Koleksi Museum Kereta Kraton Ngayogyakarta
Kali ini saya bersama beberapa teman dari majalah Explore Indonesia yang berkunjung ke kota Yogyakarta ini. Mereka tertarik dengan museum-museum di sekitar Kraton Yogyakarta sehingga saya mengantarkan mereka ke tempat tersebut. Tempat pertama yang saya kunjungi adalah Museum Kareta Karaton Ngaygyakarta, seperti yang tertulis di papan obyek wisatanya. Terdengar agak aneh memang, kata kereta ditulis dengan nama “kareta” dan kata kraton ditulis dengan “karaton”.
Museum Kereta Kraton Ngayogyakarta berada di jalan Rotowijayan sebelah barat dari Kraton. Koleksi kereta kraton berjumlah 18 buah.
Memasuki museum, sudah tampak beberapa koleksi kereta kraton. Kereta-kereta tersebut kondisinya masih terawat dengan baik karena beberapa koleksi masih digunakan dalam berbagai upacara kraton seperti Grebeg dan perkawinan putra-putri Sultan.
Kereta-kereta Keraton Yogyakarta ini berdasarkan bentuknya dibagi menjadi tiga kelompok yaitu:
- Kereta terbuka beroda dua (misalnya Kapolitin)
- Kereta terbuka beroda empat (misalnya Kyai Jongwiyat, Landower, Landower Wisman, Landower Surabaya, Kyai Manik Retno, Kyai Jetayu, Bedoyo Permili)
- Kereta tertutup beroda empat (misalnya Nyai Jimat, Kyai Garudayaksa, Kyai Wimanaputra, Kyai Harsunaba, Kyai Kuthakaharjo, Kyai Puspoko Manik, Kyai Kus Gading) (Source:Tembi.org).
Kami dijelaskan oleh pemandu mengenai asal muasal masing-masing kereta yang ada berikut fungsi dan kegunaannya. Hampir semua koleksi berusia lebih dari 100 tahun. Saya cukup kagum dengan koleksi yang usianya cukup tua masih dalam kondisi yang cukup baik. Agak berbeda saat saya mengunjungi Museum Kraton Surakarta yang kondisinya kurang terawat dengan baik.
Kereta-kereta tersebut kemudian dianggap pusaka dan diberi nama seperti pusaka-pusaka keraton lainnya. Selain itu kereta tersebut rutin diberi sesaji setiap jumat dan selasa kliwon. Nama-nama kereta tersebut adalah:
- Nyai Jimat
- Kyai Garudayaksa
- Kyai Jaladara
- Kyai Ratapralaya
- Kyai Jetayu
- Kyai Wimanaputra
- Kyai Jongwiyat
- Kyai Harsunaba
- Bedaya Permili
- Kyai Manik Retno
- Kyai Kuthakaharjo
- Kyai Kapolitin
- Kyai Kus Gading
- Landower
- Landower Surabaya
- Landower Wisman
- Kyai Puspoko Manik
- Kyai Mondrojuwolo
Memasuki sebuah ruangan terdapat beberapa kereta salah satunya berfungsi sebagai kereta Jenazah. Kereta jenazah tersebut bernama Kereta Kyai Ratapralaya. Di tengah-tengah museum terdapat replika kuda putih yang digunakan untuk menarik kereta.
Kemudian kami memasuki ruangan lain yang terdapat 4 buah kereta. Disinilah terdapat kereta tertua dan termewah. Kereta tertua bernama Kereta Kanjeng Nyai Jimad dan kereta termuda bernama Kereta Kyai Mondrojuwolo.
Terdapat dua pendapat mengenai asal-usul Kereta Nyai Jimat :
1. Berasal dari Belanda
Kereta tersebut merupakan hadiah dari Gubernur Jendral Jacob Mossel (1750-1761). Hadiah tersebut diberikan kepada Sultan Hamengku Buwono I dan digunakan sampai dengan Sultan Hamengku Buwono III.
2. Berasal dari Inggris
Kereta tersebut merupakan hadiah dari pemerintah Inggris (1811-1816) kepada Sultan Hamengku Buwono III. Kereta tersebut digunakan sampai dengan masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono V.
Setiap tahun pada bulan Suro diadakan jamasan kereta kraton. Khususnya pada Kereta Kanjeng Nyai Jimat dan Kereta Garudayaksa, konon air bilasan kereta tersebut membawa berkah.
Mengenai mitos diatas saya kurang setuju, karena hal tersebut membawa saya kearah syirik sehingga saya tidak percaya dengan mitos semacam itu. Selanjutnya kami berjalan menuju ke arah pintu keluar. Sebelumnya di sisi saya terdapat Kereta Landower, Kereta Landower Surabaya, dan Kereta Landower Wisman. Kereta tersebut merupakan kereta-kereta yang dibuat oleh orang Belanda. Kereta ini digunakan oleh para kerabat dekat Sultan untuk mengawal Sultan.
Akhirnya kami telah sampai ke pintu keluar dan mengucapkan terima kasih kepada sang pemandu.
Incoming search terms for the article:
- museum kereta keraton yogyakarta museum kereta kraton yogyakarta museum kereta yogyakarta kereta keraton yogyakarta museum kereta jogja koleksi keraton yogyakarta koleksi kraton yogyakarta museum kereta kraton museum keraton yogyakarta museum kereta keraton sejarah museum kereta yogyakarta kereta kraton koleksi keraton jogyakarta koleksi museum keraton yogyakarta sejarah museum keraton yogyakarta museum kereta kraton ngayogyakarta sejarah jalan rotowijayan yogyakarta artikel koleksi keraton jogja koleksi benda pusaka kraton kanjeng jimad pacitan gambar kereta di museum kareta ngayogyakarta kereta kanjeng nyai jimat pengertian kereta kraton yogyakarta Museum Kereta jogjakarta museum kereta jokya wallpaper kereta keraton peninggalan museum keraton yogyakarta peninggalan peninggalan di museum kraton yogyakarta ringkasan museum keraton yogyakarta sejarah berdirinya museum kereta keraton yogyakarta sejarah museum kareta karaton ngayogyakarta museum kareta kraton Ngayogyakarta mitos museum keraton mitos kereta di keraton yogyakarta kegunaan kereta keraton yogyakarta gambar museum kereta jogja gambar museum kareta keraton foto kereta progo baru foto gedung pusaka kraton jogja benda bertuah menurut islam asal muasal keraton jogja alamat museum kereta yogyakarta kereta antik museum jogja kereta keraton mistis kereta kraton solo makalah tentang museum kereta di yogyakarta kreta nyai jimat di kreta kraton jogja Kraton termewah koleksi musium kereta keraton koleksi museum kereta jogja koleksi koleksi yang terdapat di keraton yogyakarta koleksi kereta kencana keraton surakarta keterangan museum kereta keraton alamat museum kereta keraton yogyakarta






74 Comments on “Koleksi Museum Kereta Kraton Ngayogyakarta”
sip dapat pertamax…
eh kretanya boleh di poto ya?
kareta karaton: bahasa jawa dgn ejaan hanacaraka kan (?)
annosmile Reply:
May 20th, 2009 at 7:51 pm
mungkin :D
fotone penjagage nggak ada mas?? aku beberapa kali bincang2 sama pak tua penjaga yang ompong… critane seruuuuuuuu…
annosmile Reply:
May 20th, 2009 at 7:51 pm
Pak tua-nya gag ada mas
mungkin pas lagi gak jaga :)
baru ngeliat gambarnya aja serem…
inget puluhan tahun lalu waktu ngeliat benda ini dari dekat, heheheh
tx ya
Bhadalaaa … malah wes teko Museum Istana hehehe..
Klencer neh ya? hahahaha…
Bisa ditukar merci gak ya?
annosmile Reply:
May 20th, 2009 at 7:52 pm
Gak boleh dung :P
Setiap tahun sudah pasti dijamasi karena termasuk pusaka seperti keris, tombak dll.
wiih..keren nih :D
Namanya unik – unik juga ya
where is flatpom ticket sir? boleh nyobain nda yaa…
nama2 kretanya lucu2 :D
suk kapan2 kudu gelem ngeterke wartawan majalah BBC ya…. :D
annosmile Reply:
May 20th, 2009 at 7:53 pm
majalahnya mana??
kok aku gak pernah dikirmi majalah itu :P
keretanya bgs2.tp ada “penunggu”-nya gak ya? :)
setiap kali ke yogya, entah kenapa, kraton menjadi objek yang luput dikunjungi. pernah ke sana, tapi belum smpai masuk ke musium kereta.
waw
keren
kapan aku bisa ke sana ya :)
waw.
membayangkan gimana rasanya naik kereta istana keliling yogya…
cerita sendiri dieyeli dewe, bwahaha.. kalo nggak percaya mbok ndak usah agitasi… jiakaka
wah..bagus2 sekali dan antik2
keretanya klasik banget mas, untuk urusan yang beginian kayaknya kita ndak kalah sama “kraton” lain yang ada di luwar negeri. nuansa mistiknya kental banget pastinya dengan sesaji yang rutin, bisa untuk ajang uji nyali dunk. hehe
hampir semua pusaka kraton mempunyai nama, diawali dengan kyai atau nyai. bahkan kebo bule milik kraton diberi nama kyai slamet. bukan begitu, kyai annosmile?
saya pernah sempat mampir di museum ini, tapi tak sempat masuk…rugi deh
wisata museum… hhmmm… keknya asik jg tuh…. alternatif buat belajar sejarah…
makasih udh berkunjung ke blog aku ya… sering2 jg boleh, gag bayar alias gratis… hihihihi
waaah… lebaran kemaren.. saya main ke yogya karta… maceeeeet.. beneer.. dah berubah sekali.. sekarang kayanya.. tidak seramah dulu… hihihi…
Salam Sayang
duh pengen banget main kesana
indonesia memang kaya akan budaya…
salah satunya ya ini…KERETA…
lengkap banget mas data2 nya…
bisa jadi pelajaran wat anak2 sekolah ni…
top banget ide mas mengulas hal seperti ini…
terus menulis n berkarya mas…
tak tunggu ulasan berikiutnya…
Lhooo koq boleh foto2 disitu ?
biasanay kalo museum kan gak boleh dipoto kecuali bayar.
Bayar berapa mas?
annosmile Reply:
May 20th, 2009 at 7:54 pm
Foto bayar seribu perak :D
Saya gak pernah ke Jogja
pengin sekali ke sana
mungkin suatu saat ya..keren banget museumnya mas..
wowwww…keretanya keren-keren…antik-antik…
pengen kesana liat langsung…
wah….ternyata banyak juga yah kang……simpanan di museumnya, ternyata negara kita ini sungguh kaya…hanya saja kita jarang memeprhatikannya……
salam kenal yah kang…..
Hihihihi.. saya yang dah beberapa lama di jogja saja belum pernah ke sana… Sudah sampai mana saja nih om touringnya…
Wah…Historis nya JOgja memang keren untuk disimak Mas… :)
wah bagus banget yah peninggalan yang masih terawat tp kok nama kereta kayak nama manusia,
hiiiiii
wuiiihh.. jalan-jalan mulu niihhh.. tapi saya baru tau ttg kareta and karaton.. kayak sunda aja ya..
Diriku baru pernah sekali ke tempat itu, itu juga waktu SMP
waktu itu ngak dibolehin masuk terlalu dalem
sebel… :(
yg berbau syirik memang berbahaya ‘mas
kok orang “elit” karaton masih percaya yach sama begituan :(
wew…keren keren koleksinya…hehehe
wahhh hebat…terbayang gimana jaman dahulu yang menaikinya dan seluruh rakyat tunduk dan takzim tuhhh
Kapan yah saya bisa ke tempat ini …
kalo dijual hrganya berapa ya? *motoduiten “mode on”
:D
wah… jogjakarta, jauh ma kalimantan ya… hmm…
Oalah meski saya dulu tinggal di Yogya belum pernah ke Museum liat kereta :sad:
btw pernah pengen foto kereta utama di musem kereta itu tapi takut ntar hasil fotonya ada …..nya :D
arrggghhhh… penasaran belum pernah ke jogja :((
Jadi inget dulu waktu GKR Pembayun nikah, arak-arakannya pake kereta yang cantiiik n megah banget. Itu kereta namanya apa yaa ..?
Kareta Karaton. Kok sama persis dg bahasa Sunda ya..?
Sunda -» Indonesia:
Kareta -» kereta
Karaton -» keraton / istana
Sampe umur segini (hampir kepala 3) Saya blm pernah lihat langsung yg namanya kereta keraton.
Kalo denger suaranya udah pernah waktu kecil, tapi kata Ayah Saya yg Saya dgr itu adalah kereta keraton ghaib.. hii seremz…
saya pernah kesana, dan rasanya di dalam itu penuh dengan nuansa mistis…
saya pengen banget kesana lagi…
Koleksi peninggalan sejarah kita emang berlimpah ya mas…
Tapi apa harus dibumbui dengan mitos2 ya untuk menciptakan daya tarik ? Ora ngerti aku :D
mengapa indonesia ini buta akan budaya (gak mau mengembangkan) saya selaku anak reog sedih banget.. TIDAK
mbayare piro ik nek berkunjung kesana?
nama-nama keretanya berbau ritual ya…?
jadi inget waktu sd dulu.. sering ke museum2 di jogja :)
mungkin pernah jg ke situ…tp dah lupa hehehe
perasaan pernah ke situ :D
wah keren banget! begini nih mustinya generasi muda indonesia. jangan mainnya ke tempat dugem ato mall mulu, tp ke museum.
makasih ya, infonya. jadi kalo ke yogya, aku udah tau mau kemana :)
aduh..kangen ke sana lagi… btw.. kenapa ya Yogyakarta selalu pake nga di depan sebutannya itu..apa tujuannya??
annosmile Reply:
June 8th, 2009 at 8:57 am
kan bahasa Jawa Halus..
wahhhhhhhh udah nyampe jogja aja, kok gak ajak-ajak saya mas?? huwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…. kangen jogja very muchh nih!!! help helpp helpp…
annosmile Reply:
June 7th, 2009 at 10:22 pm
jogja rumahku lho..:D
Wah senenge,,,,,jalan2 terus ya mas….aku pengin…..kapan ke baturaden banyumas ?
annosmile Reply:
June 7th, 2009 at 4:47 pm
udah pernah mas
cuma blom ada fotonya
dulu gak bawa kamera :(
4 Tahun di jogja aku belum pernah kesitu..hi hi hi belum sempat
Jadi ingat Yogya. Dulu pernah ke museum itu. Heran juga, ya. Banyak istilah kyai tapi bukan untuk julukan orang alim, tapi benda pusaka.
Koleksi seperti itu memang harus dirawat, itu merupakan salah satu kebanggaan bangsa, tapi saya juga tidak setuju kalo yang katanya airnya membawa berkah, itu bisa menimbulkan syirik (dosa besar)!
ada kain putih nnya hii jadi ngeri ngelihatnya
temapt ini auranya mistis sekali…
wew.. koleksi barangnya sudah ratusan tahun…tapi masih awet aja ya…
aku emang belum pernah kesana, tapi melihat koleksinya emang keren abis
bagus benar keretanya. sangat perlu dilestarikan hingga ujung jaman