Mahalnya Nasi Pecel Depan Pasar Beringharjo

This item was filled under [ Makanan ]

Sederhana dan merakyat, itulah kesan pertama melihat sekumpulan pedagang kaki lima yang menggelar dagangannya di depan Pasar Beringharjo. Beberapa diantaranya menjual kuliner khas pasar yang sepertinya menggoda untuk dicicipi. Seperti yang banyak diberitakan media, penjual makanan depan pasar Beringharjo menyediakan bermacam-macam jajanan pasar yang menarik untuk dicoba sembari menikmati keramaian Pasar Beringharjo.

Nasi Pecel Pasar Bringharjo
Pada suatu kesempatan, akhirnya saya mencoba salah satu makanan yang dijajakan di depan Pasar Beringharjo. Pilihan jatuh pada penjual pecel pasar yang duduknya tidak jauh dari pintu utama masih kedalam pasar Beringharjo. Lapak dagangan penjual pecel pasar ini cukup sederhana dan berhimpit dengan lapak penjual makanan yang lain. Tidak terlihat keistimewaan dagangan selain beberapa buah waskom yang dilapisi daun pisang berisi beberapa bahan untuk meracik nasi pecel.

Saya dan beberapa kawan saya duduk di sebuah kursi kecil di trotoar yang sepertinya sedikit mengganggu pejalan kaki yang berlalu lalang keluar masuk pasar. Sepertinya mereka sudah maklum danacuh tak acuh kalau sebagian trotoar digunakan untuk berjualan. Akhirnya seporsi nasi pecel pasar yang dikabarkan merupakan makanan tradisional khas Jogja disajikan. Sepiring nasi pecel pasar yang disajikan dengan menggunakan daun pisang sepertinya cukup menarik dan merakyat. Komposisi dalam nasi pecel pasar terbilang sederhana berupa nasi putih dengan bayam, kol, kecambah, wortel, kacang panjang, serta mie tradisional yang dilumuri dengan sambal kacang.
Suasana Penjual Makanan Depan Pasar

Lauknya tinggal mengambil sendiri di beberapa baskom yang berisi lauk. Ada beberapa macam sate seperti sate usus, sate ayam, sate telur puyuh, daging ayam, jerohan ayam, tempe bacem, tahu bacem, dan masih banyak lagi. Sepertinya menarik untuk disantai sambil menikmati nasi pecel pasar. Rasa nasi pecel pasar ini tergolong standar, sama seperti nasi pecel pasar lain di sudut-sudut kota Yogyakarta dan sekitarnya. Bedanya terasa suasana keramaian Pasar Beringharjo dan kawasan Malioboro.

Setelah selesai menikmati nasi pecel pasar dan suasana depan Pasar Beringharjo, akhirnya kami membayar makanan yang kami makan. Ketika menghitung biaya yang kami makan, kami terkaget-kaget dengan biaya yang dikeluarkan untuk menikmati seporsi makanan pasar dengan lauk yang biasa. Seporsi nasi pecel pasar seharga Rp 10.000,- dengan lauk sate usus per tusuk seharga Rp 5.000,- dan jerohan ayam seharga Rp 10.000,- harus merogoh kocek yang cukup banyak melebihi makan di rumah makan atau restoran di seputaran kota Yogyakarta. Saya begitu heran dengan keadaan ini, makanan merakyat namun tarifnya tidak merakyat. Apakah kenyamanan akan kota Yogyakarta sudah mulai pudar? Semoga kejadian ini dapat menjadi pembelajaran agar citra kota Yogyakarta kembali baik di mata wisatawan dan membuat kami lebih berhati-hati untuk menanyakan harga sebelum membeli. (text/foto: annosmile)


Incoming search terms for the article:

Popularity: 783 views

Artikel yang Berkaitan

  • Sego Gurih, Kuliner Khas Sekaten Jogja
    Ketika berkunjung ke Pasar Sekaten yang digelar setiap tahun di halaman Masjid Besar Kauman Kraton Yogyakarta menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad banyak terdapat...
  • Mencicipi Sate Sapi Suruh
    Ketika berada di Salatiga, tidak lupa kami berburu kuliner di kota ini. Setelah berkeliling dahulu di sekitar kota Salatiga dan Kabupaten Semarang, akhirnya kami menem...
  • Menikmati Jenang Sumsum Pasar
    Nama Jenang atau Bubur Sumsum memang jarang terdengar meskipun dibeberapa tempat masih banyak orang menjualbelikannya. Jenang Sumsum merupakan salah satu makanan favor...
  • Menikmati Suasana Tempoe Doeloe di Warung Sido Semi Kotagede
    Blusukan kawasan Kotagede untuk kesekian kalinya, akhirnya saya singgah disebuah warung yang letaknya tidak jauh dari area parkir Makam Raja-Raja Kotagede. Warung yang...
  • Mencicip Menu Sate Klatak di Warung Pak Dakir
    Ketika berkeliling kota Yogyakarta, secara tidak sengaja saya menemukan warung sate kambing yang cukup ramai pengunjungnya. Warung sate kambing Pak Dakir ini berada di...
  • Bersantap Malam di Gudeg Permata
    Berburu kuliner malam di kota Yogyakarta memang memiliki keunikan tersendiri. Sambil bersantap malam kita dapat menikmati suasana kota Yogyakarta di waktu malam. Salah...
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

One Comment on “Mahalnya Nasi Pecel Depan Pasar Beringharjo”

  • mawi wijna
    18 January, 2013, 9:22

    nggak mau kalah sama lesehan Malioboro itu, kan masih sama-sama “saudara” jadinya harganya ngikut deh…

Leave a Comment