Perjalanan Menuju Waduk Malahayu

Akhirnya tiba waktu untuk mengakhiri petualangan kami di Kuningan. Pagi yang cerah ini, kami berpamitan dengan Bayu dan keluarganya. Perjalanan menuju ke arah kota Kuningan kemudian berbelok kiri melewati Terminal Tipe A Kuningan yang baru selesai dibangun. Perjalanan kami teruskan menuju Cileduk, sebuah daerah di sebelah timur kota Kuningan. Mendekati perbatasan, kami dihadapkan dengan hambatan berupa jalan yang masih rusak dan dalam tahap perbaikan.

Waduk Malahayu terletak di Desa Malahayu, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah; ± 6 km dari Banjarharjo atau 17 km dari Tanjung. Luas kawasan ini sekitar 944 hektare dan dibangun pada tahun 1930 oleh Kolonial Belanda.

Kami sampai disebuah perbatasan antara Jawa Barat dengan Jawa Tengah yang dibatasi dengan sebuah sungai. Namun tidak terlihat sebuah tugu atau gapura perbatasan. Sesampai di sebuah perempatan yang terdapat pasar, kami memilih jalur ke kanan menuju Waduk Malahayu.

Saat hampir memasuki kawasan waduk Malahayu, kami melewati hutan jati dan area persawahan. Memasuki pos retribusi, kami ditarik karcis sebesar 2 ribu per motor. Kami diajak ngobrol dengan petugas retribusi obyek wisata waduk Malahayu. Kami berdiskusi kecil mengenai perkembangan obyek wisata di kabupaten Brebes. Beliau yang ramah cepat akrab dengan kami. Beliau menceritakan bahwa waduk ini sering dikunjungi oleh mahasiswa dari berbagai wilayah, namun akhir – akhir ini pengunjung waduk menurun. Setelah cukup lama berdiskusi, kami berpamitan untuk mengunjungi waduk Malahayu.

Fungsi waduk ini disamping sebagai sarana irigasi lahan pertanian wilayah Kecamatan Banjarharjo, Kersana, Ketanggungan, Losari, Tanjung dan Bulalakamba juga sebagai pengontrol banjir serta dimanfaatkan untuk rekreasi. Di obyek wisata ini dapat ditemukan panorama alam pegunungan yang indah, dikelilingi hutan jati yang luas dan telah dijadikan bumi perkemahan dan wana wisata.

Dari pos penarikan karcis, kami berjalan sejauh 300meter untuk menuju ke tepi waduk Malahayu. Sebelumnya kami harus menjalan menaiki tangga naik tanggul waduk yang cukup tinggi. Disebelah kanan saya terdapat pintu air waduk yang secara rutin melakukan buka tutup untuk menyalurkan air ke persawahan melalui selokan.

Tepi waduk Malahayu yang menjadi kawasan wisata ini cukup rindang, banyak terdapat pohon-pohon yang tinggi dan lebat. Suasana cukup sepi dengan beberapa pengunjung waduk yang sedang duduk-duduk santai di beberapa tempat peristirahatan. Selain itu terdapat beberapa warung yang menyediakan jasa menjual minuman dan menyewakan tikar.

Cuaca yang cukup cerah ini membuat waduk Malahayu tampak indah dari berbagai sudut. Langit yang cukup biru dengan sedikit awan. Gunung diseberang perairan waduk yang tampak jelas dilihat. Angin sepoi – sepoi menambah kenikmatan untuk bersantai di tepian waduk. Kami duduk santai di tepian waduk sambil melihat nelayan yang sedang mencari ikan. (text/foto: annosmile)

== Tiket Masuk

Dewasa : Rp3.000,

Motor : Rp1.000,-

-----------
Bookmark and Share

Ada 20 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. suwung:

    wah enaknya
    dapat avonturir terus
    ngiri aku

  2. ndop:

    di Nganjuk juga ada waduk, namanya kali bening…

    • annosmile:

      waduknya keren nggak bro ???

  3. adinata:

    semoga waduknya tetap dilestarikan .. biar mengurangi resiko kekeringan

  4. inidanoe:

    waduukkk…
    Bwingoong aku…!!!
    Ada jalur angkot kesana gk..??
    mbok dijelasin sekalian nek ada…. :D

  5. sayatan sang penyair:

    wah…dah lama banget gak kesituh….dah 4 taun :lol:

  6. namakuananda:

    sayang ya, waduk yang begitu exsotix kurang diminati wisatawan lokal. Pengunjungnya menurun karena apa mas?
    Transportasinya terbatas atau arena bermainnya kurang dioptimalkan?

  7. harry potter:

    loh kang kok gag ke ciamis sih…..kalo ke ciamis mampir yah, oh iya makasih dah mampir dan kument di aku

    • annosmile:

      pengen nyoba lewat pantura :D

  8. galih:

    boleh berenang nggak disana..kayaknya asing buat berendem..
    hehheheeh

    • annosmile:

      mau bunuh diri bro
      dalem banget waduknya :D

  9. ody permana aji:

    wah … baru tau ada team touring…sekarang masih ga yah?……

  10. XoEM:

    Sudah lama touring nih yah…
    Bendungan Malahayu memang ok, tapi sekarang pengelolaannya qo kurang ya??
    jadinya trasa ada yang kurang, maksudnya suasana sekitar tidak menarik ketika saya masih seperti si Bolang…

    thx…

  11. imam muta aly:

    wah….asyik buanget tuh … waduk malahayu kan kampung halaman w…. mang azik buanget tu tmpat….. kpan ni maen lg k cana …… w jg kangen dah lma gak k canah…!!!!!

  12. imam muta aly:

    weeee…. waduk malahayu….. itumah kampung w atuh ko gak mampir … eh.. gak uzah… klo mampir jg w gak ktmu…. coz w kn d bkasi …ya 1 th skali mudik nye….

  13. Mancing ikan bandeng, di Brebes | TeamTouring:

    […] melakukan perjalanan dari Kuningan ke Brebes sambil berhenti di Waduk Malahayu, akhirnya kami memutuskan untuk memancing ikan di sebuah pemancingan yang terletak di sebelah utara […]

  14. brencia:

    aku mau jalan2 kesituuh… :)

  15. Arum:

    Aku udah pernah kesitu………
    bagues bgddddd !!!!!! ^o^

  16. arief:

    waduk mlahayu dn kumaha ayeuana deh batur???

  17. arief:

    dan kumaha ayeuna aduk malhayu teh batur…..

Kirim pendapat