Mblusuk Air Terjun Cengkehan

Setelah hampir setengah tahun kami berhenti menjelajah air terjun yang belum dikenal luas sebagai kawasan wisata, akhirnya kami kembali menjelajah air terjun yang letaknya tidak jauh dari Yogyakarta tepatnya di kabupaten Bantul. Nama air terjun Cengkehan yang berada di Imogiri menjadi tujuan penjelajahan kawasan air terjun kali ini. Keberadaan air terjun Cengkehan mulai dikenal ketika kawasan wisata ini dibuka menjadi obyek wisata untuk melengkapi potensi desa wisata Wukirsari.

Air Terjun Cengkehan atau ada yang menyebutnya Curug Seribu Batu atau Curug Gedangan terletak di dusun Cengkehan, desa Wukirsari, kecamatan Imogiri, kabupaten Bantul.

Perjalanan menuju ke lokasi air terjun Cengkehan tidak menemui kendala karena terletak di kawasan desa wisata Wukirsari sebagai sentra kerajinan batik tulis. Setelah melewati jalan di bawah Pesarean Giriloyo atau Makam Sunan Cirebon, kami tiba di ujung jalan berupa halaman rumah penduduk. Kendaraan kami titipkan di halaman rumah tersebut setelah meminta izin terlebih dahulu. Perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki melewati area hutan untuk menuju ke lokasi air terjun Cengkehan.

Saat melalui jalan setapak menuju ke air terjun Cengkehan, kami sempat tersesat karena jalan yang kami lalu tiba-tiba menghilang tertutup semak-semak pepohonan. Akhirnya kami berhasil menemukan jalan menuju ke lokasi air terjun dengan mengikuti pipa besi yang mengarah ke sumber air. Saat tiba di ujung pipa berupa tanggul kecil tepi sungai, dari kejauhan terlihat pemandangan air terjun Cengkehan. Namun pemandangan air terjun Cengkehan hanya terlihat sebagian karena tertutup oleh batuan yang berukuran besar.

Batuan yang terletak di sepanjang aliran sungai yang mengalir pada air terjun Cengkehan konon berasal dari Gunung Api Purba Nglanggeran. Jumlahnya cukup banyak dan tidak dapat dihitung sehingga beberapa orang menyebut air terjun Cengkehan dengan nama “Seribu Batu”.

Akhirnya kami tiba tepat di bawah Air Terjun Cengkehan setelah melewati beberapa batu besar yang melintang disepanjang aliran sungainya. Ketinggian Air terjun Cengkehan hanya 5 meter, seukuran dengan air terjun Kedung Panas namun lebih rendah daripada air terjun Kedung Miri dimana semuanya juga terletak di kecamatan Imogiri. Debit airnya cukup rendah namun selalu mengalir sepanjang tahun dan mencukupi kebutuhan air di sekitar desa. Meskipun ukuran air terjun cukup kecil dan kurang menarik, saya menyukainya karena alam yang berada di sekelilingnya masih terlihat alami dan jarang terjamah manusia.

Air Terjun Cengkehan berpotensi sebagai wisata minat khusus berupa wisata jelajah alam dan sebagai salah satu potensi wisata yang dimiliki oleh desa wisata Wukirsari. Pemandangan air terjun kurang menarik tidak menjadi penghalang karena banyak hal yang menarik yang bisa dikembangkan di tempat ini. Harapannya sumber mata air yang mengalir di air terjun Cengkehan tetap terjaga dan dilakukan penanam tanaman untuk memperindah lokasi air terjun. (text/foto: annosmile)

-----------
Bookmark and Share

Ada 1 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. marsudiyanto:

    Minggu kemarin saya juga jalan2 ke Curug Sewu di Sukorejo Kendal

Kirim pendapat

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan TeamTouring. Redaksi berhak menyunting atau menghapus kata-kata yang berbau narsisme, promosi, spam, pelecehan, intimidasi dan kebencian terhadap suatu golongan.