Patung Bulus Kiai Dhudha
Di area Sendang Seliran Kotagede, terdapat sebuah patung yang berdiri tegak di tepi dinding pemisah antara area Kompleks Sendang Seliran dengan Makam Raja-Raja Imogiri. Patung setinggi satu meter yang disebut Patung Bulus Kiai Dhudha ini merupakan peringatan keberadaan bulus (kura-kura) di area sendang ini.
Bulus Kiai Dhudha merupakan kura-kura berwarna kuning keputihan ini pada mulanya ditemukan di Pantai Samas, Bantul pada tanggal 11 Desember 1973 oleh seorang nelayan setempat. Uniknya, kura-kura tersebut hanya memiliki tiga kaki. Temuan ini kemudian oleh Bupati Bantul diserahkan kepada penjaga Kompleks Sendhang Seliran untuk dipelihara.
Menurut informasi pihak Kraton Yogyakarta, bulus atau kura-kura berwarna kuning keputihan adalah jenis satwa langka dan perlu dilindungi. Keanehan ciri-ciri fisik kura-kura tersebut, oleh masyarakat sekitar dianggap binatang yang gaib dan suci. Pada awalnya, di dalam Sendang Seliran Wadon tersebut dipelihara tiga ekor bulus (kura-kura) putih besar-besar. Mereka diberi nama Kiai Dhudha, Kiai Jaka, dan Mbok Rara Kuning. Ketiga kura-kura tersebut sekarang sudah mati, terakhir yang mati adalah bulus Kiai Dhudha. Untuk mengabadikan keberadaan Kiai Dhudha, dibuatlah patung Kiai Dhudha di timur laut Sendhang Seliran Kakung.


