Pengalaman Menaiki Kereta Api Gajah Wong

This item was filled under [ Kereta Api, Travel Tips ]

Karena suatu keperluan di ibukota mengharuskan saya untuk segera berangkat kesana. Pilih saya jatuh pada trasnportasi jenis kereta api dan mencoba kereta api yang baru saja diluncurkan yaitu Kereta Api Gajah Wong. Selain itu pemilihan kereta api Gajah wong karena kereta api Senja Utama Yogya yang biasa saya naiki sudah habis tiketnya.

Kereta Api Ekonomi AC Gajah Wong diresmikan pada hari Rabu, 24 Agustus 2011 melayani rute stasiun Pasar Senen – Stasiun Lempuyangan. Nama “Gajah Wong” berasal dari nama sungai di Daerah Istimewa Yogyakarta, yaitu Kali Gajah Wong. Sepanjang perjalanan, KA Gajah Wong berhenti di Stasiun Wates, Stasiun Kutoarjo, Stasiun Kebumen, Stasiun Karanganyar, Stasiun Kroya, Stasiun Purwokerto, Stasiun Cirebon, Stasiun Cikampek, Stasiun Bekasi, Stasiun Jatinegara dan berakhir di Stasiun Pasar Senen.

Jadwal kedatangan kereta api Gajah Wong tepat waktu ketika memasuki stasiun Tugu Yogyakarta. Ketika calon penumpang dipersilakan menaiki kereta api, langsung saja saya bergegas memasuki gerbong penumpang karena penasaran. Inilah kali pertama saya menaiki kereta api ekonomi AC yang merupakan produk baru dari PT INKA.

Kondisi bagian dalam gerbong penumpang terlihat masih baru dan bersih. Kursi penumpang masih terbungkus rapi dalam pelindung plastik. Penumpang duduk dua orang saling berhadapan dan hal ini merupakan ciri khas dari kereta ekonomi. Pendingin AC masih berfungsi dengan baik dan lampu di sepanjang gerbong masih menyala semua. Kondisi kamar mandi terlihat bersih dan berfungsi dengan baik.

Sebelumnya tahun lalu diluncurkan kereta api ekonomi AC pertama yang dinamakan kereta api Bogowonto yang melayani rute stasiun Pasarsenen – Kutoarjo.

Semua keunggulan tersebut dirasa wajar mengingat Kereta api Gajah Wong ini baru berumur satu bulan. Entah saya belum bisa memprediksi kondisi kereta api ini dua atau tiga tahun kedepan, apakah masih sama seperti sekarang atau tidak. Perjalanan kereta api lumayan lancar, hanya berhenti di beberapa stasiun besar saja dan tidak berhenti di stasiun kecil.

Keamanan cukup baik terlihat para petugas keamanan berlalu lalang melintasi gerbong. Dengan slogan kereta ekonomi AC yang bebas dari keberadaan pedagangan asongan, nampaknya hal tersebut tidak terbukti. ketika memasuki stasiun Karangtengah dan stasiun Cirebon, para pedagang asongan memasuki ke dalam gerbong kereta api walaupun jumlahnya hanya satu hingga tiga orang saja.

Cukup disayangkan lampu indikator di dinding gerbong hanya memberikan informasi berupa huruf lajur kursi dan lampu indikator pemakaian kamar mandi. Saya berharap alangkah lebih bermanfaat kalau ditambah informasi mengenai waktu dan nama stasiun yang akan dilewati sehingga para penumpang bisa lebih bersiap-siap. Akhirnyan saya tiba di kota Bekasi tanpa ada keterlambatan yang berarti. menurut saya kereta ini memang cocok digunakan sebagai alternatif melakukan perjalanan ke jakarta dengan biaya yang murah tapi bukan murahan.

== Harga Tiket Kereta Api Ekonomi AC Gajah Wong

Dewasa: Rp 125.000,- s/d Rp 165.000,-

== Informasi Jadwal Kereta Api

-----------
Bookmark and Share
Popularity: 4,988 views

Artikel yang Berkaitan

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

2 Comments on “Pengalaman Menaiki Kereta Api Gajah Wong”

  • arqu3fiq
    20 September, 2011, 23:11

    Weh….keren kereta baru, pasti baunya masih baru barang interiornya. Dengan penumpang orang Indonesia saya kira tidak lama lagi menjadi kotor kereta tersebut, apalagi pedagang asongan berseliweran di dalam gerbong. Semoga semua penumpang bisa ikut menjaga kereta baru tersebut supaya tetap bagus dan bisa di gunakan terus.

Trackbacks

  1. Mengintip Sentra Pembuatan Telur Bebek Asin di Brebes | TeamTouring

Leave a Comment