Mencicip Selat Solo Bu Lies

This item was filled under [ Kuliner, Makanan ]

Selat Solo merupakan makanan khas dari kota Solo. Disalah satu sudut kota Solo terdapat warung Selat Solo yang sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu, namanya Warung Selat Bu Lies (Mbak Lies).

Warung Selat Bu Lies dibuka sejak tahun 1985 dengan usaha warung kecil-kecilan. Warung Selat Bu Lies tidak buka cabang dan hanya buka di kampung Selembaran daerah Serengan Gang II/42 Surakarta.

Lokasi warung ini cukup unik yaitu berada di dalam area kampung, tidak terletak di pinggir jalan seperti warung atau rumah makan kebanyakan. Di dalam kampung itu telah disediakan area parkir kendaraan parkir roda dua dan roda empat sehingga pengunjung tidak kesulitan dalam memarkir kendaraan.

Memasuki warung, kami terkagum melihat desain ruang yang begitu unik, banyak ditemukan hiasan berupa untaian kulit kerang dan karang laut di dinding, pintu, dan di meja pengunjung. Kami memilih tempat duduk lesehan awalaupun disediakan tempat duduk berupa meja dan kursi. Pelayanan langsung datang menghampiri kami memberikan daftar menu yang ada di warung ini dan mencatat semua pesananan kami.

Selat Solo merupakan makanan yang diadaptasi dari masakan Eropa yaitu ‘Salad’. Karena disesuaikan dengan lidah orang Jawa menjadi ‘Selat’.

Makanan andalan warung ini adalah Selat Solo dengan saus kental atau kuah segar. Dalam penyajiannya, Selat Solo disajikan dalam piring yang agak datar yang berisi sayur-sayuran sperti wortel, tomat, kentang, mentimun, sejenis kacang-kacangan dan selada, daging sapi, dan telur rebus yang dipadukan dengan kuah atau saus kemudian ditaburi dengan bawang bombay dan mustard dibagian tepinya.

Rasa Selat Solo cukup unik karena beragam rasa tercampur dalam makanan ini. Rasa gurih, manis, asam, dan asin bercampur secara berimbang. Tidak memiliki rasa yang lebih dominan diantara rasa makanan yang ada. Bumbu yang dicampurkan tidak keras namun cukup terasa di mulut. Sepertinya rasa makanan seperti ini yang disukai banyak kalangan karena beberapa diantaranya tidak menyukai rasa dan aroma yang terlalu kuat.

Dengan rasa yang cukup khas memang tidak mengherankan bila beberapa petinggi negara mengunjungi tempat ini untuk mencicipi masakannya. Anda tertarik mencobanya? Silakan datang ke warung Selat Solo Bu Lies ini.


Incoming search terms for the article:

    rumah makan solo
-----------
Bookmark and Share
Popularity: 4,636 views

Artikel yang Berkaitan

  • Menikmati Bebek Bakar di Galabo Berkunjung ke Solo untuk yang kesekian kali di malam hari, membuat kami berkeinginan untuk kembali menikmati suasana malam di Galabo yang terletak di jantung […]
  • Gurihnya Sop Ayam “Pak Min” Klaten Hampir setiap kali melakukan perjalanan melewati Klaten, menyempatkan sejenak berhenti di Warung Sop Ayam Pak Min yang terletak di Jalan Mayor Kusmanto, […]
  • Mencicip Kuliner Timlo Solo Sastro Mencoba kuliner di kota Solo memang tidak ada habisnya. Di salah satu sudut pasar Gedhe terdapat warung yang menyediakan kuliner khas Solo yang bernama Timlo. […]
  • Harjo Bestik, Salah Satu Kuliner Malam di Kota Solo Menikmati malam di kota Solo sambil mencicipi hidangan kuliner menjadi pilihan saat berlibur ke kota Solo. Pilihan santap malam kali ini jatuh pada makanan […]
  • Nyruput Teh Pokil (Blontea) Teh Pokil, nama yang aneh dan terdengar samar-samar bila ada orang menyebut merk teh ini. Teh ini memang baru diluncurkan beberapa bulan yang lalu oleh […]
  • Mengintip Sentra Pembuatan Telur Bebek Asin di Brebes Nama telur asin mungkin sudah tidak asing bagi mereka yang sering melakukan perjalanan menggunakan kereta api ekonomi dan bisnis menuju ke jakarta atau […]
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

3 Comments on “Mencicip Selat Solo Bu Lies”

  • Moko
    6 August, 2011, 15:18

    duhh.. jdi ngilerr… saran bro, d’postingan kasih alamat lengkap biar para pembaca bisa langsung meluncur ke TKP. sip!

  • Jidat
    9 October, 2011, 11:31

    Aku disanaa

  • junianto
    9 October, 2011, 17:45

    Aku juga di sana….

Leave a Comment