Makam Panembahan Rama

This item was filled under [ Sejarah ]

Klaten memang patut dijuluki kota ziarah karena banyak makam-makam orang penting jaman dahulu yang dimakamkan di wilayah kabupatennya. Nama Makam Sunan Pandanaran dan Makam Ki Ronggowarsito sudah sering kita dengar namanya dalam sejarah ataupun informasi lokasi makamnya. Namun nama Panembahan Rama (Jawa: Romo), pasti baru beberapa orang yang baru mendengar namanya.

Makam Panembahan Rama terletak di Desa Kajoran, Kecamatan Wedi Kabupaten Klaten. Panembahan Rama sendiri erat kaitannya dengan kasultanan Mataram, kasultanan Pajang, dan kasunanan Surakarta.

Saya menemukan lokasi makam ini ketika berkeliling di jalan pedesaan diseputaran Kecamatan Wedi saat mengunjungi rumah kerabat jauh dari kakek. Perjalanan menuju Makam Panembahan Rama ini melewati jalanan aspal yang sempit dan dilanjutkan melewati jalanan tanah yang disebelah kanan kirinya merupakan perkampungan.

Tiba di kawasan Makam Panembahan Rama, saya langsung memarkir kendaraan di area parkir depan makam. Suasana Makam Panembahan Rama terlihat cukup sepi, tidak ada salah satu penjaga makam di area ketika saya tiba di lokasi. Mungkin saya mengunjunginya waktu siang hari dan bukan hari kamis/jumat, hari dimana  ada sekelompok orang melakukan ziarah dan ritual di makam-makam.

Menurut cerita, asal usul Panembahan Rama merupakan keturunan dari kesultanan Pajang. Raden Kajoran (Raden Kajoran Ambalik) yang disebut juga Pangeran Rama atau Panembahan Kajoran atau Kyai Kajoran merupakan seorang ulama terkemuka dari Kajoran. Keluarga Kajoran ini mempunyai pengaruh besar dan punya hubungan perkawinan dengan Keraton Mataram.

Memasuki gerbang masuk, tampak sebuah bangunan tempat makam Panembahan Rama berada. Bangunan tersebut dikelilingi oleh makam-makam tua yang tidak diketahui identitasnya karena tidak terdapat papan nama makam siapa dan hanya berupa susunan batu yang disusun beberapa lapis. Pagar dan bangunan tersebut tampak baru dan terdapat papan bertuliskan “Bangunan cagar budaya” berikut tahun pemugarannya. Namun pintu masuk menuju ke dalam makam Panembahan Rama ditutup, mungkin tidak sembarangan orang boleh masuk dan harus meminta izin dulu kepada penjaga makam.

Akhirnya saya mencoba mengelilingi bangunan makam Panembahan Rama. Ketika berjalan menuju ke samping bangunan pagar, terdapat batuan yang berbentuk kotak hitam yang diatasnya terdapat bekas sesaji yang bernama Batu Gilang (Watu Gilang).

Dalam sejarahnya, Raden Kajoran menghimpun kekuatan untuk menghancurkan Sunan Amangkurat I. Raden Kajoran dalam menghimpun kekuatan tersebut dibantu oleh Pangeran Purbaya, Adipati Anom, Trunojoyo (Menantu dari Raden Kajoran), Kraeng Galesung (Menantu dari Trunojoyo) yang juga pemimpin pelarian Makasar di Demang-Basuki serta dibantu oleh sebagian prajurit mataram yang membelot untuk mengadakan serangan ke Kraton Mataram. Dalam pemberontakan Trunojoyo, Panembahan Rama terbunuh dan jasadnya dikebumikan di kompleks makam ini.

Di dekat Batu Gilang terdapat sebuah sendang yang telah dibuat menjadi pemandian. Konon di malam jumat juga digunakan sebagai sarana ritual gaib yaitu “tapa kungkum“. Kondisi sendang ini cukup terawat dan bersih. Namun sepertinya tidak ada atau jarang memanfaatkan sumber air dari tempat ini karena ketersediaan air di daerah sekitar makam Panembahan Rama ini cukup melimpah.

Area ini telah selesai dipugar, namun saya menyayangkan kondisinya tidak dikembalikan seperti aslinya. Entah ini mungkin disengaja, kesalahan, atau karena minimnya dana pemugaran. Seperti halnya kawasan wisata lain di kabupaten Klaten, seharusnya pemerintah lebih tanggap dalam mengelola dan melestarikan peninggalan sejarah yang ada di daerahnya.


Incoming search terms for the article:

    raden kajoran
-----------
Bookmark and Share
Popularity: 6,786 views

Artikel yang Berkaitan

  • Ziarah ke Makam Sunan Pandanaran Wisata ke makam, sebagian orang berpikiran kalau mengunjungi tempat-tempat keramat semacam makam pasti berkaitan erat dengan mencari permohonan atau dalam […]
  • Cerita Tentang Pungutan di Candi Plaosan Nama Candi Plaosan seperti sudah tidak asing lagi ditelinga beberapa wisatawan yang sering mengunjungi Kompleks Candi Prambanan. Bangunan candi induk yang […]
  • Perayaan Tradisional Sebaran Apem Yaa Qawiyyu (yaqowiyu) Beberapa jam sebelum dilaksanakan shalat Jumat, ribuan pengunjung yang sebagian besar berasal dari Klaten telah memenuhi kawasan Jatinom Klaten untuk […]
  • Candi Sojiwan Diantara jalan penghubung Taman Wisata Candi Prambanan dengan Kraton Ratu Boko terdapat banyak situs peninggalan sejarah. Dimana banyak lokasinya masuk ke […]
  • Situs Kedaton Pleret Kawasan Pleret merupakan kawasan yang memiliki kaitan erat dengan sejarah perkembangan Mataram Islam di Indonesia. Kawasan ini pernah digunakan menjadi […]
  • Situs Mataram Kerta Nama Situs Kerta yang terletak di sebelah barat dari Museum Purbakala Pleret ini masih jarang dikenal oleh wisatawan. Padahal situs ini masih banyak menyimpan […]
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

One Comment on “Makam Panembahan Rama”

  • Djenambang Bin Tandjak
    21 February, 2012, 10:29

    Alhamdulillah.. Semoga pemerintah peduli untuk menjaga kebersihan dan keamanan kawasan ini, khususnya pemerintah daerah setempat agar senantiasa cerdas.. Aamiin!

Leave a Comment