Kawah Candradimuka, berawal dari cerita pewayangan
Setelah melihat upacara adat pemotongan rambut gimbal, saya dan teman- teman langsung menuju ke kawah Candradimuka. Masih di lokasi Dieng Plateau namun berada di kabupaten Banjarnegara. Untuk menuju ke Kawah Candradimuka ini membutuhkan waktu yang cukup lama karena medan yang lumayan berat.
Kawah Candradimuka terletak di atas sebuah bukit yang lumayan tinggi dengan jarak tempuh sejauh 5 kilometer. Dengan track naik dengan kemiringan antara 30 hingga 45 derajat dengan jalan berbatu dan tanah yang cukup labil untuk ditapaki.
Sempat motor saya tidak mampu naik, sehingga pembonceng turun dari motor dan mendorong motor agar bisa naik ke atas. Jalanan yang basah dan licin cukup menguras tenaga kami untuk sampai ke atas. Cukup lama kami menguras tenaga untuk dapat menuju ke puncak karena medan cukup sulit dan terkesan off road.
Secara harfiah kawah Candradimuka berarti
Kawah = kawah gunung, lubang, kuali
Candradimuka = sinar bulan
Ketika sampai di atas bukit, kami bisa melihat sebuah kawah aktif yang terletak menyelinap di bawah bukit. Asap kawah terlalu tebal sehingga kami tidak yakin untuk menuruni tangga untuk menuju ke kawah tersebut. Setelah asap menghilang, kami turun perlahan – lahan ke bawah untuk mendekati kawah.
Kawah Candradimuka menurut cerita pewayangan adalah tempat di mana Gatutkaca (anak Wrekudara dan Arimbi) di rebus supaya kuat. Setelah keluar dari Kawah Candradimuka diceritakan kalau Gatutkaca memiliki otot kawat, tulang besi.
Bau belerang cukup menyengat dan hawa panas dari asap kawah itu sendiri. Kawah Candradimuka ini sedikit berbeda dengan kawah yang lain, hampir mirip dengan sumber air panas. Dengan letupan air panas yang cukup keras sehingga cukup menakutkan apabila berada di dekatnya. Akhirnya kami akhiri petualangan kami di Dieng Plateau dan berfoto bersama dengan anak-anak warga Dataran Tinggi Dieng yang kebetulan sedang bermain. Kemudian kami kembali menuruni gunung kembali melewati jalan yang rusak dan berbatu.
Incoming search terms for the article:
- cerita pewayangan cerita gatot kaca cerita gatotkaca kawah candradimuka Cerita Rakyat Gatotkaca candradimuka kawah candradimuka dieng kawah candra dimuka (dieng) pengertian kawah “kawahcandradimuka cerita pawayangan cerita rakyat gatot kaca cerita pewayangan bali cerita tentang gatotkaca candradimuka adalah arti kawah candradimuka cerita kawah candradimuka candradimuka magelang candra dimuka asal mula telaga warna di wonosobo kawahcandradimuka pengertian candra kawah artikal cerita pewayangan pewayangan kawah candradimuka Sejarah kawah candradimuka sejarah kawah candradimuka dieng sejarah pewayangan di dieng sinopsis cerita rakyat gatotkaca Kawah candra dimuka kawah candra di muka kandradinuka cerita jawa gathotkaca cerita gathutkaca cerita rakyat badhong gatotkaca cerita rakyat badhong gatutkaca cerita rakyat dieng cerita fakta dari pewayangan cariyos pewayangan jawi carita wayang gatot kaca cerita tentang pewayangan cerite pewayangan gatot kaca cerita GATOTKACA sejarah candradimuka




30 Comments on “Kawah Candradimuka, berawal dari cerita pewayangan”
oh, ada beneran ya kawahnya, kirain cuma ada di cerita wayang aja. cool ….
mmmm…. adem ya disana…
weh ketemu dewo dewo no berarti… keteu yamadipati gak?
annosmile Reply:
March 21st, 2009 at 3:32 pm
ora..malah ketemu anak-anak desa sana :)
beberapa taun yll aku juga pernah touring ke Dieng pake motor, tp belum ke kawah Candradimuka, apalagi Candradibelakang hehe..
wah.. indah mas… bisa lihat kawah aktif dari deket… saya baru bisa lewat pic yang ada disini :D
Jadi teringat waktu ke sana..dulu banget, beol… gak berani cebok pake air… yo wis pake batu wakakakak….
Jian adem tenan…..
wah pengen ke sana….:)
wwoooww … ga kebayang gimana susahnya naik kesana .. ckckc
keren2 ..
ahooooiiii… jadi berminat banget buat nulis komen gara2 denger Candradimuka. memang benul itu kawah dipake buat ‘merebus’ Tetuko alias Gatot sebelum jadi ampuh. jadi pada waktu it keadaan genting, dan sosok super semacam Superman sedang jadi ‘most wanted character’. jadinya Tetuko yang masih bayi dilempar ke dalam kawah Chandradimuka, dan keluar2 sudah jadi Gatotkaca nan sakti mandraguna.
tapi saya masih saja sulit bayangin bagaimana Tetuko dinaikkan motor trus melewati tanjakan terjal itu… :mrgreen:
Lho, kawah ini gak cuma mitos pewayangan ya?
Wow..baru tau
Keren juga !
annosmile Reply:
April 16th, 2009 at 8:13 am
iya..kenyataannya memang ada :)
waks! ke kawah naek motor?!
hebring euy~
jadi pengen ke sana juga…
wah dah jalan2 lagi neh.. asik…
lain kali klo touring make panther bro…, trus motornya taruh atas panther. gt
annosmile Reply:
March 25th, 2009 at 1:52 pm
jujur nggak punya mobil bro :D
wow baru tahu aku
wah wkt saya ke dieng gak ke kawah candradimuka, wkt itu hujan deres banget , jalannya ngeri hujan lebat, kabur, belak-belok, wah streesss
aku pas ke dieng juga turun ke suatu kawah, tapi bukan yga Candradimuka. Dieng kan banyak kawahnya. ikutan turuh juga, dan dengan bodohnya (karena kurang percaya), saya sentuhlah itu air.. mlocotlah jariku!!
cewek2nya pada merah-merah pipinya…alami tanpa makeup..
annosmile Reply:
April 16th, 2009 at 8:11 am
cihuii…
Supaya anak kita kuat koyo gototkoco, cepet-cepet masukin ke kuali yang airnya mendidih begitu anaknya mbrojol, heeeee
terlewatkan kawah yang satu ini bingung banyak tempat wisatanya di dieng
wa…mau mau mau….tp ga ada yg ngajakin touring niy…
wah … tempedku itu ..
letak kawah candradimuka itu termasuk kabupaten mana sih?siapa tau pas lewat bisa mampir….
hebat pujangga jawa jaman dahulu, yang bisa mengemas cerita pewayangan hingga menjadi sedemikian rupa dan menjadi suatu kekayaan budaya dan kesenian Indonesia..