Melihat Upacara Adat Saparan Bekakak
Nama upacara adat Saparan Bekakak memang sudah cukup terkenal di Yogyakarta. Upacara yang digelar setiap akhir bulan Sapar dalam penanggalan Jawa ini memang menarik minat wisatawan baik lokal maupun mancanegara untuk berbondong-bondong melihatnya.
Saparan Bekakak merupakan ritual yang digelar sebagai bentuk permohonan keselamatan warga Gamping. Disebut demikian karena dalam pelengkap upacaranya terdapat sepasang pengantin bekakak. Upacara adat Saparan Bekakak yang dilaksanakan di Desa Ambarketawang, Gamping sudah berlangsung sejak masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono I.
Dari tahun ke tahun, acara Saparan Bekakak berlangsung secara meriah. Tahun 2012 ini jumlah peserta kirab upacara Saparan Bekakak melebihi target peserta dari yang direncanakan. Acara yang dimulai jam 2 siang ini sempat terlambat dimulai namun akhirnya kirab berjalan lancar dengan antusiasisme penonton yang cukup tinggi.
Tradisi yang hampir seusia Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini bermula dari kisah meninggalnya Kyai dan Nyi Wirasuta serta warga lain akibat musibah longsornya Gunung Gamping dan jasad mereka tidak. Sejalan dengan waktu, setiap bulan Sapar terjadi musibah serupa yang menimpa warga sekitar. Masyarakat setempat meyakini arwah Kyai dan Nyi Wirasuta masih menempati Gunung Gamping. Mengetahui keresahan tersebut, Sri Sultan bertitah pada masyarkat Ambarketawang agar tiap bulan Sapar mengadakan upacara selamatan dengan menyembelih sepasang pengantin (Bekakak) yang terbuat dari campuran beras ketan yang dimaksudkan untuk menggantikan Kyai dan Nyi Wirasuta serta warga lain yang tertimpa musibah longsornya Gunung Gamping agar tidak terjadi bencana serupa di wilayah ini.
Acara kirab budaya dimulai dengan Kudo Wiro Manggolo dan kuda pengiring, prajurit Bregodo Gamping Tengah, Rombongan Bekakak, Santri Pembawa Tirto Dono Jati, Bregodo Kijing Kidul dan Gunungan Buah-buahan serta beberapa peserta lain yang turut memeriahkan acara kirab ini. Tidak lupa patung Genderuwo (sejenis makhluk halus) yang merupakan perwujudan penunggu Gunung Gamping juga ikut dalam kirab.
Khusus untuk rombongan (arak-arakan) yang membawa Pengantin Bekakak menuju ke kawasan Gunung Gamping untuk dilakukan penyembelihan pengantin. Lokasi Gunung Gamping terletak di dekat petilasan pesanggrahan Ambarketawang yang lokasinya berada di sebelah selatan dari kantor kelurahan kira-kira 500 meter.
Memasuki acara inti, boneka sepasang pengantin dibawa ke sebuah altar yang terletak di sebelah utara Gunung Gamping. Kemudian boneka sepasang pengantin disembelih dimulai dari boneka pengantin pria terlebih dahulu dilanjutkan boneka pengantin wanita oleh pemimpin upacara. Prosesi ini disaksikan oleh penonton yang melihat dari sisi luar pagar kawasan. Gunungan buah-buahan yang juga dibawa ke atas altar kemudian menjadi rebutan para penonton ketika pintu kawasan Gunung Gamping dibuka. Prosesi upacara adat akhirnya selesai dan penonton mulai meninggalkan kawasan Gunung Gamping.
Incoming search terms for the article:
- upacara adat artikel bekakak saparan upacara adat bekakak upacara adat bekakak 2012 upacara adat di sekitar merapi upacara adat gunungan upacar adat yang tekenal di yogya tahun saparan saparan bekakak about bekakak saparan prosesi upacara adat jawa acara adat 2012 artikel upacara adat asal usul tradisi bekakak bekakak 2012 boneka sepasang gamping gunung genderuwo nama nama upacara adat yogyakarta upacara adat saparan bekakak





7 Comments on “Melihat Upacara Adat Saparan Bekakak”
Interesting event on there, keren nich acaranya :-) Thanks reviewnya
iki sing gendruwo karo wewe gombel kuwi yo? mantab!
jalan2 teruuuuus.. syem.. aku kapan ya..
Sepertinya seru jg ya kl bisa hadir , disini tidak ada hal serupa euy :-D
kenapa pengantinnya disembelih?
lha yen ayam bekakak ki opo dari kata iki ya kang?