Menikmati Jenang Sumsum Pasar

This item was filled under [ Makanan ]

Nama Jenang atau Bubur Sumsum memang jarang terdengar meskipun dibeberapa tempat masih banyak orang menjualbelikannya. Jenang Sumsum merupakan salah satu makanan favorit saya dan sampai saat ini saya masih menyukainya. Di sudut lapak Pasar Lempuyangan saya menemui penjual bubur yang cukup lengkap dan ramai diserbu pembeli. Akhirnya saya membeli satu bungkus Jenang Sumsum untuk dinikmati di rumah.

Jenang atau Bubur Sumsum adalah makanan tradisional khas Jawa yang sampai saat ini masih banyak dijumpai di pasar-pasar tradisional. Dengan berbahan dasar tepung beras dan gula Jawa, rasanya cukup gurih, lembut, dan manis di lidah.

Seporsi Jenang Sumsum

Jenang Sumsum yang saya beli ini masih menggunakan daun pisang untuk membungkusnya. Ini salah satu alasan saya menyukai kuliner pasar yang masih dikemas secara tradisional. Bau dan rasa Jenang Sumsum lebih gurih dan harum bila dibungkus dengan daun pisang dibandingkan bila hanya dibungkus dengan kertas minyak atau pembungkus yang lain. Tidak ada yang menarik ketika melihat penampilan Jenang Sumsum karena hanya berupa bubur berwarna putih lembut dengan siraman juruh (sirup gula Jawa), namun ketika mencobanya terasa gurih, manis, dan lembut ketika menyentuh mulut.

Tidak heran bila banyak orang menjadi gemar menyantap Jenang Sumsum karena rasa yang gurih dan unik. Jenang Sumsum yang saya beli rasanya sama seperti Jenang Sumsum biasa yang bahannya tidak dicampur dengan bahan lain. Pernah saya membeli Jenang Sumsum yang bahannya dicampur terigu. Rasanya menjadi aneh dan teksturenya lebih padat sehingga saya kurang begitu suka menyukainya. selain itu Jenang Sumsum tidak dapat bertahap lama maka sebaiknya segera dinikmati begitu membelinya.

Sedikit orang yang tahu bahwa Jenang Sumsum memiliki sedikit filosofi dimana warna putih memiliki makna kebersihan hati. Rasa jenang yang manis, sebagai simbol kesejahteraan karena gula merupakan bahan pangan yang hampir dipakai di semua masakan Jawa dan harganya tidak murah. Tekstur jenang yang lengket dapat diartikan persatuan dan kesatuan. Makna atau arti setiap masakan jenang yang bermacam-macam, menandakan adanya keharmonisan dalam keberagaman. Lebih dari itu harga Jenang sumsum cukup murah yaitu antara Rp2.000,- hingga Rp3.000,- (text/foto: annosmile)


Incoming search terms for the article:

Popularity: 369 views

Artikel yang Berkaitan

  • Bersantap Malam di Gudeg Permata
    Berburu kuliner malam di kota Yogyakarta memang memiliki keunikan tersendiri. Sambil bersantap malam kita dapat menikmati suasana kota Yogyakarta di waktu malam. Salah...
  • Mahalnya Nasi Pecel Depan Pasar Beringharjo
    Sederhana dan merakyat, itulah kesan pertama melihat sekumpulan pedagang kaki lima yang menggelar dagangannya di depan Pasar Beringharjo. Beberapa diantaranya menjual ...
  • Warung Sate Kambing Mbak Bella
    Saat berkeliling kawasan Imogiri, perut kami keroncongan karena belum sempat malam siang. Menjelang sore hari kami memutuskan untuk mengisi perut kami yang tertunda de...
  • Sego Gurih, Kuliner Khas Sekaten Jogja
    Ketika berkunjung ke Pasar Sekaten yang digelar setiap tahun di halaman Masjid Besar Kauman Kraton Yogyakarta menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad banyak terdapat...
  • Mencicipi Sate Sapi Suruh
    Ketika berada di Salatiga, tidak lupa kami berburu kuliner di kota ini. Setelah berkeliling dahulu di sekitar kota Salatiga dan Kabupaten Semarang, akhirnya kami menem...
  • Mencicip Kuliner Lotek dan Gado-Gado Colombo Bu Bagyo
    Lotek dan Gado-Gado bukan merupakan kuliner khas Yogyakarta, namun di Yogyakarta sendiri terdapat kuliner lotek dan gado-gado yang lezat dan rasanya tidak kalah enak d...
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

3 Comments on “Menikmati Jenang Sumsum Pasar”

  • info99
    28 February, 2013, 15:30

    ah jadi laper

  • ndop
    2 March, 2013, 13:07

    wuah iki panganan senenganku banget! Ndik Nganjuk jik akeh sing dodolan jenang sumsum.. biasane sak pakek karo jenang dawet.

  • bocah petualang
    19 March, 2013, 10:16

    Saya juga sangat menyukai Jenang Sumsum ini, manis dan lembut di mulut.

Leave a Comment