Perayaan Tradisional Sebaran Apem Yaa Qawiyyu (yaqowiyu)

This item was filled under [ Budaya ]

Beberapa jam sebelum dilaksanakan shalat Jumat, ribuan pengunjung yang sebagian besar berasal dari Klaten telah memenuhi kawasan Jatinom Klaten untuk mengikuti perayaan sebaran apem yang dilaksanakan setelah shalat Jumat. Perayaan Sebaran Apem yang dikenal dengan nama Yaqowiyu ini menjadi magnet bagi para pengunjung karena mampu menarik minat ribuan penonton yang berasal dari Klaten dan luar daerah bahkan turis mancanegara untuk menyaksikan perayaan tradional ini.

Tradisi Sebaran Apem Yaqowiyu dilaksanakan setiap jumat terakhir bulan Sapar pada penanggalan Jawa. Tradisi ini dimulai sejak zaman Kyai Ageng Gribig seorang ulama penyebar agama Islam yang menetap dan meninggal di Jatinom pada zaman Kerajaan Mataram Islam. Tahun ini sebanyak 5 ton kue apem diperebutkan oleh pengunjung.

Rebutan Gunungan Apem

Suasana Perayaan Trasional Sebaran Apem ini bertambah meriah dengan keramaian pasar malam yang berada di tepi jalan menuju ke lokasi sebaran apem. Jalan utama pun ditutup untuk lalu lintas kendaraan dan dialihkan melalui jalur lain. Area parkir yang disediakan dekat lokasi acara tidak mampu menampung kendaraan sehingga banyak kendaraan yang terparkir jauh dari lokasi acara.

Masjid Ageng Jatinom menjadi lokasi awal permulaan acara sebaran apem karena di area masjid inilah gunungan apem disemayamkan selama semalam dan prosesi awal untuk diboyong menuju ke pelataran Sendang Plampeyan. Masjid ini penuh sesak oleh ratusan pengunjung untuk mengikuti ibadah shalat Jumat. Bahkan banyak orang yang terpaksa tidak menjalankan shalat Jumat karena area masjid sudah penuh oleh jamaah dan memilih langsung menuju ke Sendang Plampeyan karena ketakutan akan tidak kebagian tempat saat prosesi sebaran apem berlangsung.

Menurut para sesepuh Jatinom, gunungan apem itu mulai diadakan sejak 1974, bersamaan dengan dipindahnya lokasi sebaran apem dari halaman Masjid Gedhe ke tempat sekarang. Sebelumnya, acara sebaran apem tidak menggunakan gunungan.

 

Suasana dan Menara Tempat Menyebarkan Apem

Selesai shalat Jumat, prosesi sebaran apem dimulai dengan rombongan pembawa gunungan apem dari area Masjid Ageng Jatinom menuju ke Sendang Plampeyan yang ada didekatnya. Rombongan pembawa gunungan apem ini berpakaian putih-putih seperti kyai pada jaman dahulu. Ketika rombongan gunungan apem akan memasuki area Sendang Plampeyan, sorak-sorak penonton bergemuruh memenuhi kawasan Sendang Plampeyan. Tiba di pelataran Sendang Plampeyan, gunungan apem diletakkan di atas panggung dan acara di pelataran Sendang Plampeyan dimulai.

Sambutan dari Bupati Sleman dan Ketua Penyelenggara yang diakhiri dengan berdoa bersama. Gunungan apem yang berjumlah sepasang tersebut menjadi rebutan bagi pengunjung yang memadati area panggung. Setelah gunungan apem habis diserbu penonton, barulah dua menara yang letaknya berdampingan mulai melempar apem ke arah penonton.

Asal Usul Sebaran Apem Yaquwiyu saat Kyai Ageng Gribig ke Mekkah mendapat apem 3 buah yang masih hangat, kemudian dibawa pulang untuk anak cucunya, ternyata sampai di Jatinom apem tersebut masih hangat. Dengan bersabda “APEM YAQOWIYU” artinya kata yaa qowiyyu itu ialah Tuhan Mohon Kekuatan. Berhubung apem buah tangan itu tidak mencukupi untuk anak cucunya, maka Nyai Ageng Gribig diminta membuatkan lagi agar dapat merata. Oleh karena orang-orang semua tahu bahwa Nyai Ageng Gribig sedekah apem, maka kini penduduk Jatinom ikut-ikutan sama membawa apem untuk selamatan.

Penonton Berebut Apem Yang disebarkan

Ribuan orang berebut apem yang dilempar dari atas menara oleh panitia yang berpakaian serba putih. Suara riuh penonton meminta untuk dilemparkan apem ke arahnya bercampur dengan suara penonton yang berebut apem yang dilemparkan ke arahnya. Meskipun ratusan kali apem dilempar ke arah penonton, para penonton tidak bosan-bosan untuk merebut apem yang dilempar dari atas panggung. Mereka menganggap apem yang diperebutkan pecaya akan berkah apem untuk bermacam-macam kepentingan. Namun penyenggara berharap agar orang-orang selalu meminta sesuatu hanya kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Dari tahun ke tahun penyelenggaraan Perayaan Sebaran Apem Yaqowiyu Kyai Ageng Gribig ini selalu sukses dipadati pengunjung meskipun tahun-tahun terakhir turun hujan saat acara berlangsung. Banyak kecelakaan kecil yang terjadi selama acara seperti terjatuh dan terinjak-injak saat rebutan apem diharapkan agar para penonton lebih berhati-hati. Acara Sebaran Apem Yaqowiyu ini mirip dengan Tradisi Sarapan dan Apeman Ki Ageng Wonolelo yang lebih dahulu berlangsung pada bulan yang sama. (text/foto: annosmile)

-----------
Bookmark and Share
Popularity: 2,469 views

Artikel yang Berkaitan

  • Kirab Budaya Ngarak Siwur Sehari sebelum dilaksanakan Upacara Adat Nguras Enceh Makam Raja-Raja Imogiri dilakukan kirab budaya Ngarak Siwur dengan rute dari Kantor Kecamatan Imogiri hingga pela...
  • Makam Panembahan Rama Klaten memang patut dijuluki kota ziarah karena banyak makam-makam orang penting jaman dahulu yang dimakamkan di wilayah kabupatennya. Nama Makam Sunan Pandanaran dan ...
  • Melihat Upacara Adat Saparan Bekakak Nama Upacara Adat Saparan Bekakak memang sudah cukup terkenal di kawasan kota Yogyakarta dan sekitarnya. Upacara yang digelar setiap bulan Sapar dalam penanggalan Jawa...
  • Upacara Adat Saparan dan Kirab Pusaka Ki Ageng Wonolelo Upacara Adat Saparan Ki Ageng Wonolelo merupakan salah satu upacara adat menyambut bulan Sapar dalam penanggalan Jawa/Islam di sekitar Yogyakarta. Keberadaan upacara a...
  • Candi Sojiwan Diantara jalan penghubung Taman Wisata Candi Prambanan dengan Kraton Ratu Boko terdapat banyak situs peninggalan sejarah. Dimana banyak lokasinya masuk ke sebuah gang ...
  • Tradisi Rasulan di Kampung Nusantara Jelok Ini merupakan kali pertama saya melihat acara budaya yang bernama Rasulan yang rutin diselenggarakan dari tahun ke tahun di setiap wilayah di kabupaten Gunungkidul pad...
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

2 Comments on “Perayaan Tradisional Sebaran Apem Yaa Qawiyyu (yaqowiyu)”

  • pututik
    3 January, 2013, 11:13

    sayangnya meskipun penyelenggara sudah mengingatkan kebanyakan dari kita malah jadi syirik

Trackbacks

  1. Upacara Adat Saparan dan Kirab Pusaka Ki Ageng Wonolelo | TeamTouring

Leave a Comment