Penasaran dengan Jembatan Gantung Imogiri (Selopamioro)

Pesona alam dan pedesaan Imogiri sepertinya tiada habisnya, di bagian timur kawasan Air Terjun Kedung Miri yang pernah kami kunjungi terdapat sebuah jembatan gantung. Jembatan gantung berwarna kuning ini menghubungkan dua buah desa yang dilewati sungai Oyo. Sungai Oyo ini berhulu dari Kabupaten Gunungkidul dan bermuara ke arah laut selatan.

Jembatan Gantung Imogiri ada yang menyebutnya dengan Jembatan Gantung Selopamioro ini menghubungkan antara Desa Selopamioro dengan Desa Sriharjo, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul.

Lokasi Jembatan Gantung Imogiri cukup jauh dari ibukota kecamatan Imogiri dan harus melewati jalan pedesaan yang sempit. Jalan yang kami lalui ini sudah diaspal baik meskipun ukurannya tidak lebar dan hanya cukup dilewati satu kendaraan roda empat tanpa simpangan. Disarankan untuk menuju ke Jembatan Gantung Imogiri ini menggunakan kendaraan roda dua saja. Memasuki Desa Wisata Kedung Miri, kami menyusuri tepian Sungai Oyo hingga berujung pada jalan yang dibuat dari semen. Tidak berapa lama kami tiba ditepi jembatan gantung tersebut.

Jembatan Gantung Imogiri yang bercat kuning ini merupakan jembatan umum, siapa saja boleh melintas secara bergantian dan tidak dipungut biaya. Dengan lebar sekitar satu meter, jembatan ini bisa dilalui warga dengan berjalan kaki atau kendaraan roda dua secara bergantian. Keberadaan jembatan ini cukup membantu warga antara kedua desa untuk mempersingkat waktu tempuh. Misalnya jembatan tersebut tidak ada, penduduk desa yang lokasinya berseberangan harus memutar lebih jauh melewati jembatan Siluk atau menyebrang sungai.

Jembatan Gantung Imogiri atau Selopamioro dibangun pada tahun 2004 dan sebelumya berupa jembatan sesek yang terbuat dari bambu. Keberadaan jembatan gantung ini cukup membantu warga dan mempermudah akses antara dua desa.

Meskipun jembatan gantung tersebut hanya dapat dilewati kendaraan roda dua, keberadaan jembatan ini memberikan pengaruh positif bagi masyarakat sekitar. Dengan adanya jembatan gantung ini, penduduk dapat menyingkat waktu untuk menuju ke sawah, tempat kerja, atau pasar untuk menjual barang dagangannya. Di sisi lain para siswa yang berangkat sekolah dapat menyingkat waktunya untuk segera tiba di sekolah dan mengurangi keterlambatan datang ke sekolah.

Lalu lintas penggunaan jembatan gantung Imogiri paling ramai adalah di kala pagi hari warga memulai aktivitasnya antara lain para petani berangkat ke ladang, anak-anak berangkat ke sekolah, serta para pegawai yang berangkat ke tempat kerjanya dan ketika sore hari mereka pulang menuju ke rumah masing-masing. Siang hari aktivitas jembatan gantung ini cukup sepi, hanya terlihat satu atau dua orang warga yang melintasi jembatan.

Saat ini, Jembatan Gantung Imogiri atau Selopamioro ini ini sudah banyak diketahui oleh warga Bantul. Beberapa orang yang berkunjung ke jembatan gantung ini sekedar untuk menikmati sore di bawah jembatan ketika sungai Oyo sedang surut maupun duduk-duduk di tepi jembatan. Selain itu menjadi tempat foto yang menarik untuk sekedar bernarsis ria ataupun melakukan foto untuk pre wedding.

Keunikan yang lain adalah, kita bisa mengetahui dan melihat puncak Bukit Mangunan (Kebun Buah Mangunan) dari jembatan ini begitu juga sebaliknya. Sebelum ke tempat ini siapkan teropong untuk membuktikannya. Dari teropong terlihat jelas pagar-pagar di tebing puncak Bukit Mangunan yang merupakan gardu pandang ke pegunungan seribu dan Selopamioro yang dilalui sungai Oyo. (text/foto: annosmile)

Bookmark and Share

Ada 9 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. Nahdhi:

    Kalau sampeyan jeli, bebatuan di kanan sungai dan kiri sungai itu beda lho mas…

  2. mila:

    ternyata bantul keren juga yak, kayak di luar negeri *halah

  3. Pakacil:

    duh, sudah lama tak lewat jembatan semacam ini, kecil dulu masih sering. cuma dulu di tempat saia bukan ada gunung gitu, melainkan cuma sungai yang lebar dan dalam.

  4. jarwadi:

    aku yo penasaran dab, ajak ajak yo yen mrono maneh :D

  5. marhenz:

    sinten mawon sing ngertos sejarahe jembatan gantung puniko, kulo nyuwun diparingi pangertosan. Kapan jembatan dipun bangun, menawi mboten klentu rumiyen asline jembatan sesek. Sekitar 1982-1985 kulo sering nyebarang sesek puniko bade budal wonten cunggrowong, pengkol, dan sekitar. 

  6. afian:

    kalo boleh tahu jalan kesini lewatnya pundi nggih? kapan2 mau main ke sana. saya kemarin ke kebun buah mangunan, liat t4 ini dari atas keren banget

  7. Kiki:

    Great place..Photo prewed saya juga diambil disini :)

  8. Jalan-Jalan ke Kebun Buah Mangunan | TeamTouring:

    […] memiliki ketinggian yang hampir sama. Di sebuah sudut Sungai Oyo, terlihat cukup kecil sebuah jembatan gantung yang pernah kami kunjungi beberapa waktu yang […]

  9. Jembatan Gantung Lemah Abang | TeamTouring:

    […] tidak mengganggu lalu lintas jembatan yang di pagi dan sore hari ramai dilewati warga sama seperti jembatan gantung imogiri. Ketika berjalan mengamati kondisi jalan, warna cat yang kuning telah pudar tidak seperti jembatan […]

Kirim pendapat