Nasib Bukit Cinta

Tidak jauh dari Museum Kereta Api Ambarawa terdapat obyek wisata yang bernama Bukit Cinta. Obyek wisata Bukit Cinta memiliki daya tarik berupa pemandangan alam Rawa Pening yang luas dengan berlatar gunung Merbabu dan gunung Telomoyo yang ada dibelakangnya. Obyek wisata ini cukup favorit bagi wisatawan lokal yang ingin menikmati suasana danau Rawa Pening dari dekat.

Bukit Cinta terletak di Desa Kebondowo, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang. Bukit Cinta merupakan sebuah bukit kecil yang terletak di pinggir Danau Rawa Pening. Sesuai dengan namanya, zaman dahulu merupakan tempat memadu kasih pengantin baru.

Ketika memasuki obyek wisata Bukit Cinta, terlihat sebuah gapura besar selamat datang. Disebelah kiri dan kanan terdapat toko-toko kecil yang menjual beraneka macam kerajinan khas obyek wisata ini seperti kerajinan enceng gondok dan warung makan yang menyajikan makanan ikan air tawar. Saya langsung disambut petugas obyek wisata untuk membayar biaya retribusi masuk dan dipersilahkan memarkir kendaraan ditempat yang disediakan.

Dari kejauhan terlihat sebuah patung naga raksasa dibagian bawah bukit. Ternya patung mirip naga itu sebuah ular raksasa yang menjadi legenda terbentuknya Rawa Pening oleh ular Baruklinting. Di dalam patung ular raksasa tersebut terdapat sebuah ruangan yang isinya berupa koleksi hewan-hewan reptil dan ikan yang dimasukkan ke dalam aquarium. Ruangan yang berisi aquarium tersebut kondisinya terlihat kurang terawat dan kotor. Cukup disayangkan mengingat kawasan wisata Bukit Cinta berpotensi untuk dikembangkan menjadi obyek wisata yang cukup besar.

Ketika menaiki bukit kecil yang banyak terdapat pohon yang besar, membuat suasana terasa sejuk dan nyaman. Sayang beberapa fasilitas umum telah kehilangan fungsinya karena telah rusak dan tidak diperbaiki. Beberapa sampah menumpuk di bawah batang pohon dan cukup mengganggu bagi wisatawan yang ingin bersantai di bawah pohon. Selain itu beberapa sarana yang rusak belum sepenuhnya diperbaiki.

Saat berada di tepian bukit untuk melihat panorama keindahan Rawa Pening, kekecewaan yang kami dapat. Danau Rawa Pening telah surut airnya dan hampir semua tepian danau telah ditumbuhi oleh enceng gondok. Lebatnya tanaman enceng gondok di tepian danau membuat beberapa perahu tidak dapat digunakan untuk berkeliling, kalaupun bisa tetap saja cukup sulit untuk mengendalikan perahu agar tidak terjerat tanaman enceng gondok. Akhirnya kami mengurungkan niat untuk berkeliling Rawa Pening dengan menggunakan perahu.

Pesatnya pertumbuhan enceng gondok akibat pencemaran air yang terjadi di Rawa Pening. Air danau yang tercemar sabun dan limbah industri dapat memacu enceng gondok untuk tumbuh dengan cepat. Usaha pembersihan enceng gondog di Rawa Pening sepertinya gagal karena pertumbuhan lebih cepat daripada usaha pembersihannya.

Pesona yang ditawarkan obyek wisata ini terasa hilang dengan tertutupnya Rawa Pening oleh tanaman enceng gondok. Wisata air yang dulunya menjadi salah satu andalan obyek wisata ini sekarang sudah tidak menarik lagi. Memang sudah dilakukan pembersihan enceng gondok di danau dan sebagian enceng gondok digunakan sebagai bahan kerajinan. Namun sia-sia karena sampai saat ini masalah tersebut belum bisa teratasi.

Kawasan Bukit Cinta ini semakin lama menjadi kurang diminati oleh wisatawan khususnya keluarga maupun instansi yang ingin berpiknik di tepian Rawa Pening. Padahal untuk menikmati pemandangan Rawa Pening paling menarik melalui kawasan ini. Akhirnya kawasan ini hanya didominasi pengunjung yang sedang berpacaran dan sedikit wisatawan umum yang berkelompok atau berkeluarga. Obyek Wisata Bukit Cinta semakin terpuruk dengan munculnya obyek wisata baru di tepian Rawa Pening yaitu Kampung Apung Rawa Pening. Bila tidak ada perbaikan dan inovasi baru, Obyek Wisata Bukit Cinta terancam sepi pengujung dan dikhawatirkan akan tutup. Diharapkan pemerintah daerah mengerti dengan masalah ini dan segera memberikan solusi agar Bukit Cinta kembali diminati pengunjung. (text/foto: annosmile)

== Tiket Masuk

Dewasa : Rp6.000,-/orang (update: 2012)

-----------
Bookmark and Share

Ada 46 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. Andy MSE:

    kuwi panggonan pacaran…
    dulu juga tempat favoritku mancing wader ijo…

  2. rudis:

    disitu memang asyik tapi sanyangnya banyak orang lagi pacaran

  3. aRuL:

    kapan sy diajak ke sana?
    ngak sekalian ke sby, dieksplore wisata di sana :D hehe

  4. yangputri:

    namanya juga bukit cinta pastinya banyak orang yang pacaran :-D

  5. iLLa:

    sepertinya tempat yg asik buwat bulan madu, hihi..
    makanya pacarannya setelah nikah aja :)

  6. mawi wijna:

    dirimu bercintanya di bukit atau di rawa No? :p

  7. dhodie:

    Itu rawa koq malah jadi kelihatan seperti sawah yak? :-D

    Oiya, kenapa namanya Bukit Cinta? Ada sejarahnya kah? :-)

  8. annosmile:

    aku gak seperti itu :P
    disana cuma survei :D

  9. soewoeng:

    lha jaman diriku sd bukit cinta emang moi bos… semua pergi ke bukit cinta
    ke rowo pening juga
    sekarang kurang gaungnya gara gara enceng goondok

  10. alief:

    aku jomblo e…, entuk mrono gak yo???

  11. big sugeng:

    Bukit berbunga atau bukit bercinta
    cocoknya buat ngusir orang pacaran?

  12. jejak annas:

    sayang nama indah bukti cinta tak sebesar cinta yang dimiliki ownernya. jadi weh bangkrut kitu nya? sayang pisan eung

  13. anas:

    wah namanya itu lho, Bukit cinta…romantis banget..hehehe

    apakabar bro??? gw ama temen2 mau ke tana toraja bulan maret…

  14. Alfaro Lamablawa:

    kalo ga salah di arab juga ada bukit cinta, tempat pertemuan Nabi Muhammad dan istrinya.

  15. hamka:

    bukit cinta buat bercinta.. tapi sayang, saiki wes jomblo meneh. nek ora jomblo ngono tak anyangi rono, cedak we kok mung banyubiru.. *** matih konangan ngopo meh rono nek karo pacar wakakakakaka… ora denggggggggg…. mung pengen turing turing e :D

  16. zee:

    Eceng gondok memang susah diberantas. Jadi memang harus rajin setiap bbrp waktu dibersihkan, dia kan kayak rumput, dipotong ya tumbuh lagi.

  17. Adrie:

    Selain ada “bukit berbunga”, ternyata ada “bukit cinta”, trus bagaimana dengan “bukit kembar”..? Wakakakka

  18. nahdhi:

    Saya baru sekali kesana itupun pas piknik jaman SD. Saya masih inget kalo disana banyak orang mancing di rawa-rawa-nya Rawa Pening….

  19. mandor tempe:

    Senang sekali bisa jalan-jalan menikmati indahnya bukit cinta.

  20. dafhy:

    sayang kalau wisata-wisata itu akan hilang karena tidak di rawat

  21. yudi:

    mengenai penamaan tempat, ko aku lebih suka kalo objek2 wisata tu dinamai dengan nama2 klasik khas indonesia gitu yah :D

  22. oelil:

    sudah jadi kebiasaankah kurangnya pemeliharaan di berbagai t4 umum ya….
    wah nelonso tenan to yo…

  23. buwel:

    Duh, sayang ya… Moga bisa dikelola dengan baik lagi…

  24. endar:

    seneng tenan jalan jalan terus.
    jenenge kok bukit cinta… nama yang aneh

  25. Irfan:

    bukit cinta? tempat bercinta kah?hhee…
    *lucunamanya.

  26. gajah_pesing:

    uapik sajak’e

  27. PRof:

    nek mrono arep nggowo kamera aku, ben iso nge-sut wong2 sing lagi pacaran

  28. thepenks:

    maklum kalau disebut sebagai tempat pacaran, karena namanya ja sudah bukit cinta…

  29. tukangpoto:

    Idealnya semua tempat pariwisata di Indonesia setidaknya pernah kita kunjungi agar bisa merasakan bahwa Indonesia kita itu ‘kaya’.

  30. Setiawan DirgantaRa:

    Sayang sekali, kalau obyek wisata yang begitu indah, tidak mendapat perhatian dari instansi terkait.

  31. Mamah Aline:

    kayak di waduk saguling tuh, danau indahnya tertutup enceng gondok jadi mengurangi keindahannya

  32. Abula:

    Di tempat saya pun ada nama tempat wisata yang benama Bukit Cinta nama lainnya juga adalah Bukit Bintang, dan sampai saat ini masih asyik saja untuk dikunjungi…

  33. attayaya:

    rawa itu bisa hilang kalo dibiarkan ditumbuhi enceng gondok yang mbikin gondok ati

  34. Mendaki Tingkatan Candi Gedongsongo | TeamTouring:

    […] Terakhir yudhi: makasih udah berkunjung ke blog saya…attayaya: rawa itu bisa hilang kalo dibiarkan ditu…wongcerbon: wah pengen deh ke situ kalo […]

  35. ciwir:

    kowe pacaran opo ngincwng wong mbojo
    wahahah

  36. annosmile:

    survei :P

  37. wi3nd:

    nama rawa penin9 sepertina suda nda asin9 ditelin9aku..

    waah,,sayan9 yah,encen9 9ondoknya harus diberantas..

  38. HAPIA Mesir:

    iya ni bukit cinta terancam. deket rumah pamanq. n daerah tempat q maen..

  39. munir ardi:

    hanya bisa miris XD kalau tempat seindah itu jadi terbengkalai

  40. moses:

    numpang nanya dong, kalo sentra kerajinan di ambarawa ada gak?

  41. admin:

    maaf kurang tau

  42. anny:

    tempat suamiku alih profesi / mutasi lintas dinas setiap hari minggu….
    dari dinas pendidikan kota salatiga ke dinas perikanan kabupaten semarang…
    sengit aku d tinggal mancing wae….:(

  43. pak made:

    bukit cinta kurang ditata, harusnya ditata biar kayak taman nya di The Grand Canaria Resort..

  44. Sumurup, Sisi Lain Melihat Keindahan Rawa Pening | TeamTouring:

    […] dan semakin lama semakin berkurang. Kondisi ini cukup berbeda dengan Rawa Pening yang berada di Bukit Cinta dimana hampir semua kawasan dipenuhi tanaman Enceng […]

  45. Enceng Gondok dan Rawa Pening | TeamTouring:

    […] kemudian dibawa ke kawasan Banyubiru untuk didistribusikan ke sentra kerajinan yang berada di dekat Bukit Cinta dan ke luar daerah seperti Yogyakarta. Biasanya eceng gondok dibuat untuk menjadi aneka tas, […]

  46. Kampoeng Rawa, Wisata Rekreasi Keluarga Di Ambarawa | TeamTouring:

    […] perahu mesin. Meskipun sudah banyak ditemukan di beberapa obyek wisata di tepi Rawa Pening seperti Bukit Cinta dan Sumurup, wisata keliling Rawa Pening ini masih cukup favorit di kalangan wisatawan. Tidak heran […]

Kirim pendapat

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan TeamTouring. Redaksi berhak menyunting atau menghapus kata-kata yang berbau narsisme, promosi, spam, pelecehan, intimidasi dan kebencian terhadap suatu golongan.