Nasib Rumah Kahar Muzakkir Salah Satu Pendiri UII Merana

This item was filled under [ Napak Tilas ]

Nama Kahar Muzakkir atau bernama lengkap Abdul Kahar Muzakkir saat ini sepertinya tenggelam dan terlupakan oleh zaman. Sedikit orang yang tahu bahwa semasa hidupnya Kahar Muzakkir merupakan orang yang cukup berperan di kawasan Kotagede, berpendidikan tinggi, berperan dalam perumusan Piagam Jakarta, salah satu pendiri Universitas Islam Indonesia (UII), dan masih banyak lagi.

Abdul Kahar Muzzakir lahir di Yogyakarta tahun 1907, putera H. Muzakkir (seorang pedagang terhormat di Kotagede). Ibunya adalah puteri satu-satunya dari lima bersaudara keluarga H. Mukmin. Salah seorang saudara ibunya bernama H. Masyhudi merupakan tokoh yang terkenal di Kotagede pada saat itu, karena berperan dalam membentuk organisasi Muhammadiyah di Kotagede.

Rumah Abdul Kahar Muzakkir

Saya mengetahui sedikit biografi bapak Kahar Muzakkir ketika browsing di internet. Saya sangat kagum dengan peran beliau semasa hidupnya yang berjuang memajukan bangsa. Namun saya menjadi sedih ketika melihat bangunan bekas kediaman Kahar Muzakkir semasa hidupnya diambang kehancuran. Bangunan rumah bekas kediaman Kahar Muzakkir yang berada di tengah pemukiman kampung Selokraman kelurahan Purbayan kawasan Kotagede ini hanya menyisakan ruangan induk yang sebentar lagi hampir roboh.

Rumah bekas kediaman Kahar Muzakkir tersebut dulunya merupakan bangunan bergaya khas Jawa corak Kotagede yang memiliki bagian ruangan yang lengkap. Bangunan rumah tersebut sudah lama tidak ditinggali oleh ahli warisnya dan tidak terawat. Perlahan-lahan seiring berjalannya waktu beberapa bagian rumah mulai rusak akibat terkena angin dan hujan. Puncaknya pada gempa besar yang melanda kota Yogyakarta menghancurkan bangunan rumah hingga saat ini tersisa rumah induk yang hampir roboh.

Biaya perawatan rumah yang cukup mahal menjadi alasan ahli waris belum dapat melakukan renovasi. Kampus Universitas Islam Indonesia sepertinya hanya terdiam dan mengabaikan rumah salah satu pendirinya diambang kehancuran. Tidak ada tindakan atau sikap untuk menyelamatkan bangunan yang merupakan bagian dari sejarah keberadaan Universitas Islam Indonesia. Padahal tanpa keberadaan bapak Kahar Muzakkir yang memperjuangkan kemajuan Universitas Islam Indonesia, kondisi Universitas Islam Indonesia mungkin tidak akan seperti sekarang ini. Entah siapa yang mau berkorban uang untuk menyelamatkan rumah salah seorang yang banyak berjasa kepada negara ini. (text/foto: annosmile)


Incoming search terms for the article:

Popularity: 523 views

Artikel yang Berkaitan

  • Dalem Ropingen
    Rumah Ropingen atau Dalem Ropingen merupakan salah satu bangunan joglo yang cukup terkenal di kampung Pandean, kampung yang terletak di sebelah timur dari Pasar Legi K...
  • Between Two Gates
    Bila anda melewati Jalan Watu Gilang yang berada di selatan Pasar Legi Kotagede, maka anda akan melewati pintu masuk menuju ke kawasan perkampungan yang terkenal denga...
  • Mengingat Perjuangan Jendral Sudirman di Museum Sasmitaloka
    Jendral Sudirman merupakan salah satu pahlawan nasional yang berjasa besar dalam berjuang memperebutkan kemerdekaan bangsa Indonesia. Beberapa museum sudah banyak menc...
  • Monumen Jumenengan Sri Sultan HB IX
    Monumen yang berada di sebelah timur laut Pasar Legi Kotagede juga mengalami nasib yang serupa dengan gardu listrik Babon Aniem dan Situs Ngejaman Kotagede dimana kura...
  • Situs Bokong Semar
    Keberadaan sisa-sisa bangunan istana Kerajaan Mataram Islam yang dibangun oleh Panembahan Senopati masih tampak di beberapa sudut kawasan Kotagede. Salah satunya Situs...
  • Menelusuri Kampung Wisata Kotagede
    Nama Kotagede memang sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Salah satu kawasan di kota Jogjakarta yang menjadi sentra industri kerajinan perak. Namun, sedikit yang tah...
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

One Comment on “Nasib Rumah Kahar Muzakkir Salah Satu Pendiri UII Merana”

  • mila said
    22 January, 2013, 9:47

    sayang banget rumahnya ga dirawat gitu :(

Leave a Comment