Mendaki Tingkatan Candi Gedongsongo

Belum lengkap rasanya ketika berwisata di Bukit Cinta dan Museum Kereta Api Ambarawa, tidak mengunjungi Kompleks Candi Gedongsongo. Candi Gedongsongo merupakan peninggalan candi di Indonesia yang dibangun di lereng gunung seperti kompleks candi Arjuna di Dataran Tinggi Dieng. Dari ibukota kecamatan Ambarawa bisa ditempuh selama 15 menit ke arah utara melewati jalan yang cukup menanjak di kawasan Bandungan.

Candi Gedongsongo berada di kaki Gunung Kendalisada anak Gunung Ungaran dan diperkirakan dibangun pada abad ke-8 Masehi. Nama Gedongsongo diberikan oleh penduduk setempat untuk kompleks candi tersebut. Gedongsongo berasal dari bahasa Jawa, “Gedong” berarti rumah atau bangunan, “Songo” berarti sembilan. Jadi Arti kata Gedongsongo adalah sembilan (kelompok) bangunan.

Saat tiba di area parkir obyek wisata Candi Gedongsongo suasana terasa sejuk dan tenang. Kabut tipis turun dari atas gunung mengakibatkan mata tidak dapat memandang Candi Gedongsongo dari kejauhan. Setelah membayar tiket masuk, kami langsung mengunjungi satu per satu tingkatan candi yang terdapat di Kompleks Candi Gedongsongo.

Kompleks Candi Gedongsongo dibangun berderet dari bawah hingga puncak perbukitan di Gunung Kendalisada. Hal ini menunjukkan karakter Candi Gedongsongo yang sangat spesifik yaitu sebuah perpaduan antara dua religi yang bersifat lokal dan global. Mengingat perjalanan menyusuri tingkatan candi demi candi yang cukup jauh, kita harus mempersiapkan kondisi fisik dan tenaga cukup.

Gunung adalah tempat persembahan terhadap roh nenek moyang (animisme). Kepercayaan ini merupakan tradisi masyarakat lokal pra Hindu. Sedangkan gunung juga merupakan tempat tingga dewa-dewa menurut tradisi Hindu yang saat itu sedang berkembang secara global mempengaruhi hampir separuh dunia. Tradisi lokal biasanya terkurangi perannya oleh tradisi global, ternyata keduanya mampu berdiri setara di Gedongsongo.

Untuk menuju ke Candi Gedong I, kita harus berjalan sejauh 200 meter melalui jalan setapak yang naik. Anda bisa memanfaatkan jasa transportasi kuda untuk berwisata mengelilingi obyek wisata Candi Gedongsongo. Dalam perjalanan menuju ke Candi Gedong I, kami melewati taman dan warung-warung yang menjual makanan dan minuman.

Tahun 1740, Loten menemukan kompleks Candi Gedongsongo. Tahun 1804, Raffles mencatat kompleks tersebut dengan nama Gedong Pitoe karena hanya ditemukan tujuh kelompok bangunan. Van Braam membuat publikasi pada tahun 1925, Friederich dan Hoopermans membuat tulisan tentang Gedongsongo pada tahun 1865. Tahun 1908 Van Stein Callenfels melakukan penelitian terhadapt kompleks candi dan Knebel melakukan inventarisasi pada tahun 1910-1911.

Di Kompleks Candi Gedongsongo, kaki candi dapat dikenali melalui profilnya yang terdiri dari sisi genta dan pelipit lurus. Pada bagian luar tubuh candi terdapat relung-relung yang dahulu berisi arca Parswadewata, namun sekarang sebagian besar dalam kondisi kosong, demikian pula bilik candi yang dahulu berisi lingga-yoni dan relung di dalam bilik. Relung bagian luar tubuh dihias dengan motif flora dan kadang ada hiasan berupa Kala.

Parswadewata di Jawa ditafsirkan sebagai persembahan kepada roh nenek moyang yang telah bersatu dengan Siwa dan di candi disimbolkan dengan Lingga-Yoni yang dikawal dewa pengiring yaitu: Durga (istri Siwa), Ganesha (anak Siwa), dan Agastya (seorang resi yang memiliki kemampuan spiritual setara dengan dewa).

Atap Candi bertingkat tiga dengan hiasan miniatur candi dan antefix baik polos maupun berhias. Denah candi hampir seluruhnya berbentuk bujur sangkar namun terdapat pula candi dengan denah persegi panjang, sedang ukuran candinya sangat bervariasi, lebarnya berkisar 4,5m -9,5m; panjang 4,8m – 9m dengan tinggi yang berbeda pula dari 3m – 8,9m.

Gedong I

Berada pada ketinggian 1.208 mdpl, terdapat sebuah candi yang menghadap ke barat, di dalam bilik masih dapat dijumpai yoni namun lingganya sudah tidak ada. Kondisi candi masih berdiri utuh dan terlihat di beberapa sisi bekas sambungan yang diperkirakan telah melewati proses rekonstruksi ulang bangunan candi.

Gedong II

Berada pada ketinggian 1.274 mdpl, terdapat dua bangunan yaitu Candi Induk (menghadap ke barat)  dan dihadapnya terdapat sebuah Candi Perwara (menghadap ke timur) yang telah runtuh.

Gedong III

Berada pada ketinggian 1.297 mdpl, terdiri dari tiga bangunan yaitu candi induk menghadap ke barat, candi apit di sebelah utara, dan candi Perwara di depan candi induk. Arca pada relung candi induk masih dapat dijumpai yaitu Durga di relung utara, Agastya di relung selatan, Ganesha di relung timur, dan Mahakala dan Nandiswara terdapat di kiri-kanan pintu candi. Candi Perwara memiliki bentuk yang hampir sama dengan Candi Semar di Kompleks Candi Dieng, yaitu berbentuk persegi panjang.

Gedong IV

Berada pada ketinggian 1.295 mdpl, terdiri dari 12 bangunan yang terbagi tiga sub kelompok. Sub kelompok pertama terdiri dari Candi Induk dan delapan Candi Perwara; sub kelompok kedua terdiri dari satu Candi Perwara; dan sub kelompok ketiga terdiri dari dua Candi Perwara. bagian luar bangunan Candi Induk terdapat relung-relung kosong kecuali pada relung sisi selatan terdapat arca Agastya.

Gedong V

Berada pada ketinggian 1.308 mdpl, terdapat dua halaman yang tidak sama tingginya, di halaman pertama terdapat Candi Induk yang diapit dua buah reruntuhan Candi Perwara. Sedangkan pada halaman kedua terdapat dua buah reruntuhan Candi Perwara

Disela-sela antara Candi Gedong III dengan Gedong IV terdapat sebuah kepunden gunung sebagai sumber air panas alami. Para wisatawan dapat mandi dan menghangatkan tubuh disebuah pemandian yang dibangun di dekat kepunden tersebut. Bau belerangnya cukup kuat dan kepulan asapnya lumayan tebal ketika mendekati sumber air panas tersebut.

Menurut cerita penduduk sekitar, konon sumber air panas ini dijaga oleh makhluk bernama Nyai Gayatri, arwah perempuan asal Pulau Dewata. Nyai Gayatri adalah salah satu dayang dari Raja Sima. Setelah meninggal, arwah Nyai Gayatri mendiami mata air ini. Nyai Gayatri adalah seseorang yang gemar menolong sesama. Sampai meninggal pun, Nyai Gayatri masih suka menolong. Salah satunya adalah dengan membantu menyembuhkan penyakit bagi orang yang mandi di mata air ini.

Di tempat yang dingin ini memang cocok untuk menikmati kehangatan sumber air panas ini sembari merilekskan tubuh dari kelelahan saat berjalan mengelilingi candi. Namun di tempat ini hanya tersedia beberapa kamar mandi air panas yang kadang tidak dapat menampung jumlah wisatawan yang ingin merasakan hangatnya sumber air panas. Cukup puas dengan panorama alam dan keindahan warisan budaya ini akhirnya kami meninggalkan tempat ini. (text/foto: annosmile)

== Lokasi

Candi Gedongsongo, Desa Darum, Kelurahan Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Jawa Tengah

== Tiket Masuk

Dewasa: Rp 6.000,-/orang

-----------
Bookmark and Share

Ada 77 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. Local Download:

    wah keren review Candi Gedongsongo nya mas jadi pengen kesana, hehe..

  2. yudi:

    kalo tempat wisata ini saya pernah mampir pas jalan ke semarang dari yogya. memang indah :-D

  3. budies:

    wah ceritanya dan gambarnya bagus, jadi kepingin, tapi apa mungkin ya saya dari kalimantan sampai ke sana

  4. mawi wijna:

    pas kesana lagi rame-ramenya to No? Pas dulu aku kesana (tepat setahun yg lalu), yg ada hujan n kabut tebel banget.

  5. guskar:

    saya sering melewati jalur ungaran, tp blm pernah mampir objek wisata ini :(

  6. Satria Yudha:

    Wahh gambar candinya bagus banget mas :D

  7. annosmile:

    kemarin aja juga kabutnya tebel kok :D
    memang sering turun kabutnya

  8. jarwadi:

    wahhh, blog ini jadi bikin semangat ngelayap saya kambuhhh … hehe

  9. Nike:

    Blom pernah mendaki gunung, selalu ndak boleh sama ortu :(

  10. Budy Santoso:

    Salah satu hobby saya nih wisata alam daripada wisata belanja menghabiskan uang hehehe…

    Salam sukses n ay lap yu pulll

  11. kodil:

    mantap bro…masih asli dan asri alamnya ya…

  12. Jauhari:

    Wis suwe ora dolan dolan :(

  13. attayaya:

    mbaca di awal, kupikiir tadi gedongsongo ada di Dieng
    hehehehe ternyata di Ungaran

  14. Deka:

    Informatif sekali infonya, Sayangnya dalam waktu dekat ini sepertinya belum bisa jalan-jalan ke sana.

  15. gajah_pesing:

    banyak kenangan yang tersirat di gedong songo, suasana dan lokasi sekitarnya masih menyisakan kenangan yang tiada pernah aku lupakan sepanjang masa

  16. wahyu:

    ngomong-ngomong semarang ke ambarawa berapa jam ya pak?

  17. ciwir:

    asyemik… maraknen pengen dolan dong 9 meneh kie….

  18. Snowie:

    Wah~ indahnya… ^^
    menyenangkan sakali kalau bisa ke sana. :)

  19. anak indonesia:

    keren…… tapi untung nya berkabut sehingga jadi keren

  20. Mamah Aline:

    saya pernah menapak kaki di candi gedongsongo, tapi udah lama sekali untungnya belum married jadi bisa liat ini itu sekalian cape…

  21. annosmile:

    cuma sejam saja mas :D

  22. masiqbal:

    pernah ke candi ini sekali, tapi cuman sampe candi V aja… jadi pengen kesana lagi, masih banyak yang “mojok” ngak mas? :p

  23. Didien®:

    jadi teringat 11 tahun yg lalu, mendaki gunung ungaran start dari daerah Boja Kendal, dan turun melalui ungaran Gedong Songo ini, krn kecapean langsung tertidur di bawah pohon tepat di sekitar candi sama temen² hehehe..

    salam, ^_^

  24. Caride™:

    Gedong songo memang sejuk banget kawasannya…saya sudah kesana baru 1 kali.

  25. d-Gadget™:

    kapan ya saya bisa kesana lagi..sudah lama sekali saya kesana..mungkin sdh byk perubahan di kawasan candi songo ini..??
    nice info

  26. Pradna:

    wih, kl liat gambarnya aja ndak baca keterangan kl ini adalah Gedongsongo,
    bakal aku sangka candi2 di Dieng <==ngguaya

  27. Eka Situmorang-Sir:

    Pak, yoni dan Lingga itu artinya apa?

  28. Andi:

    lumayan sering saya melewati Ungaran, tapi… belum pernah mampir pak…
    dulu pernah mau diajak ibu saya pas mendampingi siswanya ke sana, tapi saya pas berhalangan… :(

  29. soewoeng:

    gedong songgo ada cerita menarik disana

  30. habieb:

    tau banyak banget pak istilah dan cerita ttg candi

  31. yayat38:

    Saya kok ya baru denger he he. Kelihatan banget kurang infonya padahal saya ya lama di Jateng.
    Trims banget atas infonya Mas.
    Salam hangat selalu :)

  32. Demalung Java:

    Gedong songo memang keren.. :)
    apalagi suasana malam hari..
    saya sudah pernah nge-camp di bumi perkemahannya..
    manstaf..
    salam kenal bos…

  33. andri:

    Mantaps… pas buka postingan ini jadi inget ditemuin candi baru di deket kampungku di jogja… tepatnya di deket UII Terpadu Jakal…

    nice view mas :-D

  34. oelil:

    menurutku nek pengen jalan2/wisata ….kudu baca blog sampeyan iki disek kang …mantep tur marai kepengen…

  35. Syahuri:

    ntar kalo aku ke jawa, sebelum berangkat musti baca blog ini dulu :D

  36. Ndoro Seten:

    Wah kapan ya bisa beranjang sana kesana? pengin jane….

  37. eMo:

    dari temanggung ke gedongsongo ga jauh lho.. tapi kok ya M blom pernah kesana ya.. :D

  38. ndop:

    candi hindu ternyata semua hampir sama ya.. kecil-kecil dan banyak.. kayak candi penataran di Blitar..

  39. julie:

    sampe setua ini lompernah daki gunung aku mas

  40. eko magelang:

    terakhir saya mau kesana, hujan sungguh lebat, jadi mengurungkan utk menjelajahi kebesaran candi ini, namun baca tulisan ini sdh memberikan ispirasi dan bener kata mas oellil, jadi kepingin kesana lagi…..mantab bos !!!!

  41. Rozy:

    keren tempatnya
    masih alami

  42. FoO Iskandar:

    Salluuuutt bagus banget reviewnya mas …. bikin pengen kesana tp kejauhan (lol)

  43. attayaya:

    kalo aku ke semarang lagi, ntar kucoba untuk mengunjunginya

  44. xtin:

    wah keren boss. gak kalah sama bromo

  45. zee:

    Saya tertarik melihat kudanya ada banyak sekali.
    Apakah terawat dengan baik?
    Pengen beli satu untuk dirtunggangi Vaya hahahaa…. ngawur deh.

  46. Chic:

    wooogh udah pernah ke sini waktu terakhir ke semarang :D

  47. senoaji:

    asemik! njepat terus cah iki!

  48. amri:

    Paling hobi ya kalau ke candi2

  49. annosmile:

    lha itu disewakan buat wisatawan buat berkeliing candi
    jelas terawat dan perkasa :P

  50. afwan auliyar:

    kabutnya keliatan bgt neh …
    fotonya jd keliatan kereeeeeeeeen :)

  51. Jeri:

    Keren mas. Pasti suasananya dingin dan adem.
    Kapan saya bs kesana ya.
    Di daerah saya malah Candinya(candi bumi ayu) ga terawat dengan baik.
    Padahal, it adalah aset sejarah yang wajib di jaga.

  52. Aribicara:

    Keren juga yach …

    itu lokasinya deket sama Gunung Pati kaga bro ????
    Gunung Pati di Ungaran juga ..

  53. liza:

    berkomentar sambil menghayal… emm kapan ya aku bisa menjelajahi bumi pertiwi nan elok rupawan ini

  54. annosmile:

    kurang tahu nih bro

  55. sunflo:

    @aribicara: iya tuh, deket ma gunung pati ri..
    hehehe…mengingatkanku pada masa2 kemah bakti jaman dulu…, jadi senior buat nggojlok adik2 kelas…

  56. boyin:

    wah gedongsongo masih seperti yang dulu yah..jadi inget dulu jalan2 naik motor sendirian dari semarang. pas istirahat ditawarin teh botol sama ibu2 pake bakul pake bahasa jawa halus..karena nggak ngerti ngomong halus akhirnya kudu terus terang dengan ngomong gini “kulo mboten ngertos boso alus bu”haaaaa….

  57. HAPIA Mesir:

    dulu waktu kecil sering wisata disini juga sob…

  58. GoMe Computer:

    tempatnya di semarang ya, keren pemandangannya

  59. meylya:

    sepertinya adem ayem tentrem mas tempatnya

  60. mgarnieri:

    Saya ndak sampai muterin semua candinya, udah pernah sampai sana, cuman berhenti sampai candi yang Gedong IV, jauh bro.. ndak kuat jalannya, hehe..

  61. Blogger Terpanas:

    Kapan ke candi gedongsongo?
    Kok tidak sekalian mampir ke candi “ngempon” ? Dari candi gedongsongo berjarak sekitar 10km. Menurut foklor yang beredar di masyarakat desa kami. Candi ngempon adalah tempat peristirahatan pangeran ketut emas putra ratu sima. Jadi masih ada hubungan dg candi gedongsongo

  62. annosmile:

    Lingga sebagai perwujudan kemaluan pria dan Yoni sebagai perwujudan kemaluan wanita.

  63. annosmile:

    1 jam bro

  64. annosmile:

    terima kasih infonya mas
    dulu pas kesana saya kurang tahu ada candi yang lain :D

  65. dafiDRiau:

    Wah bisa-bisa jadi spesialist blog penggemar candi nih mas. Ayo… di Pekanbaru ada juga namanya candi Muara Takus

  66. dimas:

    dari pada ke gedong songo mending di bandungan ,cari kamar cari lonte ,perek pelacur enak .murah 50.000 dapet cantik,kamar 30.000,capek kenikmatan ,mampir bandungan dulu baru ke gedongsongo

  67. reny saraswati:

    wah..candinya bagus banget,keren banget.
    tapi disana banyak tanjakan di lereng gunung
    Keindahan pemandangannya membuat hati kita tentram
    tetap jaga kelestarian potensi budaya indonesia….

  68. manusiahero:

    jadi kangen kesini lagi… perjalanan dirimu sob bikin iri aja nih…

  69. Widi:

    Bagus banget memang candinya. Memang agak jauh untuk dicapai tapi oke banget candinya. Ayo semua ke sana gih, bagus loh.. hehe..
    Nice post, gw link di blog gw yah. karena reviewnya lengkap banget! :)

  70. Tiyo Widodo:

    Sebuah napak tilas sejarah yang selayaknya dilestarikan. Hal ini sangat penting — bahkan wajib — untuk mempertahankan jatidiri bangsa. Nusantara adalah sebuah peradaban terkemuka di Planet Bumi. Maka dari itu janganlah berkecil hati karena nuansa modernisasi yang membuat kita merasa ngeri.

  71. firman:

    mantap bro, aku baru kemarin kesana sekalian malam tahun baruan di Bendungan nginap 2 malam.. bagus banget suasananya yang sejuk ..pokoknya nggak mengecewakan deh…plus jgn lupa makan pecel ya di atas.

    saya rekomendasikan deh tempat ini selain ke museum kereta api…tapi nggak rekomen ke bukit cinta (rawa pening) bener2 pening dibuatnya.

    salam
    firman – jakarta

  72. Wandi Wong Sukoharjo:

    Ngulan ngalor bablas sithik jane tekan Singorojo mas, kok yo ora ngebel-ngebel ngunu to ben bisa ketemu. Wong paling mung 30 menitan lho. :lol:

  73. pak made:

    dh,
    kami SANGAT INGIN, mengadakan meditasi bersama di areal candi tsb..
    mudah2an ada sponsor yg mau.
    kami jg ingin sekali berkemah disana, agar aura2 spiritual bisa kami serap.
    tks.

  74. Kawah Candradimuka, berawal dari cerita pewayangan | TeamTouring:

    […] tidak aktif lagi ketika jaman kuarter tengah. Kawah ini sangat mirip dengan kawah yang berada di Candi Gedong Songo di lereng Gunung […]

  75. Mblusuk ke Candi Pringapus | TeamTouring:

    […] persamaan dengan Candi Dieng dan Candi Gedongsongo, seluruh bagian depan dinding Candi Pringapus dalam kondisi tertutup. Hanya dinding sebelah […]

  76. Berendam Air Panas Sejenak di Kolam Renang Air Panas Candi Gedongsongo | TeamTouring:

    […] Gedongsongo, kami dipersilakan untuk membeli tiket masuk terlebih dahulu. Sepertinya tiket masuk Candi Gedongsongo tidak berlaku untuk seluruh fasilitas yang ada dikompleks candi termasuk kolam renang. Namun tidak […]

  77. K-Princess:

    Candi n pemandangannya baguuus bingiit.. sarana transportasi ksana bagus gak kak?

Kirim pendapat

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan TeamTouring. Redaksi berhak menyunting atau menghapus kata-kata yang berbau narsisme, promosi, spam, pelecehan, intimidasi dan kebencian terhadap suatu golongan.