Mengunjungi Museum Kraton Yogyakarta

Setelah berkunjung ke Museum Kereta Kraton Yogyakarta, kami melanjutkan ke Museum Kraton Yogyakarta yang letaknya berdekatan. Museum Kraton Yogyakarta merupakan museum yang berada di dalam area dalam kraton yang diperbolehkan untuk dikunjungi oleh wisatawan umum baik domestik ataupun mancanegara.

Museum Kraton Yogyakarta terletak di tengah kota Yogyakarta. Museum ini dibuka untuk umum setiap hari kecuali pada saat terdapat upacara. Museum buka mulai jam 08.30 hingga 14.00 wib, kecuali hari Jumat yang buka hingga pukul 13.00 wib. Selain benda-benda budaya dan arsitektur, pengunjung juga dapat melihat pertunjukan seperti macapat, kerawitan, wayang kulit, serta wayang orang, yang dipentaskan di bangsal Sri Manganti, sekitar pukul 10.00-12.00.

Gerbang Danapratapa Kraton Yogyakarta

Lokasi Museum Kraton Yogyakarta berada disebelah dalam atau belakang area Pagelaran dan Siti Hinggil Kraton Yogyakarta dengan melewati Jalan Rotowijayan yang ada disebelahnya. Memasuki Museum Kraton Yogyakarta, kami membayar biaya masuk seharga Rp 8.000,- dan kamera Rp 1.000,-. Selain itu para pengunjung disediakan pemandu yang akan menjelaskan isi museum.

Memasuki pintu gerbang Museum Kraton Yogyakarta, tur jalan-jalan mengelilingi kompleks kraton Yogyakarta dimulai. Tempat pertama yang kami lewati adalah Bangsal Sri Manganti yang terletak di sebelah kanan gerbang di pelataran Sri Manganti. Di dalam Bangsal Sri Manganti sedang digelar pertunjukan wayang kulit. Di sebelah Bangsal Sri Manganti terdapat bangsal kecil yang menyimpan beberapa pusaka dan gamelan kraton. Kemudian kami melanjutkan tur ke arah dalam menuju gerbang yang dinamakan gerbang Danapratapa.

Gerbang Danapratapa pada dinding bagian dalam gerbang tergantung lambang Kraton Yogyakarta yang disebut Hobo, dari dua karakter huruf Jawa “ha” dan “ba” atau HB dalam aksara latin, yang merupakan singkatan dari gelar sultan-sultan Yogyakarta, Hamengku Buwono. Arti dari gelar Hamengku Buwono sendiri secara literal adalah “memangku alam raya”

Di dalam Gerbang Danapratapa terdapat sebuah pelataran yang lebih luas dari pelataran Sri Manganti yaitu dinamakan Pelataran Dalam. Pelataran Dalam merupakan bagian inti Kraton Yogyakarta di mana terdapat bangunan-bangunan utama yang sebagian besar diantaranya tidak bisa dimasuki umum, termasuk Gedong Kuning yang menjadi tempat tinggal Sultan dan Bangsal Prabayeksa, tempat paling sakral di Kraton yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan pusaka-pusaka dan perhiasan milik Keraton yang paling keramat dan bernilai.

Gedong Kuning Kompleks Kraton Yogyakarta

Di area Pelataran Dalem terdapat beberapa bangsal antara lain Bangsal Prabayeksa, Bangsal Kencana dan Bangsal Manis. Bangsal Kencana dipakai untuk acara penobatan Sultan dan menerima tamu-tamu penting Kesultanan. Bangsal Manis, yang terletak lebih di muka, dimanfaatkan untuk menggelar perjamuan atau pesta untuk para tamu Sultan. Kayu-kayu yang dijadikan tiang dan kaso bangsal diukir dengan stilir sulur-suluran yang indah dan dicat dengan warna dominan hijau, kuning gading dan merah bata, warna-warna tradisional yang banyak ditemui di Kraton Yogyakarta.

Menurut pemandu, Bangsal Kencana pernah digunakan untuk menyambut tamu negara maupun kerajaan dari luar negeri seperti Pangeran Charles dan Hilari Clinton.

Memasuki Museum Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang dibangun pada tahun 1992, saat kami memasuki ruangan pertama yang berdinding kaca terdapat beberapa kursi dan meja. Setelah diamati ternyata meja kursi yang digunakan Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan para pejuang kemerdekaan untuk merencanakan Serangan Oemoem Satu Maret di Yogyakarta. Selain itu terdapat koleksi meja kantor Sri Sultan Hamengku Buwono IX saat menjabat menjadi Wakil Presiden beserta benda-benda lain seperti jam antik, piagam, lampu, dan sebagainya.

Kemudian kami memasuki ruangan selanjutnya, didalamnya terdapat koleksi benda-benda Sri Sultan Hamengkubowono IX seperti jam antik, baju jendral, mainan Sultan saat masih kanak-kanak, kamera kuno, dokumen kuno, dan sebagainya.

Di ruangan terakhir terdapat koleksi Sri Sultan Hamengkuwono IX menjadi bapak Pramuka, seperti baju pramuka, topi pramuka, foto-foto saat Sri Sultan membina Pramuka. Selain itu terdapat koleksi bintang penghargaan Sri Sultan Hamengkubuwono IX dari pemerintahan dan kerajaan di luar negeri. Ternyata Sultan Hamengku Buwono IX ini terkenal di seluruh dunia.

Memasuki ruangan terakhir, terdapat beberapa replika. Replika ampilan dalem yang mengapit lukisan dirinya terdiri atas sembilan macam benda yang konon aslinya terbuat dari emas bertatahkan permata. Lima diantaranya berwujud hewan, yakni angsa (banyak), rusa (dalang), ayam jantan (sawung), merak (galing) dan naga (ardawalika). Empat benda lainnya adalah sapu tangan emas (kacu mas), kutuk (sejenis ikan), lentera (kandil) dan wadah alat (saput). Ke sembilan benda tersebut masing-masing menyimbulkan watak yang harus dimiliki dan peran yang harus dipanggul seorang Sultan.

Salah Satu Bangunan Di Kompleks Kraton Yogyakarta

Akhirnya kami meninggalkan Museum Sultan Hamengku Buwono IX. Melewati sebuah perempatan saat menuju ke arah Museum Batik. Kami dijelaskan sebuah jalan menuju ke arah tempat tinggal para putra Sultan yang dinamakan Bangsal Ksatriyan. Menurut penjelasan pemandu, Bangsal Ksatriyan ini tidak boleh dikunjungi untuk umum.

Museum Batik terletak di sebelah utara dari Museum Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Memasuki museum ini, para pengunjung dilarang mengambil foto atau video. Harapannya hasil karya Sultan ini tidak ditiru, diakui, dan diperjualbelikan di luar Kraton. Karena kerajinan batik hasil karya Sultan terdahulu sungguh merupakan warisan buadaya yang tidak ternilai harganya.

Ketika berada di depan bangunan Museum Batik, terdapat papan informasi yang berisi peraturan yang wajib ditaati oleh pengunjung atau wisatawan yang hendak memasuki ruangan musium. Para pengunjung hanya diperbolehkan melihat dan bertanya kepada sang pemandu atau penjaga museum. Selain itu, para pengunjung juga dilarang memegang atau menyentuh kain batik yang dipamerkan. Namun para pengunjung mash diperbolehkan membaca dan mencatat setiap keterangan yang dipasang pada masing-masing batik yang dipamerkan.

Selain batik, terdapat sebuah sumur yang tidak digunakan lagi. Konon, sumur tersebut dibangun oleh Sri Sultan Hamengkubuwono VIII. Sebagian sumur tersebut ditutupi oleh kawat sehingga kita masih bisa melihat bagian dalamnya yang terlihat masih terdapat sisa-sisa air  dan banyak mata uang koin berceceran.

Pertunjukan Wayang di Museum Kraton Yogyakarta

Akhirnya kami selesai berkeliling museum dan kembali ke Bangsal Sri Manganti untuk melihat pertunjukan wayang yang telah berjalan separuh cerita. Di area ini pengunjung museum bisa melepas lelah di kursi yang disediakan sambil menikmati pertunjukan. Sebatas info yang kami ketahui hanya di hari-hari tertentu saja di Bangsal Sri Manganti diselenggarakan pertunjukan seni khas kraton seperti pementasan wayang dan seni tari.

Museum Kraton Yogyakarta saat ini menjadi salah satu wisata favorit di pusat kota Yogyakarta. Bahkan menjadi salah satu wisata yang wajib dikunjungi oleh rombongan wisatawan dari sekolah-sekolah yang datang berwisata ke Yogyakarta. Mereka mengunjungi Museum Kraton Yogyakarta untuk mencari informasi mengenai sejarah dan perkembangan Kraton Yogyakarta.

-----------
Bookmark and Share
INFORMASI
Museum Kraton Yogyakarta
Jl. Rotowijayan 1 Yogyakarta 55133
Telp: (0274) 373721

Jam Buka
Setiap hari pukul 08.30 - 14.00 WIB
Khusus hari Jumat pukul 08.30 - 13.00 WIB

Tiket Masuk
Wisatawan Nusantara : Rp 5.000,-/orang
Wisatawan Mancanegara : Rp 15.000,-/orang
Retribusi Kamera/Ijin Memotret : Rp 1.000,-

Jadwal Pertunjukan Harian di Kraton Yogyakarta
Senin–Selasa : Musik gamelan (mulai jam 10.00 WIB)
Rabu : Wayang golek menak (mulai jam 10.00 WIB)
Kamis : Pertunjukan tari (mulai jam 10.00 WIB)
Jumat : Macapat (mulai jam 09.00 WIB)
Sabtu : Wayang kulit (mulai jam 09.30 WIB)
Minggu : Wayang orang & pertunjukan tari (mulai jam 09.30 WIB)

Ada 98 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. buJaNG:

    Jogja memang penuh dengan tempat2 yang menarik untuk dikunjungi…

  2. mamas86:

    Selanjutnya nanti mau tour kemana lagi om…? Asiikkk tour terus…

  3. masnur:

    woo keren keren dengan nuansa klasik

  4. Ani:

    Ada lagi tuh museum sejarah Dharma Wiratama di Yogya, sudah mampir ?

  5. mel:

    planningnya saya ama temen2 mau touring ke jogja abis UAS bln depan,,doakan lancar ya,,,,,,,,,

    • annosmile:

      wew..
      semoga lancar..

  6. alief:

    jadi inget pas kemarin main ke jogja nie….., jadi pengen ke sono lagi…….

  7. galuharya:

    wah perjalanan yang sangat asyik tentunya mas…
    jadi pengen ke jogya nih
    kapan yah???

  8. geRrilyawan:

    “tahta untuk rakyat”….Ngarsa dalem IX itu memang dahsyat…

  9. kawanlama95:

    waktu ke Yogya terakhir aku kok nga kepikiran ke Musium aku malah nyari hape jadul yang dari tugu ke arah kodim lurus , jalan apa ya namanya. yang malem – malem itu lhoh

    • annosmile:

      Itu Pasar Klitikan
      Sekarang udah pindah di jln HOS Cokroaminoto :)

  10. tukang nggame:

    kayaknya emang sepam kali saya nie mas :D

    iml udah ganti jg tetep aja gitu, mgkin hosting kali toh yg dodol, soalnya MySQL database blog saya kena remote trus :(

    semenjak kena hacked jadi dibilang sepam muluk :)

    belum sempet bebenah lagi..udah ada server baru sie, tp ase pake blog laennya :)

  11. Rakhmat Ari Wibowo:

    wah, baru tau nih,,ternyata gedung kuning itu nama gedung di keraton

  12. Aglg:

    Wak, bsk stdi tr k jgj. . Mampir kstu g y?

  13. arifudin:

    `wah kemarin waktu smp saya ke kraton itu ;)

  14. Danta:

    Jen.. artikel2nya mas lho.. bikin aku jadi pingin berkunjung2an ke tempat kayak gitu..

  15. yudi:

    seumur umur baru sekali aja kesini

  16. Irfan:

    dirimu makin bikin saya kangen ma jogja bro!!
    kaliurang, kampus, kopi jos, alu-alun, stasiun, futsal!
    jogjaaa…..miss u.

    setelah ini, kemana lagi mas bro?

  17. phie:

    duuuh yg kaya gini ini yg bikin aku pingin pulang kampung ke jogja..hiks

  18. Hary4n4:

    Jogja memang banyak menyimpan cerita.. Terutama peninggalan2 para leluhur Jawa. Mantap postingannya mas… Salam

  19. randu:

    kapan-kapan ajak saya ya..

  20. yangputri:

    kalo inget jogya, inget kenangan terburuk dalam hidupku
    seperti nigtmare saja
    gak mo diulang lagi, tapi ke jogyanya gpp seh….

  21. nenonenoneno:

    ga boleh ambil foto ato video ya? tapi yang “biaya kamera Rp 1.000,-” untuk apa terusan?

    but really, menarik banget emang kalo lagi jalan jalan ke museum. ;)

    • annosmile:

      Boleh ambil foto dan video kok
      lha itu bayar Rp 1.000,- :)

  22. Septian:

    Wooogh…asik bener dah jalan2 ke jogja…daku blemu pernah euy….

  23. reallylife:

    jadi pengen euy

  24. Dyadyaeko:

    wisata ke musium kayaknya belum membudaya di negeri ini, padahal bukan hanya hiburan yg kita dapatkan, tp juga pengetahuan.
    saatnya juga bagi pengelola musium untuk menjadikan musium sebagai tempat wisata yg menyenangkan.

    • annosmile:

      yak betul :)

  25. Rusa Bawean™:

    wew
    aku pernah neh ke sini
    seru juga

  26. Chalief:

    seru banget tuh broo…enak banget bisa jalan2 gitu deh…hehe
    chalief

  27. aswad:

    mantap memang yogya mah euy

  28. ceznez:

    saya maen ke yogya paling kagum pas liat koleksi benda-benda Sri Sultan Hamengkubowono IX… agak2 merinding jga pas di sono :)

  29. donalduck:

    mangku alam raya…. berat deh…
    angsa emas… whew temennya bebek imoet doonkk hehe

  30. gwgw:

    kalo gw tugas luar kota lagi…tepatnya jogja, gw mo mampir mas…..:-)

  31. Kus Andriadi:

    Jogya sekarang gmana mas? udah lama gak ke jogya…terakhir udah 6 tahun yang lalu…jogya itu indah,gak banyak polusi kaya di jakarta…>.< waktu itu ke keraton juga kayanya masih terjaga banget keasliannya…^^

    • annosmile:

      Sekarang juga masih kok :)

  32. ridu:

    wah nice banget yaa.. aku belum pernah ngunjungin keraton soalnya.. jadi pengen deeh..

  33. Catur Ariadie:

    saya kira istana sultan ga dibuka untuk umum loh mas..

    maklum belum pernah berkunjung ke jogja

    hehe

  34. suwung:

    jadi inget pas bulan madu….

  35. mas stein:

    waktu saya hanimun ndak sampe masuk kraton sih, cuma muter-muter taman sari dengan ruang-ruang bawah tanahnya. tapi tetep liat kraton jadi inget semua yang di jogja

  36. hryh77:

    wew.. boleh juga nih..
    kapan ya bisa ke sana he..he..

  37. humor lucu:

    Jalan-jalan emamng mengasyikkan

  38. Shanty:

    museum ini angker juga ga?

  39. dark mouzy:

    waa..enak jalan2..
    maw..he..
    ****dah lama ga ke Jogja****

  40. Hoiron:

    Waah bisa nambah pengetahuan tuuh?? kalo aku boro–boro ketempat gituan,,aku enggak pernah terbesit dalam otakk untuk ketempat gituan!! *males*

  41. harry seenthing:

    wah emang keren nih……semuannya yang ada di kratonnya kang

  42. uwiuw:

    gile bro, kerjaan lu jalan jalan mulu

  43. katakataku:

    jadi inget waktu tour masa sma dulu kesana,
    pas lebih enaknya lagi waktu itu bebarengan ama si dia :D

  44. boyin:

    malah waktu ke jogja malah gak berkunjung kesana..abis hunting makanan mulu sukanya..hee

  45. Huang:

    Keren kali ya pre wedding di depan bangunannya ^^

  46. fraders:

    btw… kanapa ya pengunjung ga boleh menyentuh kain batik itu…??

    • annosmile:

      mungkin kain tersebut sudah tua umurnya dan mudah rusak :)

  47. ericova:

    wow keren..saya selama ke jogja blom pernah kesana..tar kpn klo smpt k jogja lagi kesana huehehe ^^

  48. wisnu sabarto:

    wah…kapan…ya…aku…pulang kejogja…liat keagungan keraton…

  49. meme:

    mas keraton tutupnya jam berapa ya?

    • annosmile:

      jam 3 sore

  50. chacha:

    gue kagum sama keindahan kraton yang ada di dalam museum ni….. wak tu gue ma temen2 gue ke sama gue lihat banyak yang amenarik salah satunya ayam yang ber bilu mas kuning pokoknya indahhhhhhhh……………… banget.

  51. Koleksi Museum Kereta Kraton Ngayogyakarta | TeamTouring:

    […] Indonesia yang berkunjung ke kota Yogyakarta ini. Mereka tertarik dengan museum-museum di sekitar Kraton Yogyakarta sehingga saya mengantarkan mereka ke tempat tersebut. Tempat pertama yang saya kunjungi adalah […]

  52. Sisa - Sisa Istana Air Taman Sari | TeamTouring:

    […] Pesanggrahan Taman Sari yang kemudian lebih dikenal dengan nama Istana Taman Sari yang terletak di sebelah barat Keraton Yogyakarta dibangun pada masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwana I dan diselesaikan pada masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwana II. Pada masa pemerintahan Panembahan Senopati lokasi Taman Sari yang sekarang ini lebih dikenal dengan nama Umbul (mata air) Pacethokan. Pacethokan ini menjadi salah satu pertimbangan penting bagi penentuan letak Kraton Yogyakarta. […]

  53. zhaomoli:

    hwaa…mengingatkan tentang rok favorit saya yang tertinggal disana waktu tour SMP….
    *jadi pengen ke jogja*

    …salam kenal…

  54. Teenth_Teenth:

    Ngga masuk ke ruangan pringgondani? Ada lukisan aneh karya raden saleh..

  55. ulfa:

    Wah jadi keinget tahun lalu, aq juga mampir ke keraton jogja.  Memang bumi indonesia masih banyak menyimpan budaya yang luar biasa,,,,,,

  56. Wisata Edukasi di Museum Gunung Merapi | TeamTouring:

    […] mengikuti garis imaginer. Garis Imaginer merupakan penghubung gunung Merapi, Tugu Yogyakarta, Kraton Yogyakarta serta laut […]

  57. Pro Kontra Pantai Indrayanti | TeamTouring:

    […] atas tanah dimana tanah di Pantai Indrayanti merupakan Sultan Ground dimana tanah tersebut milik kraton Yogyakarta dan masyarakat hanya diberi hak untuk memanfaatkan tanah dan tidak dapat memindahtangankan […]

  58. Senja di Tugu Jogja | TeamTouring:

    […] Jogja merupakan Landmark kota Yogyakarta yang didirikan pada awal berdirinya Kraton Yogyakarta. Pada mulanya, tiangnya berbentuk gilig (silinder) dan puncaknya berbentuk golong (bulat), […]

  59. Melihat Upacara Adat Saparan Bekakak | TeamTouring:

    […] yang hampir seusia Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini bermula dari kisah meninggalnya Kyai dan Nyi Wirasuta serta warga lain akibat musibah […]

  60. Retribusi Kamera di Kawasan Wisata dan Ruang Publik, Resmikah??? | TeamTouring:

    […] Kraton Yogyakarta (Resmi, dikelola Kraton dan Pemerintah Kota Yogyakarta) […]

  61. diams:

    semoga besok menjadi pengalaman yang menyenangkan!!!!!

  62. Menengok Situs Warungboto | TeamTouring:

    […] berkunjung ke Yogyakarta. Keberadaan lokasi ini sebetulnya memiliki kaitan yang erat dengan sejarah Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan memiliki fungsi yang hampir sama dengan Kompleks Istana Air Taman […]

  63. Mengais Sisa-Sisa Sejarah di Kawasan Pasar Kotagede | TeamTouring:

    […] Kotagede membangun Monumen Jumenengan tahun 1940. Waktu itu, di atas tugu persegi ada lambang Keraton Ngayogyakarta, kemudian dihiasi dengan kain putih sebagai […]

  64. Menikmati Malam di Kawasan Nol Kilometer Yogyakarta | TeamTouring:

    […] mengenai letak titik nol kilometer tersebut. Ada yang menyebut area perempatan kantor Pos Besar, Kraton, Alun-Alun, Tugu, dan […]

  65. Pojok Beteng Lor | TeamTouring:

    […] nama lain Pojok Beteng Lor Kulon, Jokteng Lor, Jokteng Ngabean merupakan sisa-sisa bangunan benteng kraton Yogyakarta yang masih dilestarikan dan dipelihara keberadaannya. Fungsinya sebagai bangunan pengintai […]

  66. Papan Nama Jalan Malioboro Memang Istimewa | TeamTouring:

    […] terkenal di kota Yogyakarta sebagai pusat perbelanjaan dan kuliner yang dilewati garis imaginer Kraton Yogyakarta, memanjang dari kawasan nol kilometer perempatan Kantor Pos Besar hingga rel kereta api Stasiun […]

  67. Panggung Krapyak | TeamTouring:

    […] bangunan yang terletak di poros imajiner kota Yogyakarta, menghubungkan Gunung Merapi, Tugu Jogja, Kraton Yogyakarta, Panggung Krapyak dan Laut Selatan. Poros Panggung Krapyak hingga Kraton menggambarkan perjalanan […]

  68. Kirab Budaya Ambengan Ageng / Gunungan Kuliner Kotagede | TeamTouring:

    […] barisan depan berupa Prajurit Mataram yang berpakaian adat Jawa, kemudian disusul dengan Prajurit Kraton Yogyakarta dan Prajurit Kadipaten Pakualaman.  Dibelakangnya terdapat rombongan tamu dari beberapa kraton di […]

  69. Street Photography di Jalan Mangkubumi | TeamTouring:

    […] salah satu jalan yang dilalui Garis Imajiner atau Poros Imaginer penghubung Tugu Jogja dengan Kraton Yogyakarta. Selain itu Jalan Mangkubumi merupakan jantung kota Jogja yang ramai dilalui kendaraan baik siang […]

  70. Tugu Ngejaman Kraton Yogyakarta | TeamTouring:

    […] isi yang tertulis pada prasasti di Tugu Ngejaman Kraton Yogyakarta, “Persembahan dari paguyuban para pegawai pemerintah dan masyarakat Tionghoa yang bertempat […]

  71. Pemandian Air Hangat dan Situs Candi Umbul | TeamTouring:

    […] masa Dinasti Syailendra ini sebenarnya ingin dibuat seperti Pemandian Taman Sari yang berada di Kraton Yogyakarta. Tapi karena terjadi perselisihan, tempat tersebut tidak tuntas penyelesaiannya hingga […]

  72. Alun-Alun Kidul Kraton Yogyakarta | TeamTouring:

    […] dan para bangsawan yang tinggal di sekitar alun-alun. Alun-Alun Kidul yang dibangun di belakang Kraton Yogyakarta menjadi ruang publik yang menyimpan banyak potensi […]

  73. Dalem Sopingen | TeamTouring:

    […] Amatdalem Mustahal, Raden Amatdalem Sopingi menjabat sebagai kepala lurah juru kunci makam di bawah Kasultanan Yogyakarta. Sejak tahun 1984 Sopingen telah diwariskan kepada ketiga anak keturunan Raden Amatdalem Sopingi. […]

  74. Pojok Beteng Kulon | TeamTouring:

    […] memiliki nama lain Pojok Beteng Pugeran atau Jokteng Pugeran merupakan sisa-sisa bangunan benteng kraton Yogyakarta yang masih dilestarikan dan dipelihara keberadaannya. Fungsinya sebagai bangunan pengintai […]

  75. Alun-Alun Utara Yogyakarta | TeamTouring:

    […] Alun-Alun Utara Yogyakarta Posted by admin on 8 October, 2012 No comments yet This item was filled under [ Jelajah Kota ] Siapa saja yang berkunjung ke kota Yogyakarta pasti tidak akan pernah melewatkan mengunjungi Alun-Alun Utara Kraton Yogyakarta walaupun cuma sejenak. Salah satu bagian dalam kompleks Kraton Kasultanan Yogyakarta ini menjadi salah satu landmark kota Yogyakarta dengan berlatar Pagelaran Kraton Yogyakarta. […]

  76. Plengkung Wijilan | TeamTouring:

    […] [ Jelajah Kota, Sejarah ] Plengkung Wijilan merupakan satu dari dua plengkung yang tersisa di area Kraton Yogyakarta. Plengkung Wijilan ini masih berdiri kokoh di sebelah timur Kraton Yogyakarta atau Alun-Alun Utara […]

  77. Museum Sri Sultan Hamengkubuwobo IX | TeamTouring:

    […] sebelah sudut ruangan dipajang Maklumat penggabungan Kasultanan Yogyakarta ke dalam Negara Indonesia yang dituliskan dalam batu marmer dengan tiga jenis bahasa yang berbeda. […]

  78. Puro Pakualaman | TeamTouring:

    […] seperti Kraton Yogyakarta yang dibuka untuk umum setiap hari sebagai museum, Kompleks Puro Pakualaman ini tidak dibuka untuk […]

  79. Gapura Manuk Beri, Gapura Yang Terlupakan | TeamTouring:

    […] yang terletak di tepi sungai Code. Diperkirakan pada zaman dahulu terdapat jalan menuju ke arah Kraton Yogyakarta dari gapura ini menyebrangi sungai Code meskipun jejaknya sudah tidak ditemukan lagi. Selain itu […]

  80. Petilasan dan Situs Gembirowati | TeamTouring:

    […] karena berkaitan dengan fungsi Situs Gembirowati yang pernah dijadikan sebagai pesranggahan raja Kraton Yogyakarta yaitu Sri Sultan Hamengku Buwono II saat berkunjung ke Pantai Selatan dan bertemu Penguasa Laut […]

  81. Menonton Gamelan Sekaten | TeamTouring:

    […] turunnya pusaka gamelan Kraton Yogyakarta ke Pagongan (panggung tempat meletakkan gamelan) di halaman Masjid Gedhe (Besar) Kauman Yogyakarta, […]

  82. Embung Nglanggeran, Cikal Bakal Kebun Buah Nglanggeran | TeamTouring:

    […] Buah Nglanggeran dibangun diatas tanah seluas 20 hektar berstatus Sultan Ground milik Kraton Yogyakarta. Dibangun dengan hibah dana dari pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta dan swadaya masyarakat […]

  83. Bendungan Tegal dan Situs Batu Lumpang | TeamTouring:

    […] lereng Gunung Merapi dan bermuara ke laut selatan. Sungai ini dulu menjadi batas wilayah antara Kasultanan Yogyakarta dengan Kasunanan Surakarta. Perjalanan kami lanjutkan menyusuri jalan tanah hingga tiba di kawasan […]

  84. Jembatan Sayidan Itu | TeamTouring:

    […] timur, sedangkan Jembatan Serangan dari arah barat. Fungsi tersebut perlahan-lahan pudar setelah Kraton Yogyakarta bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan pembangunan jembatan-jembatan baru di […]

  85. Masjid Pathok Negoro Ad-Darojat Babadan | TeamTouring:

    […] diceritakan dalam sejarah. Meskipun demikian desain masjid tetap memiliki cirikhas masjid milik Kraton Yogyakarta. Bangunan masjid dikelilingi oleh tembok namun sebagian telah dibongkar dan dijadikan pintu masuk […]

  86. Pesanggrahan Ambarukmo, Pesanggrahan Milik Kraton Yogyakarta Yang Diapit Hotel dan Mall | TeamTouring:

    […] Sultan Yogyakarta dari yang pertama hingga saat ini. Tidak ketinggalan simbol atau lambang Kraton Yogyakarta lengkap dengan penjelasannya. Kemudian terdapat beberapa replika prasasti kraton yang ditulis […]

  87. Tradisi Takjil Gulai Kambing di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta - TeamTouring | TeamTouring:

    […] puasa atau takjil selalu berupa nasi gulai kambing. Tradisi ini konon bukan berasal dari tradisi Kraton Yogyakarta namun berawal dari kebiasaan akikah kambing warga sekitar yang sering diselenggarakan pada hari […]

  88. Telaga Banyubening Bejiharjo | TeamTouring:

    […] dilakukan renovasi dengan dibuat dinding dan saluran air. Konon kayu kuno tersebut dibawa ke kraton Yogyakarta untuk diamankan dan beberapa potongan masih di sisakan di dalam telaga […]

  89. Miyos Gongso Gamelan Kraton Yogyakarta, Prosesi Keluarnya Gamelan Pusaka Kraton | TeamTouring:

    […] dimulainya prosesi miyos gongso. Seperti yang kita tahu bahwa kawasan Keben merupakan pintu masuk Wisata Kraton Yogyakarta. Di dalam kawasan Keben terdapat Bangsal Ponconiti dimana menjadi tempat menyimpan gamelan pusaka […]

  90. Upacara Adat Nguras Enceh Makam Imogiri | TeamTouring:

    […] Prosesi mengalungkan untaian bunga ini diikuti dengan abdi dalem yang membawa siwur (siwur = gayung air dari batok kelapa dengan tangkai bambu) untuk mengisi genthong (enceh) dengan air. Sebelumnya pada malam harinya setelah Upacara Ngarak Siwur dilakukan pengurasan air dalam genthong. Sepasang siwur yang dibawa melambangkan dua kerajaan yang menjadi bagian dari kerajaan Mataram Islam yaitu sebuah milik Kraton Kasunanan Surakarta dan satunya lagi kepunyaan Kraton Kasultanan Yogyakarta. […]

  91. Menonton Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta | TeamTouring:

    […] budaya antara Jawa dengan Tionghoa (China). Ciri utamanya adalah di bagian tengah terdapat logo Kraton Yogyakarta dengan tiang dililitkan ukiran Shio Naga sebagai simbol Shio terbaik dalam budaya […]

Kirim pendapat