Gardu Pandang Tieng

Karena suatu keperluan, akhirnya kami kembali menyambangi rumah tinggal kawan kami yang bernama Reza yang berada di Kalibening, Banjarnegara yang tempo hari pernah kami singgahi. Dalam perjalanan menuju Banjarnegara, kami melewati kawasan Dieng Plateau. Melalui sebuah tanjakan tajam dan panjang, tiba-tiba hujan dan kami berteduh disebuah gardu pandang yang terletak di tepi jalan.

Gardu Pandang Dieng (Tieng) terletak di desa Tieng Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Memiliki ketinggian 1.800 meter diatas permukaan air laut.

Suasana Gardu Pandang Tieng

Gardu pandang ini digunakan sebagai tempat istirahat sementara oleh para wisatawan maupun penduduk. Selain itu juga digunakan untuk menikmati pemandangan alam dari Dataran Tinggi Dieng yang kadang bisa melihat dengan jelas bentuk Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing yang ditengah-tengahnya terdapat kota Wonosobo dan mendinginkan mesin kendaraan yang bekerja keras menaiki jalanan yang menanjak menuju ke arah kawasan Dieng. Gardu pandang ini terdiri dari dua lantai yang dibagian tepinya dibuat tempat duduk yang terbuat dari semen.

Pemandangan dari Gardu Pandang Dieng Plateau

Memasuki gardu pandang, saya langsung menuju ke lantai atas untuk melihat pemandangan alam dari atas gardu. Karena memang kondisi hujan deras dan berkabut, pemandangan tidak begitu jelas dan kami hanya bisa melihat pemandangan dengan jarak sekitar 20meter saja. Kabut tebal memang sering terjadi kawasan ini apalagi ketika menjelang sore.

Gardu Pandang Dieng yang menghadap ke arah timur memang cocok digunakan untuk melihat matahari terbit atau sunset dimana matahari muncul dari balik pegunungan dan posisi kita seakan-akan berada diatas awan, mirip seperti melihat panorama sunrise di Pananjakan Bromo.

Beberapa bagian dari gardu pandang ini kami amati telah mengalami kerusakan. Di beberapa bagian ada genting yang pecah dan air hujan menetes kedalam ruangan dalam gardu. Ditambah lagi aksi vandalisme yang mengotori dinding gardu pandang membuat para wisatawan yang berisitirahat kurang nyaman. Disebelah bangunan gardu pandang terdapat kamar mandi umum tapi kondisinya sudah tidak layak lagi.

Begitulah kondisi gardu pandang yang hanya menjadi tempat singgah sementara dan bukan merupakan lokasi wisata utama Dieng Plateau semisal Telaga Warna dan Kawah Sikidang. Namun kedepannya kawasan gardu pandang ini dapat menjadi kawasan strategis karena lokasinya cocok untuk menikmati pesona sunrise dari atas pegunungan seperti pesona sunrise di Puncak Sikunir di kawasan Dataran Tinggi Dieng. (text/foto: annosmile)

-----------
Bookmark and Share

Ada 3 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. Welcome to Dieng Plateau 2093 M | TeamTouring:

    […] menerpa. Disebuah akhir tanjakan kami berhenti sejenak untuk berteduh dan beristirahat disebuah gardu pandang. Kemudian kami meneruskan perjalanan dan akhirnya memasuki kawasan Dieng […]

  2. Carica Dieng, Buah Dari Negeri Diatas Awan | TeamTouring:

    […] dengan kawan-kawan di gapura atau gerbang masuk kawasan Dataran Tinggi Dieng setelah melewati Gardu Pandang Tieng. Tanaman atau pohon Carica ini saya temukan di pinggir ladang milik penduduk dan ditanam secara […]

  3. Batu Pandang Dieng, Pesona Pemandangan Telaga Warna dan Telaga Pengilon Dari Ketinggian | TeamTouring:

    […] nama Batu Pandang di Dataran Tinggi Dieng bukan tertuju pada tepi Gardu Pandang Tieng atau Puncak Bukit Sikunir, akan tetapi merujuk pada sebuah bukit yang berada tidak jauh dari […]

Kirim pendapat

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan TeamTouring. Redaksi berhak menyunting atau menghapus kata-kata yang berbau narsisme, promosi, spam, pelecehan, intimidasi dan kebencian terhadap suatu golongan.