Candi Sukuh, Candi Unik Nan Saru
Perjalanan di Jalur Tawangmangu – Sarangan membawa kami untuk mengunjungi objek wisata Candi Sukuh. Perjalanan untuk menuju tempat ini melalui tanjakan yang cukup tajam dan jalan yang sempit sehingga harus berhati-hati dalam mengendarai kendaraan.
Candi Sukuh terletak di desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Candi Sukuh merupakan candi Hindu yang unik di Jawa, dibangun pada abad ke 15 akhir jaman kerajaan Majapahit. Struktur candi yang terdiri dari delapan teras memiliki arti dan fungsi tersendiri. Arsitektur bangunan utama candi yang mirip dengan candi Mayan di Yucatan. Batuan yang digunakan berbeda dengan batu yang dipakai untuk membangun Candi di Jawa Tengah. Batuan pada Candi Sukuh warnanya agak kemerah-merahan berjenis batu andesit.
Ketika tiba di objek wisata Candi Sukuh suasana candi tampak sepi, hanya terlihat beberapa wisatawan mancanegara yang berkunjung ke objek wisata ini. Kabut gunung yang tadinya menyambut kami saat tiba di objek wisata Candi Sukuh berangsur-angsur menghilang.
Candi ini pertama kali ditemukan dalam keadaan runtuh pada tahun 1815 oleh Residen Surakarta, Johnson. Pada kurun waktu 1842-1910 dilakukan penelitian dan inventarisasi oleh sejumlah arkeologi Belanda. Pada tahun 1928 baru dilakukan pemugaran oleh Dinas Purbakala.
Memasuki Candi Sukuh terdapat 3 Gapura dan 3 Teras. Kami memulai dengan menginjakkan kami di teras pertama dibagian depan terdapat gapura utama yang masih utuh. Namun dibagin tengah terdapat pintu yang terkunci sehingga kami menuju ke teras pertama melalui bagian samping. Bentuk gapura cukup unik mengingat posisinya tidak tegak lurus namun miring seperti model trapesium dengan atap diatasnya.
Pada gapura pertama terdapat sebuah sangkala dalam bahasa Jawa yang berbunyi gapura buta abara wong. Artinya dalam bahasa Indonesia adalah “Gapura sang raksasa memangsa manusia”. Kata-kata ini memiliki makna 9, 5, 3, dan 1. Jika dibalik maka didapatkan tahun 1359 Saka atau tahun 1437 Masehi.
Menuju ke teras kedua, kami melewati gerbang kedua yang bentuknya sudah tidak utuh lagi. Hanya tersisa dinding gapura yang tingginya hanya sebatas tangga naik dan tidak beratap. Di kanan dan kiri gapura terdapat patung penjaga pintu atau dwarapala namun kondisinya sudah rusak dan bentuknya tidak jelas.
Pada gapura kedua terdapat sebuah candrasangkala pula dalam bahasa Jawa yang berbunyi gajah wiku anahut buntut. Artinya dalam bahasa Indonesia adalah “Gajah pendeta menggigit ekor”. Kata-kata ini memiliki makna 8, 7, 3, dan 1. Jika dibalik maka didapatkan tahun 1378 Saka atau tahun 1456 Masehi.
Memasuki teras ketiga, gapura ketiga kondisinya sama dengan gapura kedua yang sudah tidak utuh lagi. Pada teras ketiga ini terdapat pelataran besar dengan candi induk dan beberapa relief di sebelah kiri serta patung-patung di sebelah kanan. Bila dibandingkan dengan candi-candi yang lain, bentuknya sangat berbeda dan memiliki keunikan. Terdapat beberapa simbol sex yang tidak terdapat di candi-candi yang lain. beberapa patung dan arca menggambarkan Lingga sebagai perwujudan kemaluan pria dan Yoni sebagai perwujudan kemaluan wanita.
Candi induk yang mirip dengan bentuk vagina ini, menurut beberapa pakar memang dibuat untuk mengetes keperawanan para gadis. Menurut cerita, jika seorang gadis yang masih perawan mendakinya, maka selaput daranya akan robek dan berdarah. Namun apabila ia tidak perawan lagi, maka ketika melangkahi batu undak ini, kain yang dipakainya akan robek dan terlepas.
Kemudian pada bagian kiri candi induk terdapat serangkaian relief-relief yang merupakan mitologi utama Candi Sukuh dan beberapa patung hewan seperti celeng (babi hutan) dan gajah berpelana. Namun beberapa arca-arca sudah dipindahkan ke kantor Balai Peninggalan
Relief cerita Kidung Sudamala berisikan mengenai cerita Sahadewa atau Sadewa, putra termuda Pandawa Lima yang dikejar dua raksasa Kalantaka dan Kalanjaya, yang menyertai Batari Durga yang kemudian raksasa tersebut dikalahkan oleh Bima.
Dibagian kanan candi terdapat patung garuda yang merupakan bagian dari cerita pencarian tirta amerta (air kehidupan) yang terdapat dalam kitab Adiparwa, kitab pertama Mahabharata. Dikisahkan sang Garuda menyelamatkan ibunya dari sekapan naga. Akhirnya perjalanan wisata di objek wisata ini berakhir dan kami meninggalkan objek wisata ini.
=== Lokasi
Candi Sukuh Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah Koordinat 07°37°38,85 Bujur Timur dan 111°07°52,65 Lintang Selatan
Incoming search terms for the article:
- candi sukuh (19) saru (9) candi sukuh karanganyar (8) candi saru (6) sukuh (5) sukuh candi (3) SITUS CANDI SUKUH (3) sejarah candi sukuh (3) jalan menuju candi sukuh (2) candi lingga karanganyar (2) artikel candi sukuh (2) candi sukuh solo (2) pemandangan candi sukuh (1) LOKASI CANDI SUKUH (1) obyek wisata candi sukuh (1) obyek candi sukuh (1) museum unik di jawa barat (1) model gapura jaman majapahit (1) pemandangan saru (1) peninggalan candi-candi kono (1)





35 Comments on “Candi Sukuh, Candi Unik Nan Saru”
Foto Yoni-ne, ndi?
gak terlalu suka jalan2 ke candi
annosmile Reply:
December 13th, 2009 at 10:59 pm
payah
peninggalan sejarah kita memang masih banyak tapi sayang kurang yang melestarikannya
ew .. patung lingga nya ekstrem banget ya …
skrinsut YONI’e mana?
annosmile Reply:
December 15th, 2009 at 4:55 pm
lupa gak kefoto
*nunggu anno ke kemukus*
apaan ini? Sudah mendahului ke candi lebih dulu si Soekarno ini
Besok kalau Candi yg di UII sudah di benerin giliran ke sono yach
yan9 ini aku belum pernah no..
wahhh kpan k sukuh,,,
noow , motorMu ngebooollll,,hahah
jadi inget jaman anyaran mahasiswa di SOlo…nginep pas acara di luar kampus di sekitar candi…hehehe
ternyata saru wis sue juga ya
didadeke candi pisan
wahahaha… patung lingga yg keren
malam jumat kupdar war wer di cemorosewu sarangan …
Hemmm perlu didatangi nih candi, biar cepat laku jodoh hehehe…
Salam kenal mas…sejarah jangan samapai kita lupakan meski kita tak akan hidup dimasa sejarah…salam
itu patung yang nampang ama foto model , gede banget lingganya merusak pemandangan xixixi. saya paling suka wisata sejarah dan baru tahu ada candi di akhir jaman majapahit
Endang-andang ke gubuk temen-temen
Ternyata aq semakin tenggelam
sepertinya sudah banyak yang rusak ya!
marai pngen ndang muleh we…,terus dolen dolen
tes keperawanan po ra neng kono????
Enaknya, napak tilas dan jalan-jalan ke candi-candi.
wow.. Patung Lingga-ne menantang,,,, Wkakakakak
Saya juga pernah kesana, pas di gambarmu itu ada arca kura-kura besar khan ? aku dipoto lagi naik dia hehe, wah kamu lagi membandingkan dirimu dengan patung Lingga yah ? :lol:
wah asik ulasane…mantafff dan nambahi wawasan. Tour kemana lagi ntar kang… di tunggu ulasan berikutnya
ulasannya sangat cocok buat referensi tinggal kapan kesananya
Hehehe, Candi Sukuh terkenal sebagai Candi Mesum.
Tapi suasana sekitarnya sangat enak dan segar.
Jadi pengen main ke sana (lagi).
Berarti termasuk saru yang dilestarikan ya..?? hihihi….
candi di indonesia sebenarnya banyak yang ga cocok untuk anak di bawah umur he he
*tahu dong maksud saya (relief begituan itu lho) *wink
gokil nich candinya,
itu kira – kira fungsi candinya apa mirip seperti di film kamasutra gitu ya ?
admin Reply:
August 13th, 2010 at 8:17 pm
mungkin