Masjid Agung Surakarta

This item was filled under [ Sejarah ]

Hampir setiap kali berkunjung ke kota Solo, saya selalu menyempatkan diri mengunjungi Masjid Agung Surakarta yang terletak di sebelah barat Alun-Alun Utara Keraton Kasunanan Surakarta. Masjid yang menjadi kebanggaan warga Solo ini memang memberikan pesona dan daya tarik bagi wisatawan yang mengunjunginya.

Masjid Agung Surakarta didirikan pada tahun 1875 oleh Paku Buwono III (PB III) atau menurut tahun Jawa 1689. Sampai saat ini masjid ini masih terlihat kokoh dan masih digunakan sebagai tempat ibadah. Masjid Agung Surakarta ini terletak disebelah Pasar Klewer Surakarta.

Kali ini saya kembali menengok Masjid Agung Surakarta di siang hari untuk beribadah shalat dzuhur sambil beristirahat sejenak. Kendaraan saya pacu melewati gerbang masuk dan saya parkir di salah satu sudut yang terdapat tempat penitipan sepeda motor.

Sebelum memasuki bangunan masjid, dari luar terlihat arsitektur masjid yang unik dan kental dengan kekhasan Jawa-nya. Kubah masjid yang kebanyakan bulat memanjang, di Masjid Agung Surakarta ini berbentuk segitiga yang mengadaptasikan bangunan rumah Jawa. Di sebelah utara masjid terdapat menara masjid yang menjulang tinggi ke angkasa.

Memasuki bangunan masjid, saya menitipkan sepatu ditempat penitipan sepatu dan sandal kemudian berjalan menuju ke kamar mandi dan tempat berwudlu yang terletak di samping kanan serambi masjid. Di sebuah sudut serambi masjid ini terdapat bedug yang sudah berumur ratusan tahun dan masih dapat digunakan walaupun di beberapa bagian sudah mengalami pengeroposan.

Memasuki ruangan bagian dalam masjid, dibeberapa sudut ruangan ada orang yang sedang mengerjakan shalat atau sedang membaca Al Quran yang disediakan. Saya berhati-hati dalam mengabadikan gambar didalam masjid ini dengan kamera saku, takut kalau mengganggu orang yang sedang beribadah.

Suasana di dalam masjid memang sedikit berbeda dengan masjid kebanyakan, terlihat sunyi, tenang, sejuk dan pesona kekhasan bangunan kraton yang sarat akan nilai budaya dan ritual. Namun saya tidak mempermasalahkan itu, yang jelas bagian dalam yang hampir semuanya terbuat dari kayu jati kualitas tinggi itu memang bernilai seni tinggi. Walaupun beberapa bagian tiang penyangga sudah dilapisi besi dan rantai yang memperkokoh tetap saja kesan keindahan arsitektur masjid ini tidak pudar. Selain itu tiang kayu penyangga masih diplitur asli, berbeda dengan serambi masjid yang telah ngalami pengecatan dengan cat komersial.

Lantai masjid juga melambangkan kemegahan Keraton Surakarta yakni lantai terbuat dari batu marmer kualitas tinggi yang tebal dan membuat suasana di masjid terasa dingin dan sejuk. Semua bagian lantai masjid kecuali area wudlu dilapisi oleh batu marmer. Beberapa tulisan jawa hanacaraka terdapat di dinding-dinding masjid, namun saya kurang tahu artinya apa.

Akhirnya selesai beribadah sambil mengamati keindahan arsitektur masjid, saya keluar menuju ke serambi untuk beristirahat sejenak bersama dengan dengan para pengunjung lainnya. Di Serambi masjid ini diperbolehkan untuk bersitirahat sejenak sehingga di beberapa bagian serambi digunakan untuk tidur-tiduran ataupun duduk santai yang penting tetap menjaga ketenangan masjid.

Jujur, menurut pendapat saya memang ada kemiripan antara Masjid Agung Surakarta dengan Masjid Agung Yogyakarta, namun yang jelas ukuran Masjid Agung Surakarta lebih luas dan berumur lebih tua daripada Masjid Agung Yogyakarta.


Incoming search terms for the article:

Bookmark and Share
Popularity: 2,295 views

Artikel yang Berkaitan

  • Keunikan Jam Matahari di Masjid Agung Surakarta (1)
    Keberadaan sebuah jam matahari yang terletak di salah satu sudut area Masjid Agung Surakarta memang jarang diketahui oleh pengujung masjid. Jam matahari ini cukup unik, k...
  • Kebo Bule Kyai Slamet yang Dikeramatkan Itu (3)
    Bila anda menyambangi daerah Alun-Alun Selatan Kraton Surakarta, anda akan menemukan sesuatu yang unik yakni Kebo Bule. Kebo Bule ini dibiarkan berkeliarakan secara bebas...
  • Museum Radya Pustaka, Museum Tertua di Indonesia (20)
    Keberadaan museum disetiap kota sering kita temui, namun apakah kita mengetahui bahwa museum pertama kali di Indonesia terdapat di kota Surakarta atau yang sering disebut...
  • Melihat Kemegahan Kraton Kasunanan Surakarta (48)
    Mengunjungi kota Solo, tidak lupa kami mengunjungi museum kraton Kasunanan Surakarta yang terletak di dalam area kraton. Dalam perjalanan, kami melalui Alun-Alun Utara da...
  • Taman Balekambang (0)
    Disalah satu sudut kota Solo, terdapat sebuah taman yang cukup luas dan teduh yang cocok digunakan untuk bersantai ataupun mengadakan kegiatan seperti acara organisasi, s...
  • Mencicip Selat Solo Bu Lies (2)
    Selat Solo merupakan makanan khas dari kota Solo. Disalah satu sudut kota Solo terdapat warung Selat Solo yang sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu, namanya Warung Sel...
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

9 Comments on “Masjid Agung Surakarta”

  • Frenavit
    1 June, 2011, 8:01

    Noted.. Bisa jadi destinasi pas main-main ke sana ini.. ^^,

  • arif
    1 June, 2011, 22:43

    jalan masuk parkir sepeda motor masjid agung surakarta lewat depan langsung bisa, klo di masjid agung jogja lewat samping jalan kampung :D 

  • Wiwin
    2 June, 2011, 21:33

    Besok Minggu ke Solo tapi pasti ga bisa mampir kemana-mana termasuk ke Masjid ini.

  • ario saja
    5 June, 2011, 10:44

    jadi kepengen kesitu

  • aming
    7 June, 2011, 11:51

    disurakarta yaa….hmmm..lumayan juga kalau dari depok,
    anyway thanks udah sharing…

  • anazkia
    29 June, 2011, 21:48

    Aku pernah shalat di sana, No…

  • mawi wijna
    14 July, 2011, 15:20

    kalau nggak salah di dalam masjid di sisi selatan ada lantai yang tertutup tegel terbuat dari kaca/plastik, bukan marmer. Itu apa ya No?

Trackbacks

  1. Keunikan Jam Matahari di Masjid Agung Surakarta | TeamTouring
  2. Masjid Kraton Kartasura | TeamTouring

Leave a Comment