Kawah Sileri di sore hari
Posted by
admin on 13 February, 2009
Setelah memasuki obyek wisata Dieng Plateau dan mencari penginapan untuk menghangatkan tubuh. Kami mencoba untuk mengunjungi sebuah kawah yang tidak jauh dari penginapan kami yang bernama Kawah Sileri. Suhu yang semakin dingin di sore hari ditambah sinar matahari yang sejak kami tiba disana tidak terlihat, tidak membuat nyali kami mengecil. Kami memacu motor kami ke arah barat sejauh ± 3 kilometer ke arah barat.
Kawah Sileri yang berwarna kelabu kental seperti leri sehingga dinamakan Kawah Sileri.

Kawah Sileri merupakan kawah yang terluas di Dieng, yakni sekitar dua hektar. Salah satu kawah paling berbahaya di Dieng Plateau. Pada tahun 1964 dan tahun 1984 kawah pernah dua kali meletus, sehingga pengunjung hanya diberi kesempatan melihat kawah ini dari jarak beberapa ratus meter saja.
Suasana obyek wisata ini telah sepi dari pengunjung, penjual souvenir dan makanan, bahkan petugas jaga obyek wisata. Kami berpikir, sangat berbahaya bila kami berlama-lama disini. Pergantian siang dengan malam membuat tekanan udara berubah, dan sangat berbahaya bila mengakibatkan gas beracun keluar dari kawah. Udara dingin dan hujan membuat tubuh kami semakin kedinginan. Akhirnya kami memutuskan untuk meninggalkan tempat ini dan kembali ke penginapan.
Popularity: 1,932 views
Artikel yang Berkaitan
- Kawah Candradimuka, berawal dari cerita pewayangan (30)
Setelah melihat upacara adat pemotongan rambut gimbal, saya dan teman- teman langsung menuju ke kawah Candradimuka. Masih di lokasi Dieng Plateau namun berada di kabupate... - Welcome to Dieng Plateau 2093 M (33)
Kami memulai perjalanan melalui kota Yogyakarta menuju ke arah utara melewati Muntilan kemudian ke arah barat melalui jalan pintas yang tembus menuju daerah Kertek, sebel... - Telaga Warna Dieng (12)
Telaga Warna merupakan salah satu objek wisata andalan di Dieng Plateau. Objek wisata ini wajib dikunjungi ketika beriwisata di Dieng Plateau karena telaga ini memberikan... - Gardu Pandang Dieng Plateau (1)
Karena suatu keperluan, akhirnya kami kembali menyambangi rumah tinggal kawan kami yang bernama Reza yang berada di Kalibening, Banjarnegara yang tempo hari pernah kami s... - Upacara Potong Rambut Gimbal, Tradisi Turun Temurun di Dieng Plateau (51)
Suatu keberuntungan bagi kami karena hari ini merupakan hari diselenggarakan upacara Potong Rambut Gimbal pada anak-anak dari penduduk Dieng Plateau. Kami sempat membaca ... - Dieng Plateau Theater, Visualisasi proses terbentuknya kawah (20)
Di atas bukit dekat Telaga Warna terdapat sebuah cinema kecil yang dinamakan Dieng Plateau Theater. Sebuah bioskop mini yang memutarkan peristiwa yang terjadi di Dieng Pl...
You can follow any responses to this entry through the
RSS 2.0 feed.
You can
leave a response, or
trackback from your own site.
18 Comments on “Kawah Sileri di sore hari”
waduh ada gas beracunnya ya…
gas beracunnya ga tiap saat kluar? duuh kok serem yaa…gimana taunya kalo gas yang kluar tu beracun?
wah mantap, keliling indonesia, pulau jawa…ke lain pulau dunk bos…ato keliling dunia sekalian..
ooo ada gas nya jugag yak? tp ada peringatannya kan?
apa ini kawah yang menginspirasi Ebiet menulis lagi itu yaaahhh (lupa nama lagunya)
annosmile Reply:
February 17th, 2009 at 6:34 am
saya juga lupa namanya :(
wah… kali ini potone kurang josss…
annosmile Reply:
February 17th, 2009 at 6:34 am
kopi joss mas andy :))
kayaknya seri bgt ini objek.
tp perlu ekstra hati2 ya saat disana.
wow pemandangan yang cukup menarik..
duh, pengen ke Dieng lagi..
kawah begini banyak blerangnya kan ya?
bisa dipake buat ngerontokin jerawat dong…
*kalo blom mati kena gas bracun :D*
aduuh banjarnegara, aku bangga jadi warga banjarnegara…
hehehe…
pernah sekali ke sana.. memang indah ya.. serasa ada di atas awan.. kangen juga ke sana lagi…
wah.. 2 Hektar? luasnya ya…
Sayang gak bisa mendekat ya? Kalo gak berbahaya, mungkin bisa mendekat ya? Lebih bagus ya?
annosmile Reply:
February 20th, 2009 at 8:11 am
mungkin dengan nyali tinggi bisa saja mendekat
walaupun kadang terjadi hal yang tidak diinginkan :(