Jembatan Sesek Pundong, Penyelamat Perekonomian Rakyat

This item was filled under [ Interest Places ]

Perjalanan kali ini, kami tidak mengunjungi kawasan wisata namun menjelajah desa ke desa dan menemukan hal yang menarik di dalamnya. Sesuatu kejadian atau tempat unik yang tidak kita temui ketika kita berkunjung di objek wisata maupun di daerah perkotaan.

Jembatan Sesek Petung atau biasa dikenal dengan nama Jembatan Sesek Pundong yang melintang di atas Kali Opak menjadi penghubung antara dua desa dibangun setelah jembatan permanen putus ketika banjir beberapa waktu lalu.

Sore yang cerah, kami memacu kendaraan kami menuju ke daerah pedesaan di kabupaten Bantul. menjelajah pedesaan memang jarang kami lakukan kecuali ketika menuju ke kawasan wisata alam yang terletak di pedesaan. Ketika tiba dikawasan kecamatan Pundong, salah satu dari teman kami menyarankan mengunjungi jembatan bambu yang membelah Kali Opak. Teman kami pernah mendengar keberadaan jembatan tersebut beberapa waktu lalu namun tidak tahu lokasi persisnya.

Setelah bertanya-tanya kepada penduduk sekitar Kecamatan Pundong, akhirnya kami menuju salah satu lokasi jembatan bambu yang dekat dengan posisi kami. Menelusuri jalanan lurus hingga mencapai ujung, akhirnya kami tiba di lokasi lembatan yang terbuat dari anyaman bambu ini.

Di dekat pintu jembatan terdapat pos retribusi penggunaan jembatan, bagi yang ingin melewati jembatan dengan menggunakan kendaraan ditarik biaya penyebrangan sebesar Rp2.000,-. dana tersebut sebagian digunakan untuk perbaikan, penggantian biaya pembuatan jembatan sesek dan sebagian lagi digunakan untuk membayar petugas yang menjaga jembatan tersebut. Kecuali pejalan kaki yang melintas tidak dikenakan biaya.

Jembatan ini cukup membantu warga sekitar yang ingin melintas tanpa harus memutar jalan yang membutuhkan cukup banyak waktu dan biaya. Keberadaan jalan ini cukup membantu perekonomian warga. Menjelang sore semakin banyak orang yang melintasi jembatan ini, dari anak-anak yang pulang sekolah hingga para petani, pencari rumput, hingga para pegawai yang pulang bekerja.


Incoming search terms for the article:

Bookmark and Share
Popularity: 2,132 views

Artikel yang Berkaitan

  • Prosesi Upacara Melasti di Pantai Parangkusumo (5)
    Pantai Parangkusumo yang berada di kawasan wisata Pantai Parangtritis tidak lepas disebut sebagai kawasan mistis dan religi yang sering digunakan untuk ritual budaya atau...
  • Museum Purbakala Pleret (7)
    Sedikit orang yang tahu bahwa di daerah Pleret terdapat sebuah museum purbakala yang dinamakan Museum Purbakala Pleret. Museum ini sebetulnya belum resmi dibuka, menunggu...
  • Situs Kedaton Pleret (8)
    Kawasan Pleret merupakan kawasan yang memiliki kaitan erat dengan sejarah perkembangan Mataram Islam di Indonesia. Kawasan ini pernah digunakan menjadi ibukota pemerintah...
  • Menengok Kawasan Mangrove Muara Sungai Opak (6)
    Berkunjung ke kawasan hutan mangrove memang sesuatu hal yang kurang menyenangkan bagi sebagian besar orang dan mereka lebih memilih berkunjung ke kawasan wisata yang lebi...
  • Air Terjun Kedung Miri di Sisi Timur Bantul (5)
    Jajaran pegunungan di sisi timur Imogiri memang memiliki pesona alam yang cukup menarik, khususnya keberadaan air terjun yang masih dikategorikan sebagai air terjun peraw...
  • Survei Air Terjun Kedung Panas (7)
    Antara percaya dan tidak percaya, di dekat Makam Raja-Raja Imogiri terdapat beberapa air terjun yang konon masih terbilang alami dan perawan. Salah satunya nama air terju...
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

4 Comments on “Jembatan Sesek Pundong, Penyelamat Perekonomian Rakyat”

  • arif
    12 October, 2011, 8:45

    jembatannya “klasik” :D, walopun ane lum pnh kesana bro…

  • Uchan
    13 October, 2011, 9:31

    Wah andaikata tiap pulau2 gede di Indo punya jembatan kayak gini yah sob? Pembangunan makin cepat merata, ga cuma maju di Jakarta

  • Iwan Restiono
    16 October, 2011, 16:59

    Wah, ternyata di jaman yang serba maju kayak sekarang masih ada ya masyarakat yang mengandalkan jembatan seperti itu. Pemda dan aparat setempat apa ga ada dana ya…

  • Hasan
    2 November, 2011, 10:05

    Kali Opak, bantul, kalau lewat jembatan sesek itu belum pernah. Sore2 hari kayaknya mengasikkan.

Leave a Comment