Pemandian Air Hangat dan Situs Candi Umbul

This item was filled under [ Candi ]

Tidak jauh dari ibukota kecamatan Grabag, terdapat sebuah candi yang terdapat pemandian air panas. Nama Situs Candi Umbul memang cukup dikenal masyarakat sekitar sebagai lokasi pemandian umum di waktu sore hari.

Candi Umbul terletak di Desa Kartoharjo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang. Merupakan pemandian air hangat sekaligus situs peninggalan sejarah. Asal usul nama Candi Umbul berasal dari munculnya gelembung-gelembung udara menyembul dari dasar kolam, ‘umbul‘ dalam bahasa Jawa berarti muncul atau menyembul. Kandungan air hangatnya bagus untuk kesehatan kulit zat Saprophyl. Posisi Candi Umbul cukup dekat dengan Daerah Aliran Sungai Elo.

Setelah menjelajah lereng Gunung Telomoyo dan lereng Gunung Andong, kamipun singgah ke candi ini. Perjalanan ke arah barat melewati perempatan pasar Grabag, kendaraan kami pacu lurus kemudian menemukan sebuah pertigaan kecil tanpa lampu lalu lintas kami berbelok ke arah kanan. Sekitar kurang lebih 5 kilometer melewati jalanan sempit akhirnya kami tiba di pemandian Candi Umbul.

Situs Candi Umbul dikelilingi oleh pagar beton sehingga bila kita lewat sekilas di depannya, kita tidak mengetahui bahwa didalamnya terdapat situs peninggalan sejarah. Setelah membayar tiket masuk akhirnya saya berjalan menuju ke area Candi Umbul yang juga merupakan kolam pemandian air panas.

Tiba di kawasan Situs Candi Umbul, yang terlihat dominan adalah sebuah pemandian air panas yang dikelilingi batuan. Dibagi dalam dua area pemandian yang letaknya berdampingan. Pemandian pertama berupa pemandian air panas alami (air hangat sebetulnya) dan disebelahnya pemandian air tawar (biasa).

Candi Umbul diperkirakan merupakan candi hindu peninggalan Kerajaan Mataram Kuno yang dibangun pada abad ke 9 Masehi. Menurut informasi, pada zaman dahulu digunakan sebagai pemandian putri raja setelah melakukan suatu ritual di Candi Borobudur. Sumber air panas (hangat) ini ditemukan pada kisaran abad ke 8-9. Disekeliling konon dikelilingi bangunan candi penjaga karena ditemukan beberapa potongan batu yang terdapat relief. Situs ini pernah tertimbun ketika agama Islam masuk ke nusantara dan digali pada zaman penjajahan Belanda.

Penasaran dengan seberapa panas suhu sumber air panas akhirnya tanpa menunggu lama kami mencoba berendam di kolam air panas. Ternyata panas yang dikeluarkan oleh sumber air panas hanya terasa hangat saja. Bau belerang dan asap yang keluar dari sumber air panas tidak terasa. Cukup unik mengingat rata-rata sumber air panas memancarkan bau belerang yang cukup pekat. Selain itu warna air cukup jernih dan agak kehijauan yang dipengaruhi oleh warna lumut yang terdapat di dalam dasar kolam, berbeda dengan warna sumber air panas kebanyakan yang berwarna kecoklatan keruh akibat belerang (sulfur) dan senyawa mineral lainnya.

Kolam pemandian Candi Umbul ditemukan dan dieskavasi oleh Pemerintah Belanda sekitar tahun 1870-an. Pada mulanya lokasi kolam pemandian itu berada di bagian belakang kompleks percandian yang terletak di tepian aliran Kali Elo. Letusan Gunung Merapi Tahun 1906 telah mengakibatkan candi Umbul  mengalami kerusakan dan terpendam oleh material vulkanik yang mengalir melalui kali itu. Proses rekonstruksi ulang Candi Umbul dengan memindah lokasi kolam sedikit menjauh dari Kali Elo. Pondasi asli candi tak jauh dari kolam itu hingga kini masih terpendam di dalam tanah. Tempat pemandian yang dibuat pada masa Dinasti Syailendra ini sebenarnya ingin dibuat seperti Pemandian Taman Sari yang berada di Kraton Yogyakarta. Tapi karena terjadi perselisihan, tempat tersebut tidak tuntas penyelesaiannya hingga sekarang.

Saya cukup betah berendam di sumber air hangat ini. Cukup membuat badan terasa segar dan rileks setelah melakukan touring mengelilingi Gunung Telomoyo dan Gunung Andong. Setelah cukup berendam, kami mengamati sekeliling kawasan Candi Umbul yang dikelilingi taman dan melihat sebuah makam tua di bagian ujung dekat batuan relief yang berserakan dekat pemandian. Kami tidak tahu asal-usul keberadaan makam yang kami anggap misterius tersebut karena orang-orang yang kami temui juga tidak mengetahui asal-usul keberadaan makam tersebut.

Situs Candi Umbul saat ini masih digunakan masyarakat sebagai tempat pemandian air hangat umum dan pada hari-hari tertentu digunakan untuk ritual atau tradisi mensucikan diri seperti Padusan menjelang Bulan Ramadhan, Upacara Melasti menjelang Hari Raya Nyepi, dan ritual lain yang dilakukan sekelompok orang.

== Tiket Masuk Situs Candi Umbul

Dewasa: Rp 3.000,-/orang

Parkir: Rp 1.000,-/motor


Incoming search terms for the article:

Bookmark and Share
Popularity: 1,832 views

Artikel yang Berkaitan

  • Sebuah Cerita Tentang Candi Losari dan Bapak Badri (2)
    Jalan Yogyakarta-Semarang sudah sering kami lalui, namun beberapa tempat menarik kadang terlewatkan dan tidak kami pedulikan. Sebuah Candi yang terletak di dekat perbatas...
  • Keindahan 1000 Lampion Puncak Perayaan Hari Tri Suci Waisak (4)
    Pelepasan lampion pada puncak perayaan Hari Tri Suci Waisak merupakan salah satu rangkaian acara yang dinanti-nanti oleh umat Buddha yang merayakannya maupun wisatawan ya...
  • Candi Sojiwan (3)
    Diantara jalan penghubung Taman Wisata Candi Prambanan dengan Kraton Ratu Boko terdapat banyak situs peninggalan sejarah. Dimana banyak lokasinya yang berada masuk ke seb...
  • Prosesi Upacara Tawur Agung di Candi Prambanan (2)
    Prosesi Upacara Tawur Agung dalam rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi umat Hindu dimulai dari pelataran parkir Kraton Ratu Boko dengan membawa air suci yang diambil dari s...
  • Berwisata ke Candi Borobudur (6)
    Siapa yang tidak mengenal Candi Borobudur? Sebuah obyek wisata peninggalan sejarah di abad ke  8 Masehi ini menjadi salah satu primadona wisata di Indonesia bagi wisatawa...
  • Pesona Air Terjun Kedung Kayang (44)
    Didekat obyek wisata Ketep Pass, terdapat obyek wisata alam yang tidak kalah serunya. Namanya Air Terjun Kedung Kayang, sayang keberadaan obyek wisata ini masih sedikit o...
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

6 Comments on “Pemandian Air Hangat dan Situs Candi Umbul”

  • suryaden
    9 December, 2011, 14:42

    isin nek adus rame-rame

  • arif
    9 December, 2011, 21:45

    klo yg ini belum panh, di magelang, di grabag, yg pernah cum air terjun,

  • airyz
    12 December, 2011, 14:08

    tiket masuknya murah, kapan2 tak mrono mas :D

  • Ceritaeka
    12 December, 2011, 19:24

    Melihat ciamiknya poto2nya tiba2 dadanya sesak.
    Kmau gak mau poto bareng akuuu!

    *ini dendam kesumat keknya :))*

  • devieriana
    13 December, 2011, 8:12

    Aku udah lama nggak dateng ke tempat-tempat rekreasi kaya gini :(
    Selalu penasaran dengan yang kolam air hangat, belum pernah ke tempat-tempat kaya gitu :(. Mesakne ya? Pengen ngerasain berendem disana lama-lama, enak kayanya ya :D

Trackbacks

  1. Jelajah Lereng Gunung Andong dan Gunung Telomoyo | TeamTouring

Leave a Comment