Eksotisme Pantai Batu Dinding
Pantai Batu Dinding memang terasa asing bagi saya, setelah saya berputar-putar di Pelabuhan Belinyu tidak ditemukan papan penunjuk arah untuk menuju kesana. Dan akhirnya saya bertanya kepada orang yang kebetulan berada di pinggir jalan. Melalui jalan setapak dan perkampungan yang saya rasa merupakan jalan kampung, bukan sebuah jalan untuk menuju sebuah objek pariwisata. Cukup dimaklumi karena jalanan masih berupa tanah dengan medan naik dan turun. Dan anggapan itu salah ketika saya memasuki sebuah area lapang untuk digunakan parkir kendaraan.
Pantai Batu Dinding terletak kurang lebih sejauh 3 km dari Pelabuhan Belinyu. Memiliki pesona keunikan berupa batuan raksasa yang bentuknya seperti dinding.
Pantai Batu Dinding memiliki keunikan berupa bukit dibagian bawahnya terdapat bongkahan batu berukuran cukup besar setinggi 15 meter dan menyerupai sebuah dinding sehingga dinamakan Batu Dinding. Batu tersebut berwarna putih keabu-abuan dan didekatnya banyak terdapat batu-batuan yang ukurannya lebih kecil.
Bentuk batuan ini mengingatkan saya kepada film Laskar Pelangi pada adegan tokoh utama bermain dan berlari-lari di antara batuan besar yang berwarna keabu-abuan yang mirip dengan batuan di Pantai Batu Dinding ini. Secara bentuk daratan Pulau Bangka hampir sama dengan Pulau Belitong yang menyimpan cadangan timah yang membentang hampir diseluruh kepulauannya.
Kita tidak bisa memanjat ke puncak batu karena posisi dinding batu yang vertikal dan hanya bisa naik ke atas batu yang lebih landai. Melihat laut dari atas batu memberikan keasyikan tersendiri bagi pengunjung pantai ini termasuk saya. Pemandangan indah berupa lautan luas dan beberapa pulau kecil yang ada di tengah-tengah lautan.
Walaupun hati berdesir juga melihat kapal keruk raksasa dari jauh yang mengambil timah dari dasar laut dengan cara menyedot lapisan tanah paling atas dari dasar laut. Sayang keindahan pantai ini tercoreng dengan banyaknya corat-coret baik di batu-batuan maupun beberapa pohon kelapa yang terdapat di pantai tersebut.
Sungguh sayang objek wisata pantai yang memberikan keindahan dan keunikan dibandingkan dengan pantai di pesisir utara pulau Bangka yang umumnya berbentuk landai ini tidak terkelola dengan baik. Padahal tempat ini berpotensi menjadi daerah tujuan pariwisata di Pulau Bangka ini.
Incoming search terms for the article:
- pantai batu dinding belinyu air usul pantai dinding belinyu




30 Comments on “Eksotisme Pantai Batu Dinding”
Subhanallah…
Alam indonesia emang top BGT keindahannya.
wah pasti di daerah situ dulunya ada gunung berapi tuh.. mangkane ada batu2 segede itu…
annosmile Reply:
October 4th, 2009 at 9:56 am
Di pulau Bangka tidak ada gunung berapi mas :)
wa……….. sunggguh indah nian pantainya ;)
Duh, kapan bisa datang kesana…
dadi kepingin budhal mrono….
nabung dhisek….
objek batunya mengagumkan
Hmm.. gak ada pasir pantainya ya? kayaknya mancing disitu enak … jadi pengin…
jadi pingin ke sana nih :(
olala keren pak batunya, bisa buat latihan manjat ndak yah
Pantai dan Gunung memang pasangan yang menarik untuk dinikmati.
Sayange rata2 tempat begitu dikotori dan dirusak oleh tangan jahil
manteb pantainya nih
penasaran sama batu dindingnya
beuhh ngiri sama mas anno bisa jalan2
Wahhhhh..Kalau berenang juga pasti akan sangat seru ya mas….
wew…. menakjubkan neh ….
bisa jd referensi jalan2 :)
Itu pantai batu dindingnya di daerah mana mas? :roll: :lol:
annosmile Reply:
October 4th, 2009 at 10:02 am
dekat kecamatan belinyu, kab Bangka :)
kok ga ngajak-ngajak tow, padahal pengen kesana…..
pengin kesana jadinya… kereennn.,….
wah… saya jg seneng touring jg mas…
cuma ga jauh2 amat.. mgkn sekitar pulau jawa aja…
maaf, baru sempat balas commentnya sekarang mas…
update terus, dibanyakin yg jawa ae mas.. biar bisa tuk referensi.. ;)
Jadi pengen bulan madu nang kono *halah*
saya jadi ingat film Unyil, episode batu belah itu. yg suka menjepit orang durhaka…
mantapnyaaaaa…
*ngiler*
kesal sekali rasanya kalau melihat hal indah macam itu tiba-tiba ditambah “hiasan’ jahil berupa orat-oret pylox yang gak karuan.
ketemu ikan duyung gag mas?
annosmile Reply:
October 3rd, 2009 at 12:58 pm
gak ada dung :P
iriiiiiiiiiii
pengen kesana jugaaaaaaaaaaaaa
thanks for sharing d pic yah…
Jadi pengen bulan madu nang kono *halah*
hadoh!!!!!
jd ke-ingat memory waktu STM dulu, ngambilin tanah dari wasre kemudian di cuci di batu dinding, dan klo ada penjaga wasre, pura2x mandi air laut, sambil minum air kelapa,….
batu dinding salah satunya, didepannya masih ada pulau “wak saman”….
dan juga masih ada pulau nanas, dari depan pulau “wak saman” bisa kita jumpai “Pulau Pune”
seberang sano tanjung Ruu,kedalem sikit kampung wong cino.banyak babi disitu,aman hari PEK CHUN rame pado ke pantai.asyik banyak amoy lucu lucu[ cakep ] bercengkrama…wuiiih pokok,dak pacak lupo biar ku sampai dimano!