Eksotisme Kawah Sikidang
Penasaran ingin mengetahui isi dari Kawah Sikidang, sebaiknya anda berangkat pagi hari. Saat pagi hari uap panas yang keluar masih tipis sehingga bisa melihat isi kawah yang berupa air bercampur lumpur yang mendidih.
Kawah Sikidang terkenal karena lubang keluarnya gas selalu berpindah-pindah di dalam suatu kawasan luas. Kawah Sikidang mengeluarkan uap panas bersamaan semburan air bercampur lumpur mendidih berwarna keabu-abuan.
Memasuki kawasan Kawah Sikidang, kami dihadapkan sebuah hamparan luas tanah yang diujungnya terdapat Kawah Sikidang. Jarak mulut kawah dengan lokasi parkir cukup jauh, sekitar 300 meter. Walaupun cukup jauh, bau sulfur cukup terasa di hidung kami. Sebelum menuju ke mulut kawah, kami berinteraksi dengan penduduk sekitar mengenai asal usul kawah Sikidang dan legenda yang muncul berkenaan dengan Kawah Sikidang. Seorang tukang parkir yang cukup ramah memberikan informasi mengenai obyek wisata tersebut.
Menurut legenda yang berkembang di masyarakat, pada zaman dulu di dataran tinggi Dieng terdapat istana milik seorang ratu yang sangat cantik, yaitu Ratu Shinta Dewi. Pada suatu hari, sang ratu dilamar seorang pangeran yang konon tampan dan kaya raya, yaitu Pangeran Kidang Garungan. Namun, Ratu Shinta Dewi kecewa karena pangeran tersebut tidak setampan seperti yang diceritakan. Pangeran Kidang Garungan ternyata berbadan manusia dan berkepala kijang. Cara untuk menolak lamaran itu, Ratu Shinta Dewi mengajukan syarat untuk dibuatkan sumur yang besar dan dalam. Ketika sumur hampir selesai dibuat, Ratu Shinta Dewi dan para pengawalnya menimbun sumur tersebut dengan tanah saat Pangeran Kidang Garungan masih berada di dalamnya.
Ketika sang pangeran berusaha untuk keluar dari sumur itu dengan cara mengerahkan segala kesaktiannya, sumur itu tiba-tiba menjadi panas, bergetar, dan meledak-ledak. Pangeran itu hampir saja keluar dari sumur, namun ratu dan para pengikutnya terus menimbun sang pangeran hingga tidak dapat keluar. Sang pangeran kemudian marah, lalu mengutuk Ratu Shinta Dewi dan keturunannya kelak akan berambut gembel. Bekas sumur Pangeran Kidang Garungan itulah yang kemudian menjelma menjadi Kawah Sikidang. (Anonimous)
Setelah cukup bercakap-cakap, kami segera menuju ke mulut kawah. Kami cukup berhati-hati dalam berjalan karena dalam perjalanan menuju ke mulut kawah banyak muncul gas berserta uap air dari dalam tanah yang bersuhu cukup panas. Mentaati peringatan untuk tidak menginjak tanah yang basah dan berair. Karena banyak kasus kaki melepuh setelah terjerembab ke dalam tanah yang basah sehingga perlu diamputasi. Selain itu, uap air panas yang muncul dari balik tanah dan bebatuan tersebut dapat mematangkan telur. Ada orang membuktikannya dengan membungkus telur mentah dan ditaruh beberapa saat dilubang tempat keluarnya uap panas.
Akhirnya kami sampai dimulut kawah, suhu yang sebelumnya dingin berangsur-angsur menjadi hangat. Melihat letupan kawah yang berisi lumpur panas kami pun berpikir, cukup berbahaya bila tiba-tiba meletus. Kita memang harus berhati-hati karena status Kawah Sikidang adalah aktif normal. Selain itu kita harus mentaati peraturan seperti dilarang membuang sampah ke lubang, dilarang membuang puntung rokok di lingkungan kawah, dilarang menginjakkan kaki di tanah yang basah dan sebagainya. Diharapkan pengunjung mentaati peraturan yang telah ditempel pada papan pengumuman.
Incoming search terms for the article:
- legenda kawah sikidang kawah sikidang legenda dieng sikidang




26 Comments on “Eksotisme Kawah Sikidang”
wa, mantap kawahnya
seram juga
kawahnya gak di puncak gunung ya?
annosmile Reply:
February 24th, 2009 at 3:22 pm
Sebetulnya dipuncak juga sih
cuma kendaraan bisa naek ke puncak (dataran tinggi)
sehingga dinamakan Dataran Tinggi Dieng (Dieng Plateau) :)
masih aktf ya kawahnya…
kereen…tapi serem juga tuh kalo kakinya kecelup..hii…harus diamputasi
wah saya juga pernah kesana… panas bgt bok! hehehe..
bagus tuh pemandangane….!!! wah jadi inget jaman dulu waktu masih ikut daki !!!
dieng wah jadi anget nie kalau mandi di kawah yang anget hiks
salam kenal broooo
annosmile Reply:
February 24th, 2009 at 3:20 pm
malah ancur lebur jadi abu :))
seru bgt kayaknya objek nya.
tp perlu hati2 banget ya.coz banyak uap panas nya.
hohoho kawahnyaaaaa…
nyeremin.. masukin kodok ke lumpurnya bakal gosong ngga ya?? *sadis mode : on*
annosmile Reply:
February 24th, 2009 at 3:19 pm
coba aja :D
Sepertinya daerah ini berpotensi untuk dijadikan sumber energi geothermal. Tetapi sayang juga ya, jikalau nanti malah ‘merusak’ pemandangannya yang indah itu…. :)
annosmile Reply:
February 24th, 2009 at 3:19 pm
pembangkit listrik geotermal udah ada disana
cuma tidak di obyek wisata :)
Wohoho.. Posenya itu lho. Awas kecemplung..!!
:P
Wah, gawat kalau lubang kawahnya selalu berpindah-pindah.
Bisa membahayakan para pendaki nih.
MAntaeps manteps …..
Aku dulu juga seneng banget jalan2 kayak dirimu sampe dibelain bolos sekolah :D
Jadi kangen,,,,,, sayang pekerjaan dan kesibukan kuliah tdk memungkinkan :)
Salam :)
*Besok kalau kapan2 aku ke situ anterin yach :D Ehm …
Truz keturunan yg bakal berambut gembel itu gman??
wah bahaya juga yaa kalo gak sengaja keinjek lumpurnya….harus ada rambu2 atau peringatan yg jelas agar orang2 bisa waspada
annosmile Reply:
February 25th, 2009 at 6:41 am
ada rambu2 kok.. :)
indah sekali tapi ada seramnya juga
keren sekali kawahnya masih berasap lagi
wah bener2 eksotis neh…