Candi Sari

Masih di tepi Jalan Solo yang melewati kecamatan Kalasan, ternyata terdapat situs candi lagi selain candi Kalasan. Situs candi yang bernama Candi Sari ini berlokasi hanya beberapa puluh meter dari tepi jalan raya penghubung kota Jogja dengan Solo. Walaupun ukuran candi ini hampir sama besar dengan candi Kalasan, nama candi Sari ini kalah tenar.

Candi Sari terletak di Dusun Bendan, Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman. Candi Sari juga dikenal dengan nama Candi Bendan karena ditemukan di Dusun Bendan.

Perjalanan menuju ke Candi Sari cukup mudah dan tidak menemukan kendala yang berarti. Namun karena tidak terdapat papan petunjuk arah candi di tepi jalan Solo kadang menyebabkan jalan kecil menuju ke arah candi terlewatkan dan harus kembali memutar dengan jarak yang lumayan jauh. Kawasan Candi sari terlihat sepi karena merupakan kawasan cagar budaya dan bukan merupakan obyek wisata.

Kami memarkir kendaraan dan menuju ke pos jaga untuk melaporkan kedatangan kami dan membayar retribusi yang ada. Setelah bercakap-cakap sebentar, kami langsung berjalan menuju ke bangunan Candi Sari. Bangunan Candi Sari terlihat cukup tinggi dan bertingkat dari luar. Sepertinya Candi Sari memiliki kemiripan dengan ukuran bangunan candi induk Plaosan. Karena penasaran kami langsung masuk menuju ke area dalam untuk melihat ruangan yang ada di dalam. Diatas pintu masuk terhadap hiasan Kalamakara yang sangat sederhana. Diketahui Candi Sari terdapat tiga ruangan yang disetiap ruangan terdapat relung-relung untuk menaruh sesuatu seperti persembahan dan arca.

Candi Sari diperkirakan merupakan candi Buddha karena tidak ditemukan candi perwara dan terdapat stupa di puncak bangunannya. Diperkirakan memiliki kaitan dengan Candi Plaosan dan memiliki fungsi sebagai asrama pendeta pada zaman dahulu.


Dibagian sudut ruangan terdapat terdapat bekas kuncian untuk menaruh tangga menuju ke ruangan sebelah atas atau lantai dua. Diperkirakan sebagian ruangan dalam candi tersusun dari kayu. Di tepi tembok sisi sebelah atas terlihat bekas-bekas tonjolan batu yang digunakan untuk menaruh kayu untuk landasan lantai dua. Menurut informasi ruangan bagian dalam candi belum berhasil sepenuhnya di rekonstruksi karena kayu-kayu yang pernah ditemukan sudah mengalami kerusakan sehingga belum diketahui dengan benar sistem ruangan dalam candi.

Beberapa lubang batu berfungsi sebagai jendela untuk ventilasi dan pertukaran udara. Lapisan tembok terlihat seperti mengelupas merupakan lapisan vajralepa (brajalepa), lapisan pelindung yang berfungsi memberikan warna cerah dan mengawetkan batu yang juga ditemui pada dinding-dinding Candi Kalasan. Ketika keluar dari bangunan candi, kami merasa menemukan kejanggalan pada formasi tangga utama untuk memasuki ruangan dalam Candi Sari. Diperkirakan memiliki bentuk tangga memanjang beberapa meter kedepan namun saat ini kondisinya sudah hilang dan belum dapat direkontruksi.

Kami mencoba mengelilingi bangunan Candi Sari dan mendapati di dinding-dinding terdapat beberapa relief candi yang cukup menarik. Diperkirakan relief yang mengambarkan fungsi dan keadaan lingkungan sekitar saat candi Sari masih aktif digunakan. Pada beberapa bagian dinding luar candi terdapat relung candi yang dulu digunakan unuk meletakkan arca/patung. Namun saat ini kondisi relung sudah kosong. Yang unik dari Candi Sari ini adalah relief kinarra-kinarri yang digambarkan seperti malaikat bersayap pada agama Katolik. Entah apa ini suatu kebetulan atau memang memiliki kaitan karena beberapa relief candi-candi yang tersebar di Indonesia masih banyak menyimpan misteri.

Di sudut halaman area Candi Sari terdapat beberapa tumpukan batuan candi yang tidak dapat disusun lagi saat rekontruksi dan renovasi candi karena sudah mengalami kerusakan dan beberapa sambungan telah hilang saat ditemukan. Diperkirakan Candi Sari dikelilingi oleh tembok bau namun saat ini sudah tidak ditemukan lagi jejaknya. Sepertinya rekonstruksi Candi Sari belum berjalan dengan sempurna dan banyak terjadi kesalahan dalam rekonstruksi yang menyebabkan bentuknya belum sesuai dengan aslinya. Semoga kedepannya ditemukan titik terang untuk menyempurnakan dan mengembalikan ke bentuk asli Candi Sari agar sesuai dengan fungsi asli bangunan candi itu sendiri. (text/foto: annosmile)

Bookmark and Share

Ada 1 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. Candi Kalasan, Salah Satu Candi Di Tepi Jalan Raya Jogja-Solo | TeamTouring:

    […] jauh dari Candi Kalasan terdapat sebuah candi yang bernama Candi Sari. Kedua candi tersebut memiliki kemiripan dalam keindahan bangunan serta kehalusan pahatannya. Ciri […]

Kirim pendapat