Enceng Gondok dan Rawa Pening

Keberadaan danau Rawa Pening saat ini tergolong kritis mengingat telah mengalami pendangkalan akibat sedimentasi tanah yang terbawa aliran sungai dan pesatnya pertumbuhan tanaman enceng gondog yang menutupi sebagian kawasan Rawa Pening. Konsekuensinya cadangan air di kawasan Rawa Pening berkurang dan bila tidak segera ditangani beberapa puluh tahun mendatang kawasan Rawa Pening akan berubah menjadi daratan.

Rawa Pening terletak di Jawa Tengah tepatnya di wilayah kabupaten Semarang. Saat yang tergolong kritis akibat pendangkalan dan pesatnya pertumbuhan tanaman enceng gondog.

Enceng Gondog disebut-sebut sebagai penyebab utama kerusakan alam yang terjadi di Rawa  Pening. Tanaman gulma ini memberikan masalah yang kompleks selain merusakan kelestarian alam diantaranya merusak keramba budidaya ikan masyarakat yang memanfaatkan rawa, akar dan batang tanaman enceng gondog menyilitkan laju, dan menyulitkan para penjaring ikan di sekitar rawa.

Meskipun ada efek positif dari tanaman enceng gondog bagi masyarakat sekitar yaitu dimanfaatkan sebagai bahan pembuat kerajinan. Usaha pemanenan enceng gondog ii dilakukan oleh beberapa warga dengan mengumpulkan tanaman enceng gondog kemudian dibawa ke kawasan Banyubiru untuk didistribusikan ke sentra kerajinan yang berada di dekat Bukit Cinta dan ke luar daerah seperti Yogyakarta. Biasanya eceng gondok dibuat untuk menjadi aneka tas, sandal, bantal, souvenir, tudung saji, pouch hand phone, mobil-mobilan hingga menjadi barang fungsional semacam meja/kursi.

Enceng gondok (Latin:Eichhornia crassipes) adalah salah satu jenis tumbuhan air mengapung. Eceng gondok hidup mengapung di air dan kadang-kadang berakar dalam tanah. Tingginya sekitar 0,4 – 0,8 meter. Tidak mempunyai batang. Daunnya tunggal dan berbentuk oval. Ujung dan pangkalnya meruncing, pangkal tangkai daun menggelembung. Permukaan daunnya licin dan berwarna hijau. Bunganya termasuk bunga majemuk, berbentuk bulir, kelopaknya berbentuk tabung. Bijinya berbentuk bulat dan berwarna hitam. Buahnya kotak beruang tiga dan berwarna hijau. Akarnya merupakan akar serabut.

Meskipun tiap hari tanaman enceng gondok dipanen untuk bahan kerajinan, kondisi ini tidak mengalami perubahan jumlah enceng gondog di area Rawa Pening karena pertumbuhannya lebih pesat. Usaha pemerintah untuk mengatasi pesatnya pertumbuhan tanaman enceng gondog belum terlihat hasilnya karena beberapa tahun yang lalu pernah dilakukan pembersihan seperlima luasan enceng gondog namun beberapa minggu kemudian tanaman tersebut kembali menutupi area yang telah dibersihkan.

Beberapa minggu yang lalu terdengar kabar usaha baru pemerintah untuk normalisasi kawasan Rawa Pening dengan rencana pembuatan tanggul/bendungan sungai yang menuju ke Rawa Pening untuk mengurangi sedimentasi dan menyemprotan senyawa alami untuk menghambat laju perumbuhan enceng gondog. Efek penyemprotan senyawa tersebut mulai terlihat di daerah aliran sungai yang mengarah ke Rawa Pening yang sebagian terlihat mulai bebas dari enceng gondog. Apabila usaha ini berhasil, rencananya akan diteruskan dengan proses pembersihan dan normalisasi dengan alat berat. (text/foto: annosmile)

-----------
Bookmark and Share

Ada 5 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. Nasib Bukit Cinta | TeamTouring:

    […] berada di tepian bukit untuk melihat panorama keindahan Rawa Pening, kekecewaan yang kami dapat. Danau Rawa Pening telah surut airnya dan hampir semua tepian danau telah ditumbuhi oleh enceng gondok. Lebatnya […]

  2. Muh Nahdhi Ahsan:

    Hayo, sobo nang bukit cinta ora hayo? Wkwkwk…

  3. alannobita:

    g dimanfaatin po eceng gondok disana?

    • admin:

      dimanfaatin kok..cuma kalah pesat sama pertumbuhannya :)

  4. Semangat Merah Putih di Sumurup (Rawa Pening) | TeamTouring:

    […] Festival Merah Putih pun segera dimulai dengan menyusuri tepian Rawa Pening melewati lebatnya tanaman enceng gondok. Teriakan “Merdeka” oleh para peserta karnaval saling bersahut-sahutan sambil […]

Kirim pendapat