Keringnya Luweng Sampang

Sudah lama saya penasaran dengan keberadaan sebuah air terjun yang lokasinya berada di wilayah Gunungkidul yang berbatasan dengan kabupaten Klaten. Sebuah tempat yang dikenal Luweng Sampang ini memang belum dijadikan sebagai kawasan wisata. Tidak seperti Curug Indah Tegalrejo yang berada dalam satu kecamatan namun telah dikembangkan menjadi kawasan wisata.

Luweng Sampang terletak di Dusun Karangasem, Desa Sampang, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul. Penampakan tekstur batuan luweng atau tebing terjunan air ini mirip pada batuan di Antelope Canyon, Amerika Serikat atau dalam film 127 Hours.

Perjalanan ditempuh dari kota Yogyakarta sejauh 45 menit melewati jalur Prambanan kemudian lewat jalan pedesaan di kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten.Lokasi Luweng Sampang terdapat di sebuah aliran sungai yang mengalir di desa Sampang. Dilihat dari atas jalan tidak tampak bentuk dan tekstur luweng karena tertutup rerimbunan pohon. Namun begitu turun dan menyusuri jalan, tampak keindahan guratan batuan alam di sepanjang aliran air.

Luweng Sampang terlihat mengering ketika musim kemarau meskipun masih terlihat sendikit yang mengalir dan jatuh melalui cekungan luweng. Saya sedikit kecewa tidak dapat melihat derasnya air terjun seperti yang saya harapkan. Akhirnya saya mencoba mengamati guratan-guratan dinding batuan yang menarik membentuk sebuah pola. konon guratan pada dinding batuan terbentuk akibat gerusan erosi air.

Luweng Sampang ini membentuk air terjun setinggi 5 meter. Ciri khas lain adalah air terjun terbentuk akibat perbedaan ketinggian batuan sungai dan celah dengan guratan batuan kapur yang membentuk pola unik.

Di area Luweng Sampang sebetulnya ada beberapa tingkatan dimana masing-masing tingkatan membentuk sebuah genangan air. Seandainya aliran air cukup deras, sepertinya cocok buat mandi atau bermain air. Namun karena sedang kering, saya hanya mengamati tingkatan demi tingkatan yang terdapat di area Luweng Sampang. Sepertinya area ini masih terjaga kelestariannya mungkin disebabkan masih sedikit orang yang mengetahui keindahannya ketika air sungai yang mengalir di Luweng Sampang sedang tidak kering. (text/foto: annosmile)

-----------
Bookmark and Share

Ada 6 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. airyz:

    woh, jadi inget nonton film 127hours kalo liat postingan ini :D

  2. jarwadi:

    asyiiik, gunungkidul masuk team touring lagi :)

    iya batu batunya itu mengingatkan pada insiden amputasi di 127 hours :(

  3. arif:

    gunungkidul itu ternyata superkaya akan kekayaan wisata, seandainya dikelola lbh profesional, ohh

  4. Curug Indah Tegalrejo | TeamTouring:

    […] ibukota kecamatan Bayat kabupaten Klaten terdapat sebuah curug atau air terjun. Setelah mengunjungi Luweng Sampang yang sedang kering kondisi airnya. Saya langsung bergegas menuju ke curug yang kabarnya terletak di […]

  5. mawi wijna:

    memang dilematis, kalau airnya sedang melimpah bisa-bisa warnanya jadi coklat No…

  6. Rahasia Keindahan Alam Sungai Kedung Nganten | TeamTouring:

    […] unik dan jarang ditemukan di tempat lain. Beberapa guratan batu yang ada mengingatkan saya terhadap Luweng Sampang namun sepertinya disini lebih banyak ditemukan dan lebih beragam. Beberapa cekungan batu yang […]

Kirim pendapat

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan TeamTouring. Redaksi berhak menyunting atau menghapus kata-kata yang berbau narsisme, promosi, spam, pelecehan, intimidasi dan kebencian terhadap suatu golongan.