Museum Sejarah Nasional, Gerbang Menuju Tugu Monas

Sebelum memasuki Tugu Monas, pengunjung diharuskan melewati Museum Sejarah Nasional yang terletak dibawah persisi dari Tugu Monas atau Tugu Monumen Nasional. Sekalian saja saya ingin mengetahui apa saja koleksi yang dipamerkan di museum tersebut.

Ruang Museum Sejarah Nasional terletak 3 meter di bawah permukaan halaman Tugu Monumen Nasional dengan ukuran luas 80X80 meter persegi. Dinding, tiang, dan lantai secara keseluruhan berlapiskan marmer.

Memasuki lorong bawah tanah yang terdapat fasilitas pendingin ruangan (AC). Saya diharuskan menelusuri lorong untuk menuju ke loket masuk. Cukup jauh dan ditambah beberapa pendingin ruangan yang rusak atau mati, menyebabkan suasana di dalam lorong terasa lembab dan panas.

Setelah membayar tiket masuk, saya langsung diarahkan menuju tangga naik dan memasuki area halaman dalam dari Tugu Monumen Nasional (Monas) dan menelusuri jalan menuju ke sebuah pintu yang didalamnya terdapat tangga menurun.

Suasana tampak gelap dan sepi, dan dibagian tengah terasa kosong tanpa ada benda yang dipamerkan. Saya baru mengetahui bahwa museum ini menampilkan diorama yang berisi sejarah bangsa Indonesia yang berada di dinding museum.

Di ruang Museum Sejarah terdapat 51 jendela peragaan (diorama) yang mengabadikan peristiwa sejarah sejak zaman kehidupan nenek moyang bangsa Indonesia, perjuangan mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan bangsa Indonesia, hingga masa pembangunan Orde Baru.

Saya tertarik mengamati isi setiap diorama, setiap diorama terdapat penjelasan yang cukup jelas mengenai peristiwa sejarah yang terjadi di Indonesia. Para pengunjung museum ini terlihat santai membaca satu persatu informasi yang diberikan. Namun cukup disayangkan, ada beberapa diorama yang mengalami kerusakan dan belum diperbaiki, entah yang terdapat kerusakan dibagian lampu ataupun sedang perbaikan miniatur gambaran peristiwa sejarah.

Bagian tengah museum masih terlihat luas dan lenggang tanpa ada properti lain yang dipamerkan kepada pengunjung. Bagi sebagian orang, mengamati gambaran peristiwa jaman dahulu di dalam diorama memang mengasyikan, namun bagi sebagian orang lain merupakan hal yang kurang menarik dan menjemukan. Saya berharap di area kosong tersebut ditambah koleksi benda seperti replika, miniatur, atau hal yang dapat meningkatkan daya tarik pengunjung dan meningkatkan wawasan mengenai sejarah bangsa Indonesia.

Walaupun hanya diorama saja yang dipamerkan di dalam museum tanpa ada hal menarik lainnya, cukup banyak orang yang menggunakan area ini untuk sekedar bersantai dan menikmati dinginnya ruangan museum bermesin pendingin dibalik cuaca siang hari kota Jakarta yang cukup panas. Selanjutnya saya meneruskan perjalanan menuju ke Puncak Monas.

== Tiket Masuk

Harga Tiket : Rp2.500,-/orang

Bookmark and Share

Ada 3 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. Ayiph:

    Padahal ada anggaran pemeliharaan kok ndak di manfaatkan sesuai fungsinya …
    Bisa bisa ,, monas runtuh ya mas baru di perbaiki .. hehe .. ^_6 nice inpho mas …

  2. mila:

    gw nunggu cerita tawaf keliling monas 1,5x puteran aja deh hihihiii….

  3. Tugu Monas, Simbol Kebanggaan Bangsa Indonesia | TeamTouring:

    […] memasuki Tugu Monumen Nasional, saya diharuskan melewati dahulu Museum Sejarah Nasional yang letaknya disebelah bawah bangunan Tugu Monas. Inti dari wisata di Tugu Monas adalah melihat […]

Kirim pendapat