Panggung Krapyak
Di sebelah selatan dari Plengkung Gading Kraton Yogyakarta terdapat sebuah situs peninggalan berupa bangunan yang melintang di tengah jalan yang dinamakan Panggung Krapyak.
Panggung Krapyak yang dikenal masyarakat sekitar dengan nama Kandang Menjangan merupakan bangunan yang berusia hampir 250 tahun dikenal sebagai tempat berburu hewan liar oleh raja-raja Kasultanan Yogyakarta. Dibangun di daerah yang dahulu dikenal dengan nama hutan Krapyak.
Saya melintasi situs Panggung Krapyak ketika berkeliling kota Jogja menikmati suasana sore. Akhirnya saya berhenti sejenak di situs ini yang telah mengalami rekontruksi atau perbaikan. Suasana Panggung Krapyak di sore hari cukup ramai mengingat jalan yang melintasinya menjadi lalu lintas orang-orang yang pulang dari bekerja.
Saya teringat ketika zaman saya masih kecil dahulu, sebelum adanya renovasi di Panggung Krapyak ini. Orang biasa bisa masuk kedalam ruangan dalam bangunan Panggung Krapyak. Namun sekarang telah dibuatkan pagar pintu dan jeruji besi di lubang-lubang yang berfungsi sebagai jendela sehingga orang biasa tidak dapat masuk ke dalam kecuali menghubungi petugas yang menjaga Panggung Krapyak ini.
Sejarah keberadaan Panggung Krapyak bermula ketika Raden Mas Jolang yang bergelar Prabu Hanyokrowati, raja kedua Kerajaan Mataram Islam adalah raja yang menggunakan daerah hutan Krapyak sebagai area berburu. Pada tahun 1613, beliau mengalami kecelakaan dalam perburuan dan akhirnya meninggal di sini. Beliau dimakamkan di Kotagede dan diberi gelar Panembahan Seda Krapyak (raja yang meninggal di Hutan Krapyak). Selanjutnya hobi berburu di hutan Krapyak dilanjutkan oleh Raja Pertama Kasultanan Yogyakarta yaitu Pangeran Mangkubumi yang bergelar Sultan Hamengku Buwono I kemudian membangun Panggung Krapyak ini.
Akhirnya saya hanya bisa melihat bangunan Panggung Krapyak dari luar saja. Tidak ada perubahan mengenai bangunan Panggung Krapyak ini. Ketika mengintip celah-celah lubang yang berfungsi sebagai jendela, saya tidak menemukan tangga kayu yang digunakan untuk menuju ke lantai atas. Sepertinya tangga tersebut sengaja dihilangkan karena mungkin membahayakan dan menjauhkan dari hal-hal yang tidak diinginkan.
Panggung Krapyak termasuk bangunan yang terletak di poros imajiner kota Yogyakarta, menghubungkan Gunung Merapi, Tugu Jogja, Kraton Yogyakarta, Panggung Krapyak dan Laut Selatan. Poros Panggung Krapyak hingga Kraton menggambarkan perjalanan manusia dari lahir hingga dewasa. Wilayah sekitar panggung melambangkan kehidupan manusia saat masih dalam kandungan, ditandai dengan adanya kampung Mijen di sebelah utara Panggung Krapyak sebagai lambang benih manusia.
Arsitektur bangunan panggung dengan sebuah pintu di masing-masing sisi dan dua buah jendela tanpa tutup memang cukup unik. Dibangun dengan dua lantai ini diperkirakan memiliki fungsi sebagai pengamatan hewan liar yang akan diburu dan tempat perlindungan apabila ada serangan dari hewan buas.
Jalanan yang melingkari bangunan Panggung Krapyak tidak ada perubahan yang berarti, yang berubah hanyalah perubahan dari jalan aspal ke konblok. Pemukiman yang berada disekelilingnya juga sedikit perubahan dimana hampir setiap rumah di tepi jalan digunakan untuk membuka usaha.
Incoming search terms for the article:
- Sejarah kandang menjangan cerita dewasa di desa krapyak kandang menjangan yogyakarta asal usul kampung krapyak sejarah kandang menjangan krapyak teamtouring net desa kandang menjangan asal-usul desa krapyak asal menggunakan nama kandang menjangan Asal usul kandang menjangan sejarah kandang menjangan yogyakarta asal mula desa krapyak sejarah krapyak kulon sendang beji bantul sejarah desa krapyak yogyakarta peternakan ayam sekitar jogja krapyak nama daerah seputar kandang menjangan mitos kandang menjangan yogyakarta mitos kandang menjangan jogja legenda di krapyak kandang menjangan jogja Kandang Menjangan kandang krapyak jogja gedung bersejarah didaerah krapyak yogyakarta furniture kayu di krapyak kulon yogya fungsi panggung krapyak





One Comment on “Panggung Krapyak”
kandang menjangan ya om.. weh..sekarang di kasih teralis..tho..