Prosesi Upacara Tawur Agung di Candi Prambanan

This item was filled under [ Religi ]

Prosesi Upacara Tawur Agung dalam rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi umat Hindu dimulai dari pelataran parkir Kraton Ratu Boko dengan membawa air suci yang diambil dari sumber air yang terdapat di Kawasan Kraton Ratu Boko. Prosesi arak-arakan membawa air suci (tirta suci) disebut prosesi Mendak Tirta yang dipimpin oleh pedande.

Upacara Tawur Agung (Tawur Agung Kesanga) merupakan rangkaian upacara yang digelar menjelang Hari Raya Nyepi. Sebelumnya Umat Hindu melakukan Upacara Melasti. Hari Raya Nyepi sendiri didasarkan pada kalender Tahun Saka yaitu sistem penanggalan yang berasal dari India. Hitungan penanggalan Tahun Saka dimulai pada tahun 78 Masehi. Sistem penanggalan ini kemudian berkembang dan digunakan di Indonesia, terutama bagi masyarakat Hindu.

Arak-arakan umat hindu yang membawa air suci berjalan beriringan yang diikuti beberapa peserta lain dimana ada yang menggelar atraksi barongsai, peserta yang berkostum wayang, beberapa gunungan, dan lain-lain. Arak-arakan yang membawa air suci ini berjalan kaki menuju ke Kompleks Candi Prambanan yang berjarak empat kilometer ke arah utara.

Umat Hindu yang tidak mengikuti arak-arakan ini langsung datang menuju ke pelataran Kompleks Candi Prambanan dengan membawa sesaji masing-masing yang langsung ditaruh di meja panjang yang disiapkan di pelataran candi. Ketika tiba di Kompleks Candi Prambanan, para pemangku pura langsung melakukan ritual Pradaksina.

Ritual Pradaksina dengan mengelilingi Candi Syiwa selama tiga putaran. Sebelumnya dilakukan pengambilan air suci yang disemayamkan di tiga candi yaitu Candi Brahma, Candi Wisnu, dan Candi Syiwa. Dewa Syiwa dalam kepercayaan umat Hindu adalah dewa yang bertugas meleburkan segala sesuatu yang sudah usang dan tidak dipergunakan lagi di bumi. Sedangkan Dewa Wisnu adalah dewa yang bertugas memelihara dan melindungi seluruh ciptaan Dewa Brahma. Dan Dewa Brahma adalah dewa yang menciptakan alam semesta beserta segala isinya.

Setelah selesai melakukan ritual Pradaksina, iring-iringan para pemangku pura membawa air suci menuju ke pelataran Kompleks Candi Prambanan untuk memulai acara Tawur Agung yang diikuti oleh seluruh umat Hindu yang berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Acara dimulai dengan atraksi beberapa tarian yang berasal dari Bali dan Jawa Tengah antara lain Tari Topeng, Tari Barong, Tari Pendet, dan Tari Gambyong.

Upacara Tawur Agung yang digelar umat Hindu di Kompleks Candi Prambanan merupakan Upacara Tawur Agung terbesar dan terbanyak jumlah persertanya karena merupakan gabungan dari umat se-Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Beberapa tamu undangan yang hadir dalam pembukaan upacara Tawur Agung dipersilakan meninggalkan lokasi karena ritual doa akan dimulai. Sembahyang merupakan inti dari upacara tawur Agung segera dimulai. Umat Hindu yang sebagian besar mengenakan pakaian khas Bali melakukan persembahyangan yang dipimpin oleh Pedande Putra Telabah. Umat Hindu berdoa dengan khidmat dan suasana sangat khusyuk. Ritual sembahyang dengan meletakkan kedua tangan tertelungkup di dahi, ribuan umat hindu duduk bersila, mata tertutup, lalu melafalkan doa-doa persembahan.

Tiga orang pedande, yakni Pedande Putra Telabah, Sri Kanjeng Ratu Gayatri dan Pedande Manuaba, juga duduk bersila di panggung, tak jauh dari sesaji. Di belakangnya, duduk bersila para pemangku pura dari berbagai pura di Jateng dan DIY, setelah meletakkan air yang akan didoakan. Sebelum melakukan sembahyang, umat Hindu yang hadir di Tawur Agung dipertontonkan tari Rejang Dewa, Baris Caru dan Topeng Sida Karya dimana tari tersebut adalah tari persembahan.

Air suci yang dibagikan kepada penganut agama Hindu itu diambil dari beberapa mata air yang berada di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah. Umat Hindu percaya bahwa air suci yang membasahi kerongkongan dan tubuh mereka akan menyucikan hati serta pikiran.

Para pemimpin pura mengambil tirta suci yang telah didoakan kemudian berkeliling ke beberapa penjuru pelataran untuk memercikkan tirta suci ke ribuan umat yang hadir. Sebagian air suci tersebut dipercikan ke tubuh dan sebagian lagi diminum. Para Jagabaya atau Pecalang tetap bersiaga mengamankan Upacara Tawur Agung hingga para umat meninggalkan lokasi.

Setelah selesai melakukan ritual memercikkan tirta suci, dilakukan atraksi ogoh-ogoh yang dimainkan oleh sekelompok pemuda. Sebagian pemuda mengangkat ogoh-ogoh dan diputar-putar sambil diarak mengelilingi pelataran. Mereka bergotong royong mengangkat ogoh-ogoh dan memainkannya di tengah-tengah pelataran secara bergantian. Ada tiga buah ogoh-ogoh yang dimainkan dan para umat berkumpul ke tengah untuk menyaksikan atraksi tersebut.

Ogoh-ogoh adalah boneka raksasa yang melambangkan sifat angkara murka dalam diri manusia.

Setelah atraksi ogoh-ogoh selesai, berakhirlah ritual Tawur Agung dalam menyambut Tahun Baru Saka atau Hari Raya Nyepi. Umat Hindu berjalan ke area meja panjang untuk mengambil sesaji dan meninggalkan lokasi pelataran Kompleks Candi Prambanan untuk mempersiapkan diri  melakukan Ritual Catur Brata selama sehari semalam pada keesokan harinya. Catur Brata mencakup empat hal, yaitu amati lelungan (tidak bepergian), amati karya (tidak bekerja), amati lelanguan (tidak menikmati hiburan), dan amati geni (tidak menyalakan perapian dan lampu). (text/foto: annosmile)

-----------
Bookmark and Share
Popularity: 3,131 views

Artikel yang Berkaitan

  • Prosesi Upacara Melasti di Pantai Parangkusumo Pantai Parangkusumo yang berada di kawasan wisata Pantai Parangtritis tidak lepas disebut sebagai kawasan mistis dan religi yang sering digunakan untuk ritual […]
  • Keheningan Puri Saraswati Disebelah atas kompleks Candi Cetho sebetulnya ada sebuah bangunan yang dinamakan Puri Saraswati atau Puri Taman Saraswati. Namun banyak dari wisatawan yang […]
  • Menengok Rekonstruksi Candi Prambanan Penasaran dengan perkembangan rekonstruksi Candi Prambanan pasca gempa yang melanda kawasan Jogja dan sekitarnya pada tanggal 27 Mei 2006, kami langsung […]
  • Unik, Prosesi Melasti di Umbul Geneng Prosesi Upacara Melasti merupakan rangkaian peribadatan Umat Hindu dalam menyambut Hari Raya Nyepi. Khususnya di kabupaten Klaten, umat Hindu di kabupaten ini […]
  • Senja di Candi Barong Nama Candi Barong sepertinya kalah populer dibandingkan dengan Kompleks Kraton Ratu Boko yang lokasinya berada di sebelah baratnya. Candi Barong terletak di […]
  • Hening dan Khidmat Mewarnai Prosesi Melasti di Pantai Ngobaran Prosesi Upacara Melasti merupakan rangkaian peribadatan Umat Hindu dalam menyambut Hari Raya Nyepi. Kawasan Pantai Ngobaran merupakan salah satu tempat yang […]
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

3 Comments on “Prosesi Upacara Tawur Agung di Candi Prambanan”

  • The Loe
    26 March, 2012, 0:13

    hangleluri budoyo jawi

  • marsudiyanto
    26 March, 2012, 7:41

    Saya sudah sering ke Prambanan tapi nggak pernah sempat melihat ritual yg dilangsungkan disana…

Trackbacks

  1. Kraton Ratu Boko | TeamTouring

Leave a Comment