Cagar Alam Gunung Gamping

This item was filled under [ Alam ]

Setelah mengikuti prosesi upacara tradisi adat Saparan Bekakak, saya masih penasaran dengan keberadaan Gunung Gamping yang digunakan sebagai tempat penyembelihan boneka sepasang pengantin. Selain merupakan kawasan yang dianggap sakral dan mistis, ternyata gunung gamping merupakan batuan purba jutaan tahun yang lalu.

Cagar Alam Gunung Gamping terletak di desa Ambarketawang Kecamatan Gamping Kabupaten Sleman, dengan luas total 1,084 ha. Kawasan Wisata Alam ini dilindungi oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam Yogyakarta bekerjasama dengan Dinas Pariwisata DIY.

Memasuki kawasan ini tidak ada yang menonjol selain bongkahan batu raksasa yang disebut Gunung Gamping dan disampingnya terdapat altar yang digunakan untuk ritual penyembelihan boneka sepasang pengantin ketika Upacara Adat Saparan Bekakak. Area ini dikelilingi oleh pagar kawat yang cukup tinggi dan taman yang terdapat di dekatnya.

Cagar Alam Gunung Gamping memiliki ciri khas sebagai sisa peninggalan batu gamping periode tersier era cenozoic 50 juta tahun yang lalu dan berupa terumbu karang, mengandung kapur (CaCO3) yang berkadar tinggi. Pada batu gamping ini banyak pula dijumpai fosil-fosil binatang laut yang sebagian berupa fragmen. Fosilnya terdiri dari jenis Moluska, Koral, Bryozoa dan Foraminifora. Jenis batuan seperti ini hanya dapat dijumpai di empat lokasi, yaitu di Ciletuh (Jabar), Karangsembung, Jiwo, dan Gamping (D.I. Yogyakarta).

Kawasan ini memang bukan menjadi daerah tujuan wisata, selalu sepi setiap harinya kecuali ketika ada perayaan tradisi adat Saparan Bekakak tempat ini ramai dikunjungi para wisatawan. Di waktu sore, taman di dekat Gunung Gamping sering digunakan anak muda penduduk sekitar untuk bermain bola dan sebagainya. Menurut orang yang kami temui di tempat ini, kadang tempat ini menjadi kunjungan bagi mahasiswa jurusan geologi atau yang ingin meneliti tentang batuan purba.

Foto: M. Windu Karsa


Incoming search terms for the article:

Bookmark and Share
Popularity: 1,051 views

Artikel yang Berkaitan

  • Melihat Upacara Adat Saparan Bekakak (7)
    Nama upacara adat Saparan Bekakak memang sudah cukup terkenal di Yogyakarta. Upacara yang digelar setiap akhir bulan Sapar dalam penanggalan Jawa ini memang menarik minat...
  • Berburu Foto Burung Kuntul Putih di Desa Wisata Ketingan (3)
    Melihat kawanan burung yang melakukan aktifitas pagi hari di tempat tinggalnya sepertinya cukup menarik. Di dekat kota Yogyakarta terdapat sebuah kawasan yang dihuni oleh...
  • Kraton Ratu Boko (2)
    Situs Kraton Ratu Boko yang lokasinya berada disebelah tenggara dari Taman Wisata Candi prambanan menjadi wisata favorit setelah Candi Borobudur dan Candi Prambanan. Kelo...
  • Kelap-Kelip Taman Pelangi Monjali (1)
    Akhirnya tahun 2011 lalu, kami mendengar kabar bahwa ada sebuah kawasan wisata baru yang baru saja diresmikan di pinggiran kota Yogyakarta. Kawasan wisata baru yang menge...
  • Curug Gedhe Lemah Abang (2)
    Berkunjung ke kawasan air terjun Lemah Abang yang terdapat beberapa bagian air terjun yang memiliki nama sendiri-sendiri, sebaiknya tidak melupakan sebuah air terjun yang...
  • Asal-Usul Upacara Bekakak (4)
    Dikisahkan 250 tahun yang lalu ada sepasang suami-istri yang merupakan abdi dhalem setia Kraton pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono I (Pangeran Mangkubumi) bernama Kyai ...
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

11 Comments on “Cagar Alam Gunung Gamping”

  • Fajar
    18 January, 2012, 8:05

    wah.. rame pastinya om acara saparan.. saya kemarin selasa sore..rencana mau nonton rebo pungkasan di wonokromo..cuman karen hujan deres.. tidak jadi berangkat…. ty telah berkenan berkunjung ke gubug saya om..

  • suryaden
    18 January, 2012, 10:24

    kemarin mau liat tapi, batal, gara-gara ada tamu.. gombal… tenan.. mukiyo

  • jarwadi
    18 January, 2012, 17:13

    waaaaah, wedi ndak dipangan bekakak :((

  • Nahdhi
    18 January, 2012, 17:21

    Namanya itu foraminifera mas, bukan feraminifora. Kemudian Eocen (38MYA – 54MYA) itu merupakan Epoch, bukan jaman. Masuk dalam periode tersier era cenozoic.

    admin Reply:

    thx atas koreksinya
    aku cuma menulis ulang dari brosurnya..hehe :-)

  • ndop
    19 January, 2012, 0:04

    blog berkualitas..

    lirik kanan lihat trafiknya..

    wow..!!!

  • zulhaq
    19 January, 2012, 18:39

    sekilas bebatuannya kek pohon raksasa gitu

  • Hanif Mahaldi
    21 January, 2012, 8:33

    sleman tepatnya mana ya? ada alamat jelasnya? pengen kesana.

  • Rojak is Reza
    25 January, 2012, 10:46

    penyembelihan boneka itu dalam rangka apa mas?

  • manusiahero
    26 January, 2012, 1:04

    Jalan2 terus mas

  • m-amin
    26 January, 2012, 15:34

    Selama aku di Jogja belum pernah liat cagar alam seperti itu, kalau areanya luas mungkin cocok juga sebagai tempat wisata ya.

Leave a Comment