Keindahan yang menipu

This item was filled under [ Souvenir ]

Saat meninggalkan keindahan kawah Sikidang, kami menyempatkan diri mengunjungi pasar cinderamata di area obyek wisata tersebut. Disana dijual berbagai cinderamata seperti kaos, batuan kawah, tanaman, dan lain-lain. Secara tidak langsung mata kami tertuju dengan bunga-bunga yang mirip Edelweiss dan tanaman berwarna hijau khas pegunungan yang dijual oleh salah satu pedagang.

Edelweis dipercaya sebagai bunga abadi karena bunga ini relatif awet setelah dikeringkan. Untuk memperolehnya relatif sukar, karena tanaman ini hanya tumbuh di ketinggian di atas 1200 meter di atas permukaan laut, dan biasanya hanya dijumpai di daerah di dekat puncak-puncak gunung.

Penjual tanaman tersebut mengatakan bahwa harga bunga yang kami anggap mirip bunga Edelweiss hanya dipatok seharga Rp 5.000,- dan tanaman rumputan khas pegunungan dihargai sebesar Rp 2.500,-. Cukup murah sehingga mampu membuai pikiran kami untuk membelinya. Pedagang tersebut mengatakan, tanaman khas pegunungan yang berwarna hijau tersebut akan mampu hidup di daerah tropis (panas) dan tidak gampang mati.

Suatu kebanggaan bagi anak muda untuk memiliki koleksi edelweis yang dipajang di rumah mereka. Hal ini tentu saja dapat menjadi bukti bahwa mereka pernah mendaki suatu gunung dan memetik sedikit kenang-kenangan pada saat naik gunung tersebut. Benda kenangannya adalah bunga edelweis. Sebenarnya bagi kalangan pecinta alam, memetik bunga edelweis ini termasuk yang tidak dianjurkan bahkan dilarang. Tetapi tentu saja sebagai kenangan, memetik setangkai relatif tidak mengganggu, yang seharusnya dilarang adalah memetik untuk kepentingan komersial yakni diperjualbelikan.

 

Akhirnya, pertanyaan yang mengendap di pikiran kami terjawab sudah. Ketika kami sampai di rumah, kedua tanaman tersebut yang tadinya kelihatan segar, berubah menjadi pucat dan kering. Bunga yang mirip Edelweiss menjadi rusak setelah beberapa hari. Tanaman palsu terebut cukup mempesona bagi kami, menjadikan kami tertipu. Mungkin ini pelajaran bagi kami agar berhati-hati membeli cinderamata di obyek wisata.


Incoming search terms for the article:

    karya ilmiah tentang bunga edelweis nilai estetika bunga edelwis
Bookmark and Share
Popularity: 2,431 views

Artikel yang Berkaitan

  • Tips Berwisata di Dieng Plateau (0)
    Disarankan mengunjungi Dieng Plateau pada musim kemarau karena bila musim hujan akan kesulitan menikmati keindahan alam karena banyak kabut dan kesulitan mengunjung...
  • Purwaceng, tanaman mujarab dari negeri awan (49)
    Sambil menunggu upacara adat potong rambut gimbal dimulai. Kami menyempatkan diri untuk sarapan di area dekat obyek wisata Telaga Warna. Akhirnya kami memilih disebuah wa...
  • Pesona Telaga Menjer di Kaki Pegunungan Dieng (11)
    Sebelum memasuki kawasan Dataran Tinggi Dieng, sebetulnya terdapat sebuah objek wisata yang tidak kalah menariknya. Namun sering terlewatkan oleh wisatawan yang akan berw...
  • Telaga Warna Dieng (12)
    Telaga Warna merupakan salah satu objek wisata andalan di Dieng Plateau. Objek wisata ini wajib dikunjungi ketika beriwisata di Dieng Plateau karena telaga ini memberikan...
  • Panorama Kawah Sikidang dari Atas Bukit (20)
    Setelah setahun tidak mengunjungi Kawah Sikidang, ketika kami kembali menengok kawah ini terjadi beberapa perubahan. Beberapa titik tempat keluarnya air panas yang diikut...
  • Nikmatnya Purwaceng Susu (11)
    Membaca judulnya pasti anda berpikiran bahwa nama Purwaceng identik dengan nama tanaman khas Dieng Plateau sebagai obat untuk meningkatkan vitalitas dan kejantanan pria. ...
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

29 Comments on “Keindahan yang menipu”

  • suwung
    7 March, 2009, 13:45

    hi hi hi ketipuuuuuuu

  • pinkparis
    7 March, 2009, 13:47

    edelweis asli warnanya coklat pucat kan ya?

    annosmile Reply:

    ada yang putih juga kok :)

  • kacrut
    7 March, 2009, 15:29

    huehuehue.. lha emang bentuk e bunga edelweis yg asli itu bukan warnanya cokelat yah??

    kok ada yg berwarna-warna??

  • pakde
    7 March, 2009, 19:24

    Ketika sebuah karya terlahir dari tangan2 pecinta seni dan ahli seni memang akan indah…..
    Sekarang yang harus jeli adalah kita…membayar karya seni itu dengan cukup mahal atau tidak?
    Biasanya karya seni yang mahal…memang awet….

  • gdenarayana
    7 March, 2009, 23:59

    saya malah pernah beli kelinci ampe rumah langsung koit …hikzzz :(

    sedihnya, padahal lucu banget :D

    klo taneman saya belom pernah beli mas, paling sayuran doang pake makan..sueger2…tp mahal di bali mas, daerah kintamani ato bedugul…harganya bukan domestik …cepe dehhh :D

  • Norjik
    8 March, 2009, 0:19

    di malioboro bnyk tuh yg jual edelwis palsu. Bentuknya persis warna warni ky gitu :d

  • nirmana
    8 March, 2009, 0:32

    hahaha…satu pelajaran petualang yang berharga…., ketipu pedagang.

    annosmile Reply:

    haduh… :(

  • HumorBendol
    8 March, 2009, 1:36

    Wah…jadi inget. Duluuuuuu….pas Bendol jalan-2 ke Gunung Bromo, Edelwiss dimana-2. Banyak banget.
    Tapi…kira-2 sekarang masih ada gak ya?

    annosmile Reply:

    Saya malah belum pernah kesana :(

  • anto84
    8 March, 2009, 1:37

    Hi Friend.. Interesting post.. Nice cool blog.. Keep up the good work.. Do visit my blog and post your comments.. Take care mate.. Cheers!!!

  • Goen
    8 March, 2009, 13:09

    Itu makanya saya gak pernah beli cinderamata yang banyak beredar di tempat wisata. Pedagang selalu saya hindari. :P

  • aNGga Labyrinth™
    8 March, 2009, 14:11

    Klo jalan2 diriku jaang banget beli cinderamata yang ngak bisa dipake atau dimakan.

    Jadi kayak nya klo bunga, rada2 gimana… gitu

  • antown
    8 March, 2009, 16:09

    udah ketahuan nama bunga itu apa? mungkin kita bisa belajar juga supaya tidak ketipu…

    ok semoga sukses ya lain waktu

  • wennyaulia
    9 March, 2009, 1:01

    hehehehe…kalau di sini banya yang jual burung emprit tp dipilox warna warni
    kesian burungnya :(

  • zoel
    9 March, 2009, 7:09

    ada yg palsu nya juga ya

  • Narmadi
    9 March, 2009, 7:45

    weleh…ketipu ya mas…yang sabar ya…mas…

  • nina
    9 March, 2009, 13:44

    aku juga punya serangkai bunga edelweis yg dibeli disarangan ,sampai sekarang masiy awet,berarti asli dunk…dan harganya murah lho…(^_^)

  • Samsul
    9 March, 2009, 15:40

    selamat datang di Indonesia :-)

  • Balisugar
    9 March, 2009, 17:06

    Ah kita itu harus hati2 dimanapun membeli, bayangkan aku saja pernah ketipu sama penjual anggrek keliling, ternyata diketahui kalau bunga anggrek itu ditancapkan oleh sebatang lidi, kirain beneran haha

  • zee
    10 March, 2009, 8:35

    Emg begitu tuh klo namanya penjual, suka mikirin untung dulu. Kasihan bunganya, mustinya dia masih hidup eh jadi koit.

  • mascayo
    11 March, 2009, 8:48

    Edelweis memang bunga kebanggaan.Apalagi buat para pendaki.
    Wah jadi inget pengalaman naik ke GUnung Gede.

  • munawar am
    11 March, 2009, 16:30

    keindahan, kecantikan, kemolekan, keganthengan, keperkasaan……
    kadang juga menipu loch Mas…

  • mbelGedez™
    15 March, 2009, 19:45

    Suatu kebanggaan bagi anak muda untuk memiliki koleksi edelweis yang dipajang di rumah mereka.

    .
    Kebanggaan yang salah
    :roll:

  • balladona
    16 March, 2009, 14:55

    saya juga pernah dapat bunga adelwaise saat saya naik gunung welirang

  • blogger berau
    20 March, 2009, 9:38

    Entu hebatnya bangsa indonesia.. hehehe.. ;)

  • yuli
    14 April, 2009, 13:21

    ada EDELWEIS yang warnanya putih bersih dan agak berbulu serta punya kelopak yang sedikit panjang, ada juga yang agak kecoklatan dan kering. edelweis yang saya lihat digunung merapi warnanya agak kecoklatan dan terkesan kering. tapi yang warna warni saya belum lihat. apa ada?

    annosmile Reply:

    itu palsu mbak.. :)

Leave a Comment