuk orang bali kebanyakan,,? (yg mayoritas orang hindu). Sayang ya kalo gak bisa diternakkan di luar Bali.. padahal nice ya untuk diekspor..
kl mau beli induk betina sapi bali bisa ga? hrg berapa?
Sapi memang binatang yang diciptakan oleh Allah dengan sekian banyak kegunaan bagi manusia, dan Allah memang Maha Adil, setiap daerah diberikan kelebihan untuk dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh manusia di daerah tersebut. Salah satu contohnya adalah sapi bali ini.
Selamatkan dan kembangkan trus plasma nutfah Indonesia…Sapi Bali adalah harta kekayaan negeri ini….jangan sampe kita nyesel kalo udah dikembangkan bangsa laen….karena salah kita sendiri yg tak pernah peduli……..
Waa….disate enak nih…hehe
Besar….