Monumen Palagan Tumpak Rinjing yang terlupakan
Setelah selesai menambal ban, kami kembali ke homestay dan membersihkan diri. Kemudian segera check out dan meneruskan perjalanan menuju ke Pantai Srau. Dalam perjalanan kami melewati sebuah monumen yang berdiri di pinggir jalan. Sekilas bila dilihat, monumen tersebut tidak terawat dan tidak penting. Karena tidak ada pengunjung, penjual, maupun tukang parkir yang biasanya berkeliaran di obyek wisata.
Monumen Tumpak Rinjing terletak di desa Pringkuku, kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan. Merupakan rute gerilya Panglima Besar jendral Sudirman di Pacitan dalam berjuang melawan penjajah.
Menghentikan kendaraan sambil memarkir di sisi kiri, kami berjalan menuju ke arah monumen yang ukurannya tidak besar hanya beberapa meter tingginya dengan dua buah patung. Tidak ada papan keterangan di halaman monumen yang berupa taman yang tidak terawat.
Cukup lama kami melihat patung yang berada di atas monumen Tumpak Rinjing, memikirkan pahlawan yang diukir pada patung tersebut. Akhirnya kami mengetahui patung tersebut adalah Patung Jendral Soedirman ketika melakukan gerilya saat agresi militer Belanda ke Indonesia. Berikut kutipan tulisan yang ada di dinding monumen :
“Monumen Tumpak Rinjing dibangun untuk mengenang jasa para pahlawan yang gugur dalam pertempuran di Tumpak Rinjing. Pertempuran terjadi pada tanggal 7 Juni 1948 di Tumpak Rinjing antara tentara Indonesia yang dipimpin Jendral Soedirman dibantu masyarakat Pacitan melawan Pemerintah Kolonial Belanda”.
Setelah membaca tulisan tersebut, kami baru tau kalau tempat ini merupakan bukti sejarah Indonesia yang sangat penting. Namun, mengapa tempat ini tidak terawat dan diabaikan begitu saja. Padahal perjuangan para pahlawan terdahulu tidak dapat ditebus oleh apapun.
Memang, mungkin peristiwa sejarah ini tidak disebutkan di dalam buku mata pelajaran sejarah. Namun, mengapa peristiwa ini serasa terabaikan. Bahkan pemerintah kurang tanggap dalam mengelola peninggalan sejarah baik masa kerajaan maupun masa perjuangan melawan penjajah.
Kami berharap semoga monumen-monumen lain yang dibangun di Indonesia mendapat perawatan yang baik. Karena kami merasa banyak monumen bersejarah yang terbengkalai dan tidak terawat sebagai mana semestinya. Semoga kelak anak cucu kita juga masih mengingat perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan bangsa dengan keberadaan monumen yang dibangun. Akhirnya kami meneruskan perjalanan menuju ke Pantai Srau.
Incoming search terms for the article:
- palagan tumpak rinjing pemerintahan kolonial belanda Monumen Palagan Tumpak Rinjing sejarah monumen tumpak rinjing di pringkuku monumen tumpak rinjing sejarah di pringkuku kolonial pemerintahan belanda sejarah monumen tumpak rinjing pemerinahan kolonial belanda monumen tumpak tumpak rinjing pacitan




46 Comments on “Monumen Palagan Tumpak Rinjing yang terlupakan”
keren banget
lebih oke lagi kalo monumennya didukung semacam museum ya. jadi tambah rame de. :)
saya kira hampir semua monumen terlupakan :(
betull…kayanya semua orang hampir melupakan monumen” bersejarah…:(
Banyak monumen di daerah diriku yang
tidakkurang terawatjadi males berkunjung, palingan juga lewat
jadi malu klo nunjukin ke orang laen dari luar kota
beginilah indonesia – pemerintahnya suka buang2 duit untuk hal yg ga perlu…. trus ga di urus lagi kaya monumen ini :(
Waw, asyiknya bro, jalan2 ke monumen bersejarah
ajak2 dunkkk
wkwkwk
baru tahu di pacitan ada yang kayak gini
Ikut PRIHATIN…. semoga mendapat perhatian pemkab setempat.
Patungnya kira-kira mirip ga ya dengan patung yg di Jakarta sini..
wah tadi saya kaira palagan ambarawa hi hi hi
wah..saya jadi pengen jalan2 ke sana jadinya..
melupakan sejarah merupakan hal yang paling ditangisi oleh para pejuang sebelum kita
semoga tempat kaya ginian terus terawat untuk mengenang para pendahulu kita yang rela berjuang untuk kita
mungkin karena kurangnya ketertarikan kepada monumen sejarah kali ya
sama halnya dengan penjual sekitar, yang enggan berjualan disana karena spi pengunjung
tapi seandainya monumennya terawat, ada kemungkinan:
1. klo mau masuk, mesti bayar retribusi
2. banyak pedagang yg jualan disana
3. = konsumerisme!
jend. sudirman tu khas banget ya patungnya. dari jauh aja tadi aku dah bisa nebak kalo itu patung jendral sudirman :D
Tumben gak ada graffiti nya..hehe…
annosmile Reply:
May 21st, 2009 at 9:12 am
iya nih :)
inggin rasanya ikut turing tapi sayang d sayang motor jadul saya ngak mendukung…mas ane dah ke pacitan tapi maping
moga-moga monumen seperti ini tetep terawat ya, gak dicorat coret sana sini…
di tempat saya rinjing itu artinya bakul
annosmile Reply:
May 21st, 2009 at 9:16 am
Bhasa mana itu bro ??
goa gong nya sekalian, om…
huehehehe…
kalau setiap hari bisa jalan2 tentu menyenangkan.kalau satu hari dapat 5 foto ditotal sebulan dapat berapa ya
suatu saat gw harus ke pacitan….:-)
selalu aja ada narsismenya :P
hmmm.. saya blom pernah ke monumen tumpak rinjing kayaknya deh :)
publikasi seperti inilah agar tempat yang mempunyai nilai historis bisa diketahui oleh semua orang….
guud posting…menilik sejarah yang terabaikan….
salam kenal….
wah monumennya kok sepi adem ayem gitu
dilupain ma orang2 ya
wew…takPikir di palagan ambarawa..hehehe
wahhh,, disayangkan sekali ya…
wah kalau ada pendukung museumnya tambah keren nich
teamtouring emang mantap toering2nya
:)
duuuh pengin ke pacitan neh….
wew.. padahal bagus tuh klo dirawat..
kayanya semua orang hampir melupakan monumen” bersejarah…:( padahal itu adalah salah satu bukti yg tidakbisa di pungkiri sampai kapan pun…
bangsa yang besar adalah bangsa…………………………………….
iya,,,,dari jauh spertinya tidak terawat,,,banyak rumput liar….padahal Indonesia punya banyak monumen sejenis ini….
sungguh memilukan kedaan monumen tersebut ;)
jujur saja kalau tumpak rinjing belum pernah saya kunjungi, mas anno. info ini bisa menjadi salah satu serangkaian objek wisata sejarah yang layak dikunjungi saat ke jatim.
Petualangan yang mengesankan mas.
Sayang, monumen yg dibuat dengan maksud untuk menghidupkan semangat juang seperti yang diteladankan para pejuang yang luhur dan tulus, jadi terabaikan.
Mungkinkah ini cermin sikap kebanyakan kita sebagai suatu bangsa?.
Kalo iya…gawaaat!
hmmm.. sepertinya gua baru denger nama Monumen Palagan Tumpak Rinjing nih… nambah koleksi gua :)
weleh… aku aru tahu… bener sampean mas anno! itu nggak ada di buku sejarah.. hiks!
annosmile Reply:
May 21st, 2009 at 9:22 am
Memang nggak ada :(
Palagan tumpak rinjing yang sudah terlupakan itu di desa Dadapan Kecamatan Pringkuku boz bukan desa pringkuku……