Luweng Sampang Gunungkidul, Eksotisme Air Terjun Dan Batuan Mirip Grand Canyon

Luweng Sampang sebenarnya merupakan sungai yang mengalir diatas lempeng batuan dimana membentuk jatuhan air seperti air terjun. Jatuhan air tersebut cukup tinggi dan melewati lipatan celah batu yang jarang ditemui di tempat lain. Apalagi batuan disekitar Luweng Sampang membentuk formasi guratan yang unik dan konon terbentuk akibat gerusan air pada waktu yang cukup lama. Hal ini membuat banyak orang penasaran untuk mengunjunginya dan membuat peluang masyarakat desa sekitar untuk mengembangkannya menjadi kawasan wisata.

Luweng Sampang terletak di Dusun Karangasem, Desa Sampang, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul. Penampakan tekstur batuan luweng atau tebing terjunan air ini mirip pada batuan di Antelope Canyon (Grand Canyon), Arizona, Amerika Serikat atau dalam film 127 Hours.

Air Terjun Dan Guratan Batuan Dinding Luweng Sampang Gunungkidul Yogyakarta

Lokasi Luweng Sampang Gunungkidul terletak di aliran sungai yang membelah wilayah desa Sampang yang dekat perbatasan kabupaten Klaten. Ada dua rute jalan untuk menuju ke Luweng Sampang, pertama melewati Jalan Wonosari – Patuk – Gedangsari dan yang kedua melewati Prambanan – Gantiwarno – Gedangsari. Akses termudah dan terdekat menuju tempat ini justru melewati kabupaten Klaten karena justru memutar jalan bila melalui wilayah Gunungkidul.

Perjalanan menuju ke Luweng Sampang Gunungkidul dari jalur Prambanan – Gantiwarno – Gedangsari membutuhkan waktu kurang lebih 45 menit. Cukup menghemat waktu perjalanan dibandingkan melalui jalur Jalan Wonosari – Patuk – Gedangsari yang diperkirakan lebih dari 2 jam perjalanan. Selain itu ketiadaan papan pentunjuk arah membuat pengunjung yang baru pertamakali datang menuju Luweng Sampang harus banyak bertanya agar tidak tersesat.

Air Terjun Luweng Sampang Gunungkidul Yogyakarta

Tanda bila tidak lama lagi tiba di kawasan Luweng Sampang Gunungkidul adalah menemui papan nama alamat yang menunjukkan lokasi desa Sampang. Selain itu kondisi jalan mulai menyempit dan disebelah kiri terdapat aliran sungai. Tidak lama kemudian pengunjung tiba di kawasan Luweng Sampang yang terletak dalam aliran sungai tersebut. Saat ini letak Luweng Sampang telah dipenuhi spanduk bertuliskan nama Luweng Sampang yang diusahakan oleh masyarakat sekitar untuk mempermudah wisatawan yang akan berkunjung.

Area parkir Luweng Sampang cukup terbatas karena hanya menampung dua kendaraan roda empat dan belasan kendaraan roda dua saja. Area parkir menggunakan tanah di tepi tebing sungai dimana sebelumnya tidak disediakan tempat parkir di kawasan ini. Pengunjung dipersilakan menuruni tebing dari area parkir untuk menuju Luweng Sampang. Dilihat dari atas jalan tidak tampak bentuk dan tekstur batuan Luweng Sampang karena tertutup rerimbunan pohon. Namun begitu turun dan menyusuri aliran sungai, tampak keindahan guratan batuan alam.

Luweng Sampang ini membentuk air terjun setinggi 5 meter. Ciri khas lain adalah air terjun terbentuk akibat perbedaan ketinggian batuan sungai dan celah dengan guratan batuan kapur yang membentuk pola unik.

Aliran Sungai Di Luweng Sampang Gunungkidul Yogyakarta

Air Terjun Luweng Sampang terlihat deras saat memasuki musim penghujan. Guratan batuan yang mengapit Air Terjun Luweng sampang memiliki kemiripan dengan Antelope Canyon (Grand Canyon) di Amerika Serikat. Bedanya guratan di Luweng Sampang terbentuk akibat gerusan air bukan diakibatkan oleh angin. Batuan yang memiliki guratan terlihat basah terkena rembesan air dan diantara ditumbuhi oleh lumut. Di area Luweng Sampang sebetulnya ada beberapa tingkatan dimana masing-masing tingkatan membentuk sebuah kolam. Kolam tersebut tidak dalam dan menjadi lokasi favorit untuk berenang bagi anak-anak sekitar dan sebagian wisatawan.

Air Terjun Kecil Di Aliran Luweng Sampang Gunungkidul Yogyakarta

Luweng Sampang saat ini telah berkembang menjadi wisata musiman berbasis pedesaan. Pada musim penghujan ramai dikunjungi wisatawan karena airnya mengalir cukup deras. Sedangkan ketika memasuki musim kemarau aliran air mengering dan jarang dikunjungi wisatawan. Pengunjung yang datang diharapkan menjadi lingkungan tetap lestari dan tidak melakukan pengrusakan pada guratan batuan yang ada. (text/foto: annosmile)

Bookmark and Share
INFORMASI
Luweng Sampang
Dusun Karangasem, Desa Sampang, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul

Retribusi
Parkir motor : Rp 5.000,-

Ada 7 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. airyz:

    woh, jadi inget nonton film 127hours kalo liat postingan ini :D

  2. jarwadi:

    asyiiik, gunungkidul masuk team touring lagi :)

    iya batu batunya itu mengingatkan pada insiden amputasi di 127 hours :(

  3. arif:

    gunungkidul itu ternyata superkaya akan kekayaan wisata, seandainya dikelola lbh profesional, ohh

  4. Curug Indah Tegalrejo | TeamTouring:

    […] ibukota kecamatan Bayat kabupaten Klaten terdapat sebuah curug atau air terjun. Setelah mengunjungi Luweng Sampang yang sedang kering kondisi airnya. Saya langsung bergegas menuju ke curug yang kabarnya terletak di […]

  5. mawi wijna:

    memang dilematis, kalau airnya sedang melimpah bisa-bisa warnanya jadi coklat No…

  6. Rahasia Keindahan Alam Sungai Kedung Nganten | TeamTouring:

    […] unik dan jarang ditemukan di tempat lain. Beberapa guratan batu yang ada mengingatkan saya terhadap Luweng Sampang namun sepertinya disini lebih banyak ditemukan dan lebih beragam. Beberapa cekungan batu yang […]

  7. eko sutikno:

    luweng sampang memang keren.. bagi yg berkunjung ksini, skalian berkunjung ke air terjun banyunibo..kurang lebih 300 meter dari luweng sampang..masih alami..

Kirim pendapat