Kebo Bule Kyai Slamet yang Dikeramatkan Itu

This item was filled under [ Sejarah ]

Bila anda menyambangi daerah Alun-Alun Selatan Kraton Surakarta, anda akan menemukan sesuatu yang unik yakni Kebo Bule. Kebo Bule ini dibiarkan berkeliarakan secara bebas di Alun-Alun Selatan sembari diawasi oleh orang yang merawatnya.

Alun-Alun Selatan Keraton Kasunanan Surakarta terdapat sekawanan hewan berupa kerbau yang dikeramatkan yang disebut Kebo Bule Kyai Slamet. Kerbau ini bukan sembarang kerbau, tidak seperti kerbau pada umumnya warna kulit kerbau ini putih kearah pink/kemerahan mirip dengan Tedong Bonga yang terdapat di Sulawesi Selatan. Konon, kerbau ini telah ada sejak zaman Paku Buwono II.

Saya yang kebetulan berada di seputaran Alun-Alun Utara berangkat menuju ke Alun-Alun Selatan hanya sekitar lima menit sudah sampai di lokasi. Disebelah utara terdapat kandang Kebo Bule yang diisi beberapa ekor saja. Kemudian saya mencoba mengelilingi Alun-Alun Selatan untuk melihat sekumpulan Kebo Bule yang dibiarkan berkeliaran bebas merumput dan berjalan kesana kemari.

Di ujung Alun-Alun Selatan juga terdapat kandang Kebo Bule yang dikelilingi pagar. Ternyata kerbau yang dipelihara di dalam pagar merupakan kerbau bule murni keturunan Kyai Slamet.

Kebo bule yang dipercaya sebagai keturunan asli Kyai Slamet sendiri hingga saat ini hanya tersisa enam ekor. Mereka adalah Kiai Bodong, Joko Semengit, Debleng Sepuh, Manis Sepuh, Manis Muda, dan Debleng Muda. Kerbau ini digunakan dalam kirab setiap bulan Suro (sumber: perawat kerbau bule).

Saya memang kurang begitu paham mengenai keistimewaan Kebo Bule selain sebagai simbolisasi Kraton Kasunanan Surakarta dan kulit kerbau yang berwarna putih kemerahan yang berbeda dengan warna kulit kerbau biasa pada umumnya. Namun, saya menghargai warisan budaya bangsa Indonesia ini semoga tetap terjaga kelestariannya dan tidak terjadi penyimpangan budaya yang bertolakbelakang dengan leluhur yang mewariskannya.


Incoming search terms for the article:

Bookmark and Share
Popularity: 2,491 views

Artikel yang Berkaitan

  • Masjid Agung Surakarta (9)
    Hampir setiap kali berkunjung ke kota Solo, saya selalu menyempatkan diri mengunjungi Masjid Agung Surakarta yang terletak di sebelah barat Alun-Alun Utara Keraton Kasuna...
  • Museum Radya Pustaka, Museum Tertua di Indonesia (20)
    Keberadaan museum disetiap kota sering kita temui, namun apakah kita mengetahui bahwa museum pertama kali di Indonesia terdapat di kota Surakarta atau yang sering disebut...
  • Keunikan Jam Matahari di Masjid Agung Surakarta (1)
    Keberadaan sebuah jam matahari yang terletak di salah satu sudut area Masjid Agung Surakarta memang jarang diketahui oleh pengujung masjid. Jam matahari ini cukup unik, k...
  • Melihat Kemegahan Kraton Kasunanan Surakarta (48)
    Mengunjungi kota Solo, tidak lupa kami mengunjungi museum kraton Kasunanan Surakarta yang terletak di dalam area kraton. Dalam perjalanan, kami melalui Alun-Alun Utara da...
  • Taman Balekambang (0)
    Disalah satu sudut kota Solo, terdapat sebuah taman yang cukup luas dan teduh yang cocok digunakan untuk bersantai ataupun mengadakan kegiatan seperti acara organisasi, s...
  • Mencicip Selat Solo Bu Lies (2)
    Selat Solo merupakan makanan khas dari kota Solo. Disalah satu sudut kota Solo terdapat warung Selat Solo yang sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu, namanya Warung Sel...
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

3 Comments on “Kebo Bule Kyai Slamet yang Dikeramatkan Itu”

  • Tongkonanku
    13 June, 2011, 21:49

    Di kampung saya (Toraja) banyak kerbau bule, tapi gak dikeramatkan. :) 

  • mawi wijna
    14 July, 2011, 15:17

    harganya itu mahal banget No!

  • Putrie Jrs
    22 January, 2012, 7:43

    Kebonya putih kemerahan ya, kaya albino. Biasanya sih Putrie taunya di upacara adat di Toraja.

Leave a Comment