Napak Tilas Jalur Kereta Api Rute Yogyakarta – Palbapang (Bantul)

This item was filled under [ Kereta Api, Napak Tilas ]

Menelusuri jalur mati kereta api Jurusan Yogyakarta – Palbapang sepertinya asik dan penuh dengan tantangan. Jalur mati ini tidak sepenuhnya utuh karena tergerus arus pembangunan kota hingga menyisakan sisa-sisa tanda dan bekas bangunan di beberapa tempat. Kita harus jeli memperhatikan sekeliling bahwa dahulu sekitar tempat tersebut merupakan jalur kereta api.

Jalur Kereta Api Jurusan Yogyakarta – Palbapang (Bantul) mulai dibangun pada tahun 1912 oleh Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NIS). Jalur beserta rute Kereta Api Jurusan Yogyakarta – Palbapang resmi berhenti beroperasi pada tanggal 1 Agustus 1973.

Penelusuran Jalur Kereta Api Jurusan Yogyakarta – Palbapang dimulai dari Stasiun Tugu. Jejak-jejak jalur kereta apu mengarah ke barat kemudian berbelok ke arah selatan melewati ke Jalan Jlagran Lor. Sebuah jalan kampung menikung yang ditengahnya terdapat taman dan selanjutnya terdapat sisa-sisa rel kereta api. Jalan kampung tersebut berujung ke Jalan Letjen Suprapto. Perjalanan dilanjutkan ke arah selatan hingga lampu merah perempatan Ngabean. Di tepi jalan Letjen Suprapto banyak ditemukan tiang-tiang komunikasi dan sebuah tiang rambu sinyal kereta api.

Kawasan Taman Parkir Ngabean masih berdiri dengan kokoh sebuah Stasiun Ngabean. Beberapa potong rel dan roda ditinggalkan sebagai bukti bahwa bangunan tersebut merupakan bekas stasiun kereta api. Bangunan bekas stasiun Ngabean saat ini dipergunakan untuk kantor Forum Komunikasi Kawasan Ngabean Yogyakarta. Perjalanan dilanjutkan ke arah selatan melewati Jalan Wahid Hasyim yang cukup banyak ditemukan tiang-tiang komunikasi beserta rel kereta api.

Dari pojok beteng kulon perjalanan diteruskan hingga bekas Stasiun Dongkelan yang dekat dengan Ring Road Selatan. Kondisi bekas Stasiun Dongkelan telah dipugar dan mengalami banyak perubahan. Tidak terlihat sisa-sisa peninggalan lain seperti tiang komunikasi dan potongan rel.Sekarang bangunan stasiun Dongkelan dimanfaatkan untuk usaha warung makan.

Dari Jalan Bantul selatan ringroad mulai kembali terlihat bekas jalur kereta api di sisi barat jalan. Sebelum memasuki jembatan Niten tiba-tiba jalur kereta api berbelok ke barat melewati perkampungan berujung pada bekas jembatan kereta api Kali Winongo yang disulap menjadi jembatan penyebrangan umum.

Sisa-sia jalur kereta api masih terlihat walaupun tertutup oleh semen cor jalan kampung. Pada sebuah kawasan pemukiman kami menemui bekas bangunan Stasiun Winongo. Kondisi bangunan stasiun Winongo cukup memprihatinkan walaupun telah melakukan perbaikan dan saat ini dimanfaatlan sebagai ruangan rapat karangtaruna. Mungkin karena posisi jauh dari jalan raya sehingga lepas dari perhatian pemerintah.

Ujung jalan kampung ini kembali ke tepi jalan Bantul. Dari pertigaan Kasongan masih lurus ke selatan hingga pertigaan Cepit. Menurut informasi di sekitar pertigaan Cepit terdapat bekas Stasiun Cepit namun kami tidak menemukan keberadaan stasiun tersebut. Kami hanya bisa memperkirakan bangunan semi permanen yang posisinya sedikit menjorok ke jalan adalah bekas bangunan stasiun Cepit.

Memasuki kawasan kota Bantul kami masih menelusuri bangunan yang diperkirakan merupakan bekas bangunan stasiun Bantul. Akhirnya kami menemukan bangunan yang mirip dengan stasiun di sebelah selatan Pasar Bantul. Bangunan warung bernama “Stasiun” kini membuat kami semakin yakin bahwa dahulu bangunan tersebut merupakan bangunan Stasiun Bantul.

Perjalanan kami lanjutkan ke arah selatan menuju ke arah Palbapang. Perkiraan bekas jalur kereta api masih terlihat di sisi timur jalan atau di kawasan jalur lambat. Namun kami tidak menemukan sisa-sisa potongan rel ataupun tiang komunikas yang tertancap di tepi jalan.

Bekas Stasiun Palbapang terdapat di kawasan Terminal Bus Palbapang, Bantul.

Posisi Stasiun Palbapang cukup mudah ditemui karena berada di tepi jalan penghubung Palbapang-Srandakan. Kondisinya terawat dengan baik dan pernah mengalami renovasi ketika terjadi pembangunan terminal bus Palbapang pada beberapa puluh tahun yang lalu. Bangunan bekas stasiun Palbapang saat ini berubah fungsi menjadi salah satu bangunan terminal dan potongan rel sudah diangkut dan dititipkan pada Dinas Perairan Bantul.

Akhirnya napak tilas jalur kereta api rute Yogyakarta hingga Palbapang Bantul berakhir. Beragam pertanyaan dan penyesalan muncul mengapa jalur kereta api ini berhenti beroperasi. Beberapa peninggalan bangunan yang tampak menunjukkan bahwa transportasi kereta api pernah mengalami masa-masa puncak kejayaan. Entah apakah mungkin jalur kereta api rute Yogyakarta – Palbapang ini dapat kembali difungsikan lagi mengingat sisa-sisa jalur yang ada telah hilang diterpa arus pembangunan. (text/foto: annosmile)

-----------
Bookmark and Share
Popularity: 3,646 views

Artikel yang Berkaitan

  • Sisa-Sisa Jalur Rel Kereta Api di Suryowijayan Ketika beristirahat di kawasan yang dipenuhi warung belakang Jalan Wahid Hasyim, kami kembali menemukan sisa-sisa jalur kereta api yang menghubungkan antara kota Yogya...
  • Bekas Stasiun Palbapang Rute bekas jalur kereta api dari kota Yogyakarta hingga Bantul tidak berhenti sampai di stasiun Bantul, karena stasiun Bantul hanya merupakan stasiun kecil yang dahulu...
  • Bekas Stasiun Winongo Setelah menelusuri bekas jalur kereta api di jembatan Kali Winongo, perjalanan dilanjutkan melewati jalan yang melewati perkampungan. Setelah sempat kehilangan jejak a...
  • Penelusuran Sisa-Sisa Jalur Kereta Api Stasiun Winongo – Pabrik Gula Madukismo Beberapa minggu yang lalu, kami melakukan penelusuran bekas jalur kereta api yang mengubungkan antara kota Yogyakarta dengan kabupaten Bantul tepatnya rute stasiun Tug...
  • Bekas Jembatan Kereta Api Yang Melintas di Kali Winongo Setelah menelusuri jalur kereta api di bekas Stasiun Dongkelan, perjalanan dilanjutkan menuju ke selatan melewati Ring Road Selatan. Belum tampak sisa-sisa jalur keret...
  • Bekas Stasiun Dongkelan Siapa sangka di tepi jalan Bantul dekat kawasan Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (PASTY) pada zaman dahulu dibangun sebuah stasiun kereta api. Bangunan stasiun ...
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

3 Comments on “Napak Tilas Jalur Kereta Api Rute Yogyakarta – Palbapang (Bantul)”

  • aida
    19 June, 2013, 19:53

    bagaimana dengan jalur jogja magelang? kebetulan saya saat ini tinggal di area yang adalah bekas jalur tersebut.

Trackbacks

  1. Mencari Jejak Jalur Rel Kereta Api di Jalan PJKA Sleman | TeamTouring
  2. Penelusuran Sisa-Sisa Jalur Kereta Api Stasiun Winongo – Pabrik Gula Madukismo | TeamTouring

Leave a Comment