Mencoba Jalur Tawangmangu-Sarangan

Lama tidak menikmati dinginnya udara pegunungan membuat kami berkeinginan kembali menikmati perjalanan dengan melewati Jalur Tawangmangu-Sarangan. Lebih dari setahun kami tidak merasakan keindahan alam gunung Lawu yang memiliki pesona wisata yang cukup mengagumkan. Menurut kabar, saat ini telah dibangun jalan baru yang membelah lereng Gunung Lawu untuk mempermudah akses dari Karanganyar menuju Magetan dan sebaliknya.

Jalur Tawangmangu-Sarangan atau bernama lain Jalan Tembus Sarangan-Tawangmangu dan Magetan-Tawangmangu merupakan jalan penghubung antara kabupaten Karanganyar dengan kabupaten Magetan melewati lereng Gunung Lawu.

TeamTouring Di Jalan Tawangmangu-Sarangan

Jalur Tawangmangu-Sarangan dimulai dari Gerbang Wisata Tawangmangu yang berada di kabupaten Karanganyar. Pengguna jalan yang melewati Gerbang Wisata Tawangmangu diwajibkan membayar retribusi jalan yang tarifnya ditentukan berdasarkan jenis kendaraan dan banyaknya orang. Retribusi jalan semacam ini tidak tepat sasaran karena merugikan pengguna jalan dan tidak jelas tujuan penarikan retribusi karena ketika memasuki kawasan wisata masih dikenakan retribusi lagi.

Menurut informasi yang didapat, hampir seluruh jalan menuju kawasan Tawangmangu atau Sarangan dari kabupaten Karanganyar terdapat pos penarikan retribusi. Padahal Jalur Tawangmangu-Sarangan yang diakses dari wilayah kabupaten Magetan tidak terdapat retribusi atau pungutan yang kurang jelas semacam ini. Di daerah lain, penarikan retribusi semacam ini sudah dihentikan karena rawan menjadi semacam pungutan liar (pungli).

Salah Satu Sudut Jalur Tawangmangu Sarangan

Jalan utama dari Gerbang Wisata Tawangmangu hingga Wisata Alam Tawangmangu masih dalam kondisi baik dan terawat meskipun bukan termasuk jalan yang baru dibuat. Keramaian jalan tampak ketika memasuki kawasan Pasar Tawangmangu yang sebentar lagi bangunan barunya selesai dibangun. Kawasan selanjutnya yang dilewati adalah kawasan Wisata Alam Tawangmangu yang terkenal dengan daya tarik air terjunnya yaitu Grojogan Sewu.

Kondisi Wisata Alam Tawangmangu tidak banyak perubahan kecuali bertambahnya jumlah bangunan hotel dan resort di sekitar kawasan. Warung-warung kuliner juga banyak beterbaran di sekitar kawasan Wisata Alam Tawangmangu mulai dari kuliner khas daerah sekitar hingga kuliner nusantara. Laju sepeda motor yang kami tumpangi mulai melambat ketika jalan mulai menanjak tajam

Gunung Lawu terletak di perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur. Merupakan Gunung berapi yang statusnya istirahat karena telah lama tidak aktif. Walaupun demikian dibagian lereng terdapat kepunden kecil yang masih mengeluarkan asap belerang (solfatara) dan uap air (fomarol).

Tikungan Jalan Tawangmangu Sarangan

Disebuah ujung tanjakan jalan terdapat simpangan jalan utama Jalur Tawangmangu-Sarangan. Jalan pertama adalah jalan lama yang kondisi jalannya cukup sempit dan memiliki tanjakan yang lumayan curam dan panjang. Jalan kedua adalah jalan baru yang dibuat untuk tembus langsung ke kawasan Cemoro Kandang dengan kondisi jalan yang lebih lebar, tanjakan lebih landai, dan jarak lebih jauh. Jalan baru tersebut kadang masih dilakukan status buka tutup karena sering terjadi longsor pada tebing pada tepi jalan.

Kami memilih jalan lama untuk menuju ke kawasan Cemoro Kandang sebagai salah satu tempat tertinggi Gunung Lawu yang dapat dilalui kendaraan. Jalan yang dilalui kondisinya cukup menanjak dan menguras tenaga kendaraan kami. Namun hal tersebut dibayar dengan pemandangan indah yang tampak dari sebelah kiri dan kanan jalan. Diharapkan pengguna jalan berhati-hati saat berkendara di tempat ini karena sering menemui kendaraan umum yang ugal-ugalan.

Jalur Tawangmangu-Sarangan ini melewati beberapa objek wisata antara lain Air Terjun Jumug, Candi Sukuh, Candi Cetho, Kebun Teh Kemuning, Tawangmangu (Grojogan Sewu), dan Telaga Sarangan.

Penjual Strawberry Di Cemoro Kandang

Beberapa kilometer terlampaui, jalan menanjak sempit berujung pada jalan baru yang cukup luas dan pertemuan dengan jalan baru sebelumnya. Kendaraan kami dapat dipacu lebih cepat karena kondisi jalan baru tanjakannya tidak securam jalan lama. Pemandangan pun semakin lengkap dengan panorama puncak Gunung Lawu yang tidak tertutup kabut, terasering persawahan, dan pemukiman yang tampak tertata rapi.

Kondisi jalan baru yang kami lewati ini mulai banyak ditemukan warung-warung makan. Warung tersebut menjual beraneka makanan mulai dari makanan berat seperti nasi pecel, nasi goreng, nasi rames, hingga ayam goreng. Selain itu ada beberapa warung yang menjual buah strawberry dan beberapa jenis buah lainnya. harga yang ditawarkan cukup murah dan terjangkau. Saat kami melewati tempat ini tampak beberapa pengunjung warung yang sedang beristirahat dan bersantai. Harga yang ditawarkan oleh warung-warung tersebut cukup terjangkau dan pengunjung disarankan bertanya dahulu mengenai daftar harga makanan dan minuman.

Pos Pendakian Gunung Lawu Via Cemoro Lawang

Perjalanan yang lakukan akhirnya tiba di kawasan yang dikenal dengan nama Cemoro Kandang. Cemoro Kandang adalah salah satu pos pendakian Gunung Lawu dari kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Selain itu Cemoro Lawang merupakan titik tertinggi yang dilalui jalan raya di kaki Gunung Lawu. Disekitar kawasan ini banyak ditemukan warung makan, penjual cinderamata, hingga penginapan. Kami mengentikan kendaraan dan beristirahat sejenak di sebuah warung yang menjadi langganan kami setiap melakukan perjalanan dari dan menuju Magetan. Menu khas yang ditawarkan oleh warung ini adalah nasi pecel khas Magetan (Jawa Timur).

Perjalanan kembali dilanjutkan dengan melewati gapura perbatasan provinsi antara Jawa Tengah dengan Jawa Timur. Gapura perbatasan provinsi tersebut ditandai dengan sebuah bangunan gapura dan jembatan penghubung dua tebing. Bila kondisi alam sedang tidak berkabut, dari celah tebing tersebut akan terlihat pemandangan puncak Gunung Lawu. Kawasan selanjutnya yang dilewati adalah Cemoro Sewu. Cemoro Sewu merupakan pos pendakian yang berada di kabupaten Magetan, Jawa Timur. Cemoro Sewu merupakan tempat paling favorit untuk para pendaki gunung karena medannya paling mudah dilalui. Kondisi kawasan Cemoro Sewu lebih ramai dibandingkan dengan Cemoro Kandang. Tempat ini lebih banyak ditemukan tempat menginap dan warung makan yang buka selama 24 jam.

Perjalanan Melewati Jalur Tawangmangu Sarangan

Jalan baru bagian Jalur Tawangmangu-Sarangan kembali dinikmati ketika menuruni lereng Gunung Lawu menuju Sarangan. Sepertinya pembangunan Jalan Tawangmangu-Sarangan atau Jalan Tembus Magetan-Sarangan ini lebih cepat selesai di kabupaten Magetan daripada Karanganyar. Kondisi jalan antara Cemoro Sewu menuju bawah Telaga Sarangan menurun secara perlahan dan tidak securam jalan lama. Selain itu kondisi jalan cukup lebar dengan kualitas aspal yang cukup bagus. Kami menikmati jalan baru hingga tebing disebelah kawasan wisata Telaga Sarangan. Dari tepi jalan, pengendara kendaraan dapat melihat pemandangan Telaga Warna dari atas tebing atau bukit. Jalan Tawangmangu-Sarangan ini berujung di wilayah kecamatan Plaosan, kabupaten Magetan dan kemudian berganti menjadi jalan lama menuju arah kota.

Pembuatan jalan baru menerobos Gunung Lawu yang biasa disebut Jalur Tawangmangu-Sarangan diyakini untuk mempermudah akses menuju dari dan ke Kabupaten Magetan bagi kendaran besar yang sebelumnya tidak dapat melewati Jalur ini karena medan yang curam. Pemandangan cukup menarik saat kami melewati jalan ini karena membelah kawasan hutan dan pertanian.  Semoga pembangunan jalan baru ini segera selesai dan mempermudah akses dari dan menuju Magetan. (text/foto: annosmile)

-----------
Bookmark and Share

Ada 50 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. Joulecar:

    dalane sih anyar yo??

    • annosmile:

      iya bro. baru selesai pengerjaannya :)

  2. mawi wijna:

    Ndak kuat mobil saya ndaki ke Tawangmangu lagi Xp

  3. made gelgel:

    kayaknya pernah lewat deh

  4. wi3nd:

    belum pernah ke lawu :(

    pen9een,,, ituh se9er bener ya udaranya :)

  5. the riza de kasela:

    Wow yang jual strawberry gak takut kelindes truk apa?

  6. Lekdjie,dab!:

    Sbg orang karanganyar,isin aku…durung pernah njajal..kapan2 ah..
    :-D :-D :-D

  7. Pencerah:

    nek iki aku wis tau lewat…

  8. Andy MSE:

    terakhir aku lewat situ bareng sama Diki, solo-ponorogo pp…

  9. azaxs:

    dalane keren bgt.. pulang dari launching blogger bengawan tahun lalu, kawan2 ponorogo lewat situ

  10. khumai:

    bagus bgt.. jalnnya jga bru,, pgi2 ksan,, hem,, sueger puol..
    foto2 ditikungan dkt jembatan cemoro sewu
    mantap :) beautiful scenery

  11. pakne galuh:

    tawangmangu dan sarangan sepertinya akan menjadi satu paket wisata yang menarik.

  12. Itik Bali:

    aku juga pernah ke sana
    itu dekat rumah nenekku

  13. heru:

    wah2 belum pernah kesana :D

  14. alief:

    marai pengen nyang lawu maneh…..

  15. oelil:

    Udara gunung memang sueger dan bikin badan rilek ya…

  16. JR:

    wakh aku belum pernah kesana, tapi baca postingannya jadi pengen kesana nih….ngumpulin dulu logistik entar aku akan kesana……ok

  17. racheedus:

    Hingga selesai kuliah di Yogya, saya belum sempat juga berkunjung ke Tawangmangu, meski beberapa kali diajak teman-teman main ke sana.

  18. Fatih:

    saya pernah ke tawangmangu 9 tahun yang lalu, pas lagi berlibur ke Solo. gila sampai sekarang saya masih terbayang2 keindahan Curug tawangmangu tersebut…….
    semoga cita-cita saya kalo dah lulus kuliah keliling Indonesia tercapai.
    salam kenal dari cah brebes

  19. trinil:

    aku terakhir lewat waktu dalam perbaikan, jadi semakin penasaran lihat hasil pengerjaannya…

  20. muhamaze:

    hohohoh… jalurnya keren banget boss…. jadi pengin

  21. suwung:

    adi kso2
    kelingan sing ora ora bos
    ndek jaman semono

  22. Aribicara:

    Itu mampir beli strawberynya kaga bro ?

    atau malahan ada yang ngasih di perjalanan
    ? :)

  23. nurrahman:

    dalane ketok resik cah

  24. Aribicara:

    Target selanjutnya kemana nich bro ?

  25. lambang:

    aku nyambung ama komennya pak azaxs di atas:
    Iyo. . dalane keren pak! ampek aku wedhi dewe pas mbok gonceng, hehe. .

  26. Balisugar:

    Aduh jalan-jalan mulu ni anak ! :smile: :smile:

  27. yani:

    wah pemandangannya asri sekali

  28. mandor tempe:

    Pemandangannya bagus di sono. Jadi pengen ikut turing saya

  29. rudis:

    alamnya pasti masih asri dan segar

  30. Pradna:

    iyo, rodo ngeri karo sing dodol strawbery,
    pas tikungan sisan

  31. itempoeti:

    kereeeeennn……..

  32. 'dee:

    jalannya sudah bagus, lebar dan lebih mendatar ya sekarang… d.~

  33. Candi Sukuh, Candi Unik Nan Saru | TeamTouring:

    […] 24 November 2009Mencoba Jalur Tawangmangu-Sarangan […]

  34. war wer:

    wah club mana nichh ??? pernah kmana aja ??? 

  35. war wer:

    touring paling jauh mana bung ?? 

  36. Lutfi:

    Saya pernah lewat jalur tawangmangu – sarangan, tapi itu sekitar 13 tahun yang lalu :-D waktu touring Jogja – Sidoarjo

  37. budies:

    wah aku pernah ke sarangan tahun 87an, bisa beda kali penampilannya sekarang

  38. Napak Tilas Sejarah di candi Cetho | TeamTouring:

    […] di Jalur Tawangmangu-Sarangan, terdapat candi selain Candi Sukuh yang bernama Candi Cetho. Candi Cetho lokasinya tidak jauh dari […]

  39. arqu3fiq:

    ”Saya berhenti sejenak disebuah warung makan yang sudah menjadi langganan kami saat melewati tempat ini.” Apa kalian sering bagpacker ? Hebat….sampai langganan warungnya hafal.

  40. Menikmati indahnya Telaga Sarangan | TeamTouring:

    […] di Kabupaten Magetan. Perjalanan kami tempuh sejauh 3 jam dari kota Yogyakarta dengan melewati jalur Tawangmangu-Sarangan yang membelah Gunung Lawu. Suasana pagi hari cukup ramai setelah semalam kami beristirahat di […]

  41. Indahnya Grojogan Sewu | TeamTouring:

    […] Tawangmangu adalah sebuah kecamatan di sekitar lereng Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Grojogan Sewu merupakan salah satu air terjun yang dilewati Jalur Tawangmangu-Sarangan. […]

  42. rita:

    bleh saya tanya?saya bth bgt informasi jalan yg menuju ke sarangan tp jalan nya jgn curam ya kak,oh ya klu mw ke tawang mangu jalan nya tajam dan curam tdk?trimakash

    • admin:

      @rita
      sekarang jalan baru menuju Sarangan sudah selesai dibangun. Jalannya cukup landai dan bagus
      kalau menuju Tawangmangu biasa saja
      Semoga membantu :)

  43. rita:

    oh bgt,makash ya kakak

  44. miftah:

    Mau nanya nih, kalau dari Karanganyar menuju Twmangu & d daerah cemoro kandang lewat jalur lama katanya jalan sempit dan menanjak curam. Mobil kesulitan nggak lewat jalur ini? Banyak nggak pengendara mbl dari Karanganyar menuju Twgmangu & Sarangan? Tks

  45. Grojogan Sewu « Situs Segar:

    […] Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Grojogan Sewu merupakan salah satu air terjun yang dilewati Jalur Tawangmangu […]

  46. ira:

    mw tanya, kalo dari jogja, ke kemuning berapa jam? trus jalurnya mana? jogja-klaten, solo, tawangmangu, trus kemana? saya pernah ke tawangmangu tapi lom pernah k kemuning. makasih..

  47. Menikmati Secangkir Kopi di Sudut Kota Magetan | TeamTouring:

    […] dari Yogyakarta menuju ke Magetan melewati jalan baru Tawangmangu Sarangan cukup melelahan. Ketika tiba waktu sore hari, kami berisitirahat sejenak di rumah kawan sambil […]

  48. Menikmati Suasana Pagi di Telaga Wahyu | TeamTouring:

    […] yang baru selesai dilakukan pembangunan dan pelebaran jalan. Perjalanan melewati jalur Tawangmangu-Sarangan saat pagi hari membuat pemandangan Telaga Wahyu dari tepi jalan tampak lain dan terlihat lebih […]

Kirim pendapat