Museum Purbakala Pleret

This item was filled under [ Museum ]

Sedikit orang yang tahu bahwa di daerah Pleret terdapat sebuah museum purbakala yang dinamakan Museum Purbakala Pleret. Museum ini sebetulnya belum resmi dibuka, menunggu penataan dan kelengkapan isi museum yang kabarnya masih sedikit koleksi yang ada.

Museum Purbakala Pleret berada di dusun Kedaton, desa Pleret, kecamatan Pleret, kabupaten Bantul. Museum ini berupa penampungan beberapa benda cagar budaya yang ditemukan disekitaran Bantul.

Lokasi Museum Purbakala Pleret berada di tepi jalan umum sehingga akses jalan untuk menuju tempat ini cukup mudah untuk ditempuh. Sebelumnya memasuki museum, saya meminta izin dulu kepada penjaga museum yang rumahnya berada di depan museum.

Di halaman Museum Purbakala Pleret, terdapat beberapa arca seperti arca nandi yang berfungsi sebagai jaladwara, potongan batu jaladwara, batu yang berbentuk lumpang, sebuah stupa, dan beberapa batuan purbakala yang dipasang di beberapa sudut museum.

Museum purbakala ini terdapat beberapa bangunan namun hanya satu bangunan yang terletak di bagian barat yang baru terisi koleksi benda-beda sejarah. Pintu bangunan yang menyimpan benda-benda bersejarah ini selalu terkunci. Sebelum memasuki ruangan bangunan, pintu tersebut dibuka kuncinya oleh penjaga museum sambil menjelaskan informasi keberadaan dan asal-usul benda-benda bersejarah di museum ini. Kami dianjurkan untuk melepas alas kaki sebelum memasuki ruangan bagian dalam.

Memasuki bangunan museum yang terletak di sebelah barat. Terdapat dua etalase yang didalamnya terdapat koleksi benda-benda seperti serpihan logam dan beberapa hiasan serta perabot yang terbuat dari logam. Kondisinya cukup terawat dengan baik. Kami melihat beberapa arca yang kami ketahui seperti arca Ganesha, arca Agasatya terawat dengan baik.

Beberapa arca yang ditemukan di kawasan Bantul juga disimpan disini walaupun sebagian masih dititipkan di BP3 dan Museum Sonobudoyo Yogyakarta. Umpak yang merupakan batu alas penyangga bangunan juga disimpan disini. Konon umpak yang ditemukan merupakan sisa dari bangunan Kraton Mataram Pleret yang hancur kemudian berpindah ke Kartasura.

Sumur yang bercat warna merah muda sering disebut Sumur Gumuling ini oleh warga sekitar dipercaya oleh sebagian masyarakat bila menggunakan air dari sumur tersebut bisa cepet dapet rejeki dan jodoh.

Sebelum meninggalkan area museum, kami melihat sebuah sumur tua yang lokasinya berada di balik papan nama Museum Purbakala Pleret. Sumur yang dinamai Sumur Gumuling sama dengan nama di salah satu kawasan situs Taman Sari ini memiliki cerita unik di kalangan masyarakat sekitar.

Kami berpikir, Museum Purbakala Pleret cukup berpotensi untuk dibuka menjadi museum yang dikunjungi umum tanpa harus melewati proses perizinan untuk memasukinya. Keberadaannya cukup dibutuhkan mengingat kabupaten Bantul belum memiliki museum sendiri yang menyimpan benda-benda purbakala dan bersejarah. Sebagian besar barang temuan purbakala  yang ditemukan di kawasan kabupaten Bantul masih tersimpan di BP3 dan Museum Sonobudoyo. Semoga kedepannya segera dibuka menjadi kawasan wisata umum dan proses pencarian benda purbakala bisa dilanjutkan mengingat masih banyak kawasan di Bantul yang diperkirakan ditemukan benda-benda purbakala.


Incoming search terms for the article:

Bookmark and Share
Popularity: 747 views

Artikel yang Berkaitan

  • Situs Kedaton Pleret (8)
    Kawasan Pleret merupakan kawasan yang memiliki kaitan erat dengan sejarah perkembangan Mataram Islam di Indonesia. Kawasan ini pernah digunakan menjadi ibukota pemerintah...
  • Jelajah Curug Banyunibo Pajangan (3)
    Cukup sering saya mendengar nama Banyunibo yang merupakan nama beberapa air terjun di Gunungkidul. Namun baru kali ini saya mengetahui bahwa di Bantul sendiri juga terdap...
  • Mblusuk Air Terjun Njurug Pajangan (1)
    Beberapa kali saya mendengar cerita tentang keberadaan air terjun di kawasan Bantul sebelah barat. Namun baru sekarang saya mencoba menelusuri keberadaan air terjun terse...
  • Prosesi Upacara Melasti di Pantai Parangkusumo (5)
    Pantai Parangkusumo yang berada di kawasan wisata Pantai Parangtritis tidak lepas disebut sebagai kawasan mistis dan religi yang sering digunakan untuk ritual budaya atau...
  • Menengok Kawasan Mangrove Muara Sungai Opak (6)
    Berkunjung ke kawasan hutan mangrove memang sesuatu hal yang kurang menyenangkan bagi sebagian besar orang dan mereka lebih memilih berkunjung ke kawasan wisata yang lebi...
  • Air Terjun Kedung Miri di Sisi Timur Bantul (6)
    Jajaran pegunungan di sisi timur Imogiri memang memiliki pesona alam yang cukup menarik, khususnya keberadaan air terjun yang masih dikategorikan sebagai air terjun peraw...
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

7 Comments on “Museum Purbakala Pleret”

  • mila
    16 February, 2012, 14:26

    gw masih penasaran sama istana nya. Itu hancur waktu perang atau gimana ya? *buka buku sejarah*
    Klo gw ke Jogja anterin gw kesini yak

  • wahyu asyari m
    16 February, 2012, 14:57

    anterin aku juga ya kak :(

  • Rusa
    16 February, 2012, 18:08

    Di Surabaya banyak banget Museum, kalau mampir ke Surabaya biar Rusa anterin deh Anno :D 

  • Hanif
    18 February, 2012, 8:26

    wah, menarik soal sumur itu, cat merah itu emang disengaja ya? hehe.

  • Scaffolding
    20 February, 2012, 11:03

    Seharusnya pelajar indonesia di ajak untuk tour ke tempat2 bgnian kayak kemaren di acara kick andy mengenai peningkatan sejarah dari tour2 ketempat sejarah. karena kalau bukan yang muda siapa lagi yang akan melestarikan.

  • m-amin
    20 February, 2012, 21:24

    Kalau musium tidak dapat diakses untuk umum terus apa gunanya dibangun musium.

  • arif
    23 February, 2012, 18:29

    museum itu kurang pemasaran, mungkin para sarjana pariwisata harus lbh banyak dikasi materi manajemen pemasaran :D

Leave a Comment