Kalibening, Kini dan Nanti

This item was filled under [ Opini ]

Wilayah tersebut khususnya desa Sikumpul yang saya kunjungi itu memiliki pesona khas yang sudah jarang ditemukan di daerah lain. Setelah melihat panorama sunrise yang cukup menggetarkan hati, saya melihat sesuatu lain yang unik untuk dilihat. Melihat sikap anak-anak di daerah Sikumpul saat berangkat sekolah,  hati saya tersentuh melihat mereka. Bagaimana tidak, perilaku mereka sungguh kontras dengan anak-anak yang tinggal di daerah perkotaan.

Kalibening merupakan salah satu kecamatan di kabupaten Banjarnegara yang wilayahnya terletak paling utara yang berbatasan langsung dengan kabupaten Pekalongan. Terletak dipegunungan yang berhawa sejuk menentramkan hati bagi orang yang berkunjung kesana.

Para siswa di desa ini dan desa sebelah, berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki bersama-sama. Jadi mirip seperti arak-arakan sebuah karnaval. Mereka berjalan riang gembira seperti tanpa beban, tidak memikirkan nasib mereka kelak. Namun kelak mereka akan menjadi penerus dan pembangun bangsa.

Guru-guru mereka pun ikut berjalan beriringan bersama mereka. Mereka dengan mudahnya berinteraksi antara guru dengan murid dan murid dengan murid lainnya tanpa memandang jabatan, pangkat, maupun kekayaannya. Memang kualitas pendidikan di daerah ini masih sangat rendah, mereka harus meneruskan pendidikan SMA di daerah perkotaan. Namun hanya beberapa yang meneruskan pendidikan diperkotaan, sebagian besar meneruskan usaha orangtuanya sebagai petani, peternak, maupun usaha kecil di daerah tersebut.

Hal ini bertolakbelakang dengan kehidupan kota yang sarat akan kemewahan dan kemapanan. dikota jarang sekali guru berinteraksi dengan muridnya diluar sekolah. Para murid berangkat dengan alat transportasi yang dimilikinya, ada yang memakai sepeda, kendaraan bermotor, kendaraan umum, maupun berjalan kaki. Para murid di daerah perkotaan berangkat diliputi kecemasan seperti datang terlambat, lupa mengerjakan pr, berbagai kasus yang menimpanya, telat membayar biaya pendidikan dan sebagainya. Beban akan cita-cita dipundak mereka yang menambah beban berat mereka.

Beginilah potret pendidikan di daerah Kalibening yang masih sarat akan nilai budaya dan ciri khas tersendiri yang berbeda dengan kehidupan perkotaan.

 


Incoming search terms for the article:

Bookmark and Share
Popularity: 2,152 views

Artikel yang Berkaitan

  • Sunrise in small village, Kalibening (21)
    Setelah semalam tidur dengan kedinginan di rumah Reza, sebelum matahari terbit kami dibangunkan untuk menjalankan shalat Subuh di musolla yang terletak di depan rumah. Sa...
  • Curug Baru itu Bernama Curug Kasinoman (58)
    Penasaran terhadap sebuah air terjun yang terletak diantara kecamatan Kalibening dan Wanayasa. Setelah mengunjungi obyek wisata Kalianget, kami melakukan perjalanan menuj...
  • Pemandian Air Panas Kalianget, Kalibening (55)
    Hampir setahun kami tidak berkunjung ke Kalibening, ketika kami kembali menengok suasana Kalibening, ternyata banyak hal yang telah berubah. Kondisi ibukota kecamatan yan...
  • Pesona Sumber Air Panas yang Masih Alami (23)
    Disebuah pegunungan yang banyak terdapat hutan pinus milik Perhutani yang terletak di sisi selatan dari ibukota kecamatan Kalibening, terdapat sebuah sumber air panas ala...
  • Panorama Kawah Sikidang dari Atas Bukit (20)
    Setelah setahun tidak mengunjungi Kawah Sikidang, saat kami kembali mengunjungi kawah ini terjadi beberapa perubahan pada bentuk kawah dan kawasan sekitarnya. Beberapa ti...
  • Tips Berwisata di Dieng Plateau (0)
    Disarankan mengunjungi Dieng Plateau pada musim kemarau karena bila musim hujan akan kesulitan menikmati keindahan alam karena banyak kabut dan kesulitan mengunjung...
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

35 Comments on “Kalibening, Kini dan Nanti”

  • Seno
    11 January, 2009, 11:36

    Iya saya juga dulu sekolah jalan kaki he..he.. udah gitu g pake sepokat weuke kekk, tasnya pake kantong plastik kresek. Ya, itulah sedikit masa lalu saya di Purbalingga, deket kalibening.

  • hedi
    11 January, 2009, 19:34

    saya dulu malah kuliah jalan kaki, pas sekolah justru naik angkot

  • chiw
    12 January, 2009, 6:46

    kalibening… saya punya ‘keluarga’ di kota kecil itu…

    ada kebun setroberinya lagi!

  • munawar am
    13 January, 2009, 20:29

    blogger punya tanggungjawab untuk mempertahankan budaya….
    bukan budaya ngeblog yang diutamakan, tapi nilai-nilai yang telah ikut membentuk jatidiri kita juga perlu diperhatikan….; kalibening banyune ora buthek tohhh?

  • fuda
    13 January, 2009, 21:05

    wew… iya neh malah jadi ikut2an nostalgia..

    jalan kaki kesekolah ngirit duit..
    dulu waktu saya sd tahun 1992-1993
    bajaj pulang ke rumah Rp 700,ojek 500 rupiah..
    sedangkan jajan hanya 100 rupiah..

    pigimana mo naek ojek wakakkaka wong jajannya aj cuman 100 perak..
    bli es teh 50 perak ama gorengan 1 biji wakakaka

  • cebong ipiet
    14 January, 2009, 4:36

    wadooh liat gambarnya jadi inget rumah huehuee biasa maen maen di sawah….

  • masmoemet
    14 January, 2009, 9:23

    9 thn saya sekolah pake kaki eh jalan kaki hehehe

  • Humorbendol
    14 January, 2009, 17:56

    Jujur nih, Bendol orang desa. Bersosialisasi dengan masyarakat-nya enak banget di banding di kota.
    Sayangnya di desa adalah: Nge-net pakek flash signal-nya agak susah
    hehe…
    ditunggu cerita berikutnya mas.

  • Yohan
    14 January, 2009, 19:45

    Salam Kenal suasananya alami banget yah, Ternyata masih ada yah yang seperti itu. Lebih enak mana suasana kota atau perdesaan seperti yang dituliskan dalam artikel di atas? Blogwalk :)

  • TheKRY
    14 January, 2009, 21:13

    Bebas polusi ya…..biasanya daerah dimana2 kebanyakan yang terpencil begini, apalagi masyarakatnya cukup banyak, minimal ada satu atau lebih kendaraan roda dua. Ini masih di INDONESIA kan? masih ada juga yang begini ya..

  • ichaawe
    15 January, 2009, 1:57

    waah..indahnya indonesia ku…
    disini mah jalan kaki…ada juga bete duluan..
    apalagi kalo daerah2 gurun pasir..huhuhu
    bener2 aku cinta indonesia..walau skrg selalu banjir2 dimana2 :)

  • Ullyanov
    16 January, 2009, 14:33

    Perbedaan antara kota dan desa yang menonjol gitu, pemerintah masih menyamaratakan sistem pendidikan nasional. Pelajar di kota akan banyak terbantu dengan berbagai fasilitas untuk mengakses informasi, seperti internet, toko buku, dan sebagainya. Berbeda jauh dengan pelajar di pedesaan yang ke sekolah saja harus berjalan kaki melewati sawah, bukit dan sungai. Akses informasi? Tentu sangat terbatas, bahkan bisa jadi tidak ada sama sekali.

  • ardi
    17 January, 2009, 13:39

    Hidup tanpa beban memang menyenangkan, riang gembira seperti anak-anak yg mas ceritakan tuh…
    Tapi bagaimana dengan anak-anak yang dari kecil sudah menanggung beban keluarga, harus menghidupi dirinya dan sodara-sodaranya, sudah ditinggal orang tuanya atau keluarganya serba kekurangan. Apakah masih bisa seriang itu???

    annosmile Reply:

    kenyataan itu banyak terjadi di kota
    namun, kejadian seperti itu jarang terjadi di pedesaan
    hubungan kekerabatan antar sesama saudara masih cukup kuat
    hubungan antar tetangga sudah dianggap seperti saudara sendiri
    mereka saling memberi satu sama lain
    itulah keunggulan masyarakat pedesaan :)

  • Erik
    17 January, 2009, 18:58

    Waktu SD sampai SMP, saya juga sekolah dengan berjalan kaki, saat itu saya tinggal dan sekolah di desa. Memang di daerah, hubungan murid dan guru interaksinya lebih erat

  • junjungpurba
    17 January, 2009, 20:04

    teringat cerita bapak saya, waktu masih kecil sekolah jalan kaki naik bukit dan nyebrang sungai:D

  • Balisugar
    17 January, 2009, 20:41

    hm jadi inget semasa aku kecil dulu…yah seperti itu di desa.

    wah jaman sekarang di perkotaan anak-anak naik motor biarpun jarak sekolahan dekat

  • Xitalho
    18 January, 2009, 0:12

    Halah …jadi inget jaman masih ESDE …. ya gitu… berangkat bersama macam arak-arakan…. pulang bersama-sama , melewati jalan di tengah sawah..

  • eva suryana
    14 May, 2009, 23:17

    main aja ke kalibening,,,
    nanti aku ajk jalan2

  • Jafar_didi
    15 June, 2009, 20:17

    Hai. . . ??
    KeNALIn NaMA Q jaFAr,.
    MaAPh ??
    KL0 b0LEh tW yg punYA bL0g ìni cP za??
    Q sALut mA yG bUAt BL0g nE,.
    Cz bRU kALi nE dA bL0g yG mELiput k0tA kALibeNIng tEMpATKu LAhir,teMPatKU hiDUp,
    AnD pAStinYA tEMpAT dMN aKU mENuL!s c0mMEnt iNI,.
    (BeRSambung)

  • kaisar
    9 August, 2009, 0:04

    kalibening skrng sdah bda lo! skrng udh lbh maju dibanding dulu,sarana komonikasi.udh bsa akses internet,tanportasi juga udah enak, trus kalianget wah udah jadi tempat wisata, kalo mau masuk udh pake karcis, ayo temen2 kunjungi wiisata kalibening.

  • edi
    25 August, 2009, 15:07

    kalibening dulu SMP ku saya udah kangen sama temen-temen aku tahun 82 lho

  • edi
    25 August, 2009, 15:12

    Sy minta tolong sama yang buat
    Blog dong di banyakin Gambar /foto yang seindah mungkin , aku sangant tertarik buanget

  • apit
    12 November, 2009, 22:51

    salam kenal!aku anak desa kanoman,makasih ya mas dah ngenalin kalibening ke nusantara, jd pengen pulang ke kalibening nich.

  • chotiem
    23 November, 2009, 22:38

    bener gue tuh prnah merasakan jl 5 km jln kaki untuk menimba.ilmu ke sekolah jgn lupa kalao ke kalibenimg main ke desa sampang orangnya ramah banyak tempat indah yg masih alami , pegununganya indah

  • saidi
    6 December, 2009, 12:14

    maturnuwun bgt dah promosiin wisata kali bening kalo main kekalibening jangan lupa mampir ke gunung langit.aku orang gunung langit asli loh…!cewekna jga cwantik2

  • lesmana
    6 May, 2010, 13:36

    gali tarus alam indonesia , tu mengingatkan aku di kala smp kalibening, tp ada yang salah dari wacana di atas. di kalibening ga ada siswa smp nya ga pake sepatu bahkan kadang bawa 2 cs musim ujan hee, sdm nya di kalibening jg maju nilai kelulusan selalu 100 % dan untuk perekonomian strategis karna di lalui oleh kendaraan yang melintas menuju banjarnegara dan pekalongan jadi untuk perekonomian jg ga ketinggalan, oke maju terus kalibening

    admin Reply:

    sudah saya revisi bro
    terima kasih :)

  • Chanuuz!
    17 June, 2010, 15:34

    x-bening sejuk temenan’jadi inget belasan th yang llu belajar nglangi(renang)mancing dikali gede klo bln puasa di bruug’of sindu.tapi kl skrng kalinya ga’ gde lgi,dpinggir2 kali dipatoki’kali jd smakin smpit.skrg lebih sprti kalen/got.yaah nmnya jg mnusia bsnya cm ngrusak saja.skrang klo kpingin mncing,ciblon/nglagi.KLAUUUT AJAH! kpn2 kl plng kklbnig kaline tek keduk dewek lah.biar kaya dulu lg banyak ikan trus kita bisa GUBYAH(cm org klb yg tau…..)by sydngox xbeng city cool……kalibening iiih anyeEEs!

  • aripujianto
    16 September, 2010, 21:42

    hehe…jd inget masa lalu waktu brangkat sekolah jalan kaki…alhmdullh budaya itu smpe skarang blm hilang..wlaupun byk yg brangkt pke motor……..aku bangga jd anak kalibening………..

  • SULASMI
    7 December, 2010, 11:16

    Aku asli anak Kalibening, tepatnya dukuh Kanoman.Teman -teman yang belum pernah kesana pasti penasaran banget nieh…bukan cuma tempatnya ja yg indah, suasananya damai, udaranya sejuk juga penduduknya ramah2 lho..mank jauh bget tp bakalan kebayar deh sama panoramanya yang asri..Buat yang bikin blog ini terimakasih ya…moga sukses terus and ENJOY YOUR ADVENTURES… 

  • budi
    14 March, 2011, 15:50

    Admin, minta emailnya Mbak Sulasmi dong ya, inbox ke email saya… Nuhun…

Trackbacks

  1. Pemandian Air Panas Kalianget, Kalibening | TeamTouring
  2. Pesona Sumber Air Panas yang Masih Alami | TeamTouring
  3. Gardu Pandang Dieng Plateau | TeamTouring

Leave a Comment