Pesona Kebun Teh Kemuning

Dalam perjalanan menuju Candi Cetho, kami melewati sebuah perkebunan teh yang cukup luas yang dinamakan Perkebunan Teh Kemuning. Jalanan yang melewati perkebunan teh Kemuning cukup menanjak sehingga kendaraan kami berjalan pelan-pelan sambil menikmati keindahan kawasan ini.

Kebun Teh Kemuning terletak di Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar menyimpan pesona wisata alam berupa perkebunan teh yang panoramannya mirip dengan perkebunan teh yang terdapat di kawasan Puncak Bogor.

Memasuki sebuah jalanan berliku yang dilihat dari atas mirip dengan salah satu jalur perkebunan teh di kawasan Puncak Bogor namun masih terlihat lebih alami. Masih tampak sedikit bangunan pemukiman yang ada disekitarnya. Warung makan yang biasanya banyak terdapat di tepi jalan raya perkebunan teh Puncak tidak ditemukan disini. Tidak satu pun kami temui sebuah warung di tepi jalan perkebunan teh Kemuning ini.

Saya menyukai kondisi alam yang masih alami tanpa terlihat bangunan rumah di sepanjang jalan. Entah sampai kapan kondisi keindahan alam di Perkebunan Teh Kemuning bertahan menewati waktu. Hingga akhirnya nanti pengelola kebun teh memanfaatkan bisnis baru di tepi jalan yang melewati perbukitan ini. Pemandangan alam yang indah dengan lokasi cukup strategis dapat menjadi salah satu alasan minat seseorang untuk membuka usaha di tempat tersebut.

Perkebunan Teh Kemuning ini dikelola oleh PT Rumpun Sari Kemuning dan menempati gedung yang terletak disekitar kawasan kebun teh.

Dalam perjalanan melewati Kebun Teh Kemuning, kami melihat banyak pekerja pabrik teh yang sedang melakukan kegiatan memetik daun teh. Terlihat dari jauh orang-orang yang sedang memetik teh seperti alur yang sejajar dan simetris. Cukup menarik untuk diperhatikan baik dari jauh ataupun dari dekat. Menurut salah seorang kawan kami, pemandangan para pemetik daun teh di kebun teh Kemuning bisa diamati saat pagi hari hingga menjelang siang hari.

Meskipun tiap hari melakukan proses pemanenan daun teh, produksi daun teh di perkebunan teh dipengaruhi oleh musim. Pada bulan April hingga Juni produksi daun teh bisa mencapai 15 ton/hari sedangkan bulan Juli hingga september hanya bisa memproduksi sekitar 8 ton/hari atau setengahnya. Produksinya jauh dari harapan meskipun area perkebunan teh cukup luas. Namun kami baru mengetahui kalau perusahaan yang mengelola kebun teh Kemuning lebih memberatkan sebagai wisata bukan sebagai target produksi teh.

Luas lahan yang aktif berproduksi perkebunan ini adalah 392 hektar, dari total seluas 437 hektar. Sisanya untuk pabrik pengolahan teh, pembibitan, emplasemen dan rumah dinas atau rumah tinggal. Dari lahan aktif, bisa dihasilkan 12 hingga 15 ton daun teh basah.

Beberapa sudut area perkebunan teh Kemuning memang memberikan pesona yang menawan dan menarik minat seseorang untuk berburu foto di area perkebunan ini. Namun, kami agak kesulitan menghentikan kendaraan di beberapa titik yang memiliki pemandangan yang indah karena jalanan yang sempit dan banyaknya tikungan sehingga cukup berbahaya bila parkir atau berhenti sembarangan.

Di beberapa titik kami sering berpapasan dengan kendaraan truk yang cukup memakan lebar jalan sehingga salah satu harus menepi. Meskipun sedikit kesulitan, kendaraan roda dua lebih nyaman digunakan untuk menjelajah kawasan ini. Di beberapa titik terdapat jalan tanah yang dapat digunakan untuk memarkir kendaraan roda dua.

Area perkebunan teh Kemuning mampu menarik minat masyarakat untuk berkunjung ke tempat ini. Mereka menikmati pemandangan kebun teh sambil duduk di pinggir kebun teh maupun piknik di sekitar kebun teh. Tidak ada biaya untuk menikmati keindahan alam di Perkebunan Teh Kemuning ini selain hanya membayar tiket retribusi masuk ke jalur wisata. Saat ini belum ada sarana dan prasarana yang mendukung untuk mengubah kawasan ini menjadi kawasan wisata. Semoga kedepannya kawasan Kebun Teh Kemuning ini dapat dikembangkan menjadi objek wisata alam pegunungan yang bisa menyamai pesona perkebunan teh yang terdapat di Puncak Bogor. (text/foto: annosmile)

-----------
Bookmark and Share

Ada 40 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. alief:

    wah…, pemandangan yang asri banged ya….., erlihat sangat menyejukan mata

  2. pelintas batas:

    jadi teringat saat masih di kaltim dulu. kalo berangkat kerja tidak jarang harus melewati padang safana yang luas dan juga hutan anggrek bulan………

  3. mawi wijna:

    anda datang kurang pagi :D

  4. Mencoba Jalur Tawangmangu-Sarangan | TeamTouring:

    […] Commentsmawi wijna: anda datang kurang pagi :D…pelintas batas: jadi teringat saat masih di kaltim dulu. kalo bera…alief: wah…, pemandangan yang […]

  5. dobleh yang malang:

    jadi ingin balik ke desa blue………

    menarik
    salam hangat dari blue

  6. wibisono:

    ane sering ke sini gan.. dolan-dolan.. foto2.. wah pokoknya mantap gan.. dulu sini masih sering lihat elang alap-alap tapi akhir2 ini udah gak lihat lagi..

  7. ohdediku:

    Kalo karanganyar biasanya cuma di tawangmangu tok… :(
    tapi bisa di coba nih….

    *dihapus admin*

  8. jurug:

    karanganyar apik tenan yo mas….

  9. Estiko:

    Apik tenan. kapan2 dolan mrono lah… refreshing neng alam

  10. Antyo Rentjoko:

    Menarik rasa ingin tahu dan niat mengunjungi karena… saya baru dengar dan belum pernah ke sana! Inilah perlunya laporan touring! :)

  11. addiehf:

    kebunnya bener-bener ijo, asyik di pandang keknya, palagi kalo di rasain :D

  12. Jidat:

    mangstap. . . Itu kebun teh kaya nek bogor kemarin yah? hihihi

  13. ciwir:

    jamane kuiyah mbiyen sering mrana, saiki wis jarang mrana neh
    mbiyen akeh bocah2 ABG padha pacaran ing sak sela-selane tanduran teh…
    ana motore nanging menungsane ora kethok… kiro2 wingi nemoni ora???

  14. geblek:

    sejuk betul kebunnya yah, seumur umur belum pernah main ke kebun teh :)

  15. harto:

    bener juga yaaa… pemanadangannya seperti di puncak bogor. hmmmm sejuknya…..

  16. Ndoro Seten:

    mesti hawane uadem tenan…hiiii………

  17. nurrahman:

    hmm, nggo liburan enak tenan kui :D

  18. nahdhi:

    Itu pada ketinggian berapa mas? koq kabutnya keliatan tepat diatasnya?

  19. Realodix:

    Pemandangannya indah sekali…
    Jika berdiri di pagi hari disana, pasti akan terasa sangat segar,,

  20. prof. helga:

    dari dulu gue pengen banget maen di kebon teh
    huhuhu

  21. ndop:

    wow…. aku wis suwi gak ning ijo ijoan…

    kapan kapan aku kudu blkraan ning sawah ben fresh utekku, hihihihi…

  22. ardian eko:

    Jadi inget kalau dulu waktu kesana, mobil temen ga kuat, akhirnya diloper pake motor.. hahaha

  23. munir ardi wp:

    jadi nggak bosan memandangnya betul-betul asri dan alami

  24. munir ardi wp:

    enak ya kalau kopdar di kebun teh

  25. Ceritaeka:

    Langsung kebayang suasana kebun teh di puncak!
    Sejuk hawanya bagus buat trackking :)

  26. trisnok:

    Wiw…keliatan segar banget disana yah :D jadi pengen kesana… * lari-lari kayak filem india heehehe :D

  27. PROfijo:

    Sejuk……mak nylesss….

  28. Sekte Saru « katakataku weblog Bekasi Bersih Partisipasi Blogger:

    […] Annosmile si anoos ngekek […]

  29. aura pelupa:

    wisata dengan suguhan teh di perkebunan teh, pasti sensasinya beda!

  30. MattWahyu:

    pemandangan yang asri sangat menyejukan mata, perlu kita syukuri dan kita lestarikan, kita jaga

  31. danjau:

    PT. Rumpun sari kemuning….tempat yg tak terlupakan. Inget wkt magang dsana…kangen staf2 dan karyawannya yg ramah…

  32. afril:

    untuk wisatawan manca negara….
    sering2 deh datang ke kebun teh..kalau engak pasti nyesel deh……:-d

  33. Napak Tilas Sejarah di candi Cetho | TeamTouring:

    […] Candi Cetho lokasinya tidak jauh dari Candi Sukuh, namun untuk menuju ke lokasi harus melewati perkebunan teh Kemuning yang terdapat di kaki gunung Lawu. Perjalanan melalui tanjakan tajam yang tidak jauh beda saat […]

  34. swstia:

    ah…. jd ingat bogor ne…..

  35. shan shan:

    karanganyar memang kaya dengan tempat2 indah,..
    sbnrnya di daerah cemoro sewu itupun jg ada air terjun, tirto gumarang kalo g slh, tp lokasinya sangat sulit di jangkau, dengan jalan setapak yg licin, di tepinya terdapat tebing dan jurang curam, entah kalo sekarang ini, aq ke sana dah hmpr 9 thn lalu, di sana, kalo cuaca cerah, qt bisa liat pelangi yg di pancarkan dr percikan air terjunnya,..sangatt indahh…

  36. Air Terjun Jumog | TeamTouring:

    […] Air Terjun Jumog, kami mengambil jalan yang menuju jalur wisata Jumog – Candi Sukuh – Kemuning – Candi Cetho. Dari gerbang wisata, hanya sejauh 2km dengan mengambil jalan ke kanan […]

  37. Menengok Air Terjun Parang Ijo | TeamTouring:

    […] Wisata Air Terjun Parang Ijo ini sejalur dengan kawasan wisata Air Terjun Jumog, Candi Sukuh, Kebun Teh Kemuning, dan Candi Cetho. Suasana terlihat sepi ketika memasuki kawasan parkir dan pintu masuk. Setelah […]

  38. Wedangan di Lesehan Biasane Siyono | TeamTouring:

    […] Gunungkidul sendiri sebetulnya tidak ada perkebunan teh karena suhunya cukup panas dan kering sehingga kurang cocok untuk tanaman teh. Teh-teh yang […]

  39. PiknikHore ke Candi Cetho dan Kebun Teh Kemuning | Annosmile! Blog:

    […] 2013, akhirnya saya kembali mengunjungi lereng Gunung Lawu tepatnya mengunjungi Candi Cetho dan Kebun Teh Kemuning. Berkat ajakan teman yang bernama Aslam untuk mengarahkan rute perjalanan menuju kesana. Tidak […]

  40. Rumah Teh Ndoro Donker, Pesona Kuliner Di Tengah Perkebunan Teh | TeamTouring:

    […] Donker. Pilihan kami cukup tepat karena dari teras belakang ini, kita bisa melihat pemandangan perkebunan teh Kemuning yang ada disamping kiri dan kanannya. Tidak lama kemudian pelayanan menghampiri kami untuk […]

Kirim pendapat