Bunker Tunggul Arum
Ketika sedang berkeliling kawasan pedesaan di kecamatan Turi, secara tidak sengaja saya menemukan sebuah bunker yang dibangun diantara pemukiman penduduk. Dari bagian luar tertulis nama bunker yaitu “Ruang Lindung Darurat Tunggul Arum”. Karena penasaran, akhirnya saya berhenti sejenak di tempat ini dan berkeliling untuk mengetahui isi di dalamnya.
Bunker atau Ruang Lindung Darurat untuk bahaya bencana erupsi Gunung Merapi dibangun di dusun Tunggul Arum, desa Wonokerto, kecamatan Turi, kabupaten Sleman.
Bunker Tunggul Arum merupakan salah satu dari sekian banyak bunker yang dibangun di lereng Gunung Merapi untuk tempat perlindungan darurat saat tidak sempat berlindung dari kemunculan awan panas (wedhus gembel) Gunung Merapi. Dilihat dari luar kondisinya tampak terawat dan sepertinya belum lama mengalami renovasi. Pintu masuknya menghadap ke timur mengarah ke gardu pandang yang dibagian tengah dilintasi jalan utama ke dusun yang ada di sebelah atasnya.
Saat ini bunker-bunker yang dibangun di lereng Gunung Merapi nyaris kehilangan fungsinya. Sejak kejadian erupsi tahun 2006 yang mehancurkan kawasan Kaliadem. Relawan yang tidak sempat menyelamatkan diri dan berlindung di dalam bunker tidak terselamatkan karena bunker hampir hancur terkena gempuran awan panas dan runtuhan batuan panas. Sehingga disimpulkan bunker bekas pninggalan Belanda tersebut tidak aman sebagai tempat berlindung.
Meskipun kehilangan fungsinya, bunker-bunker tersebut tetap terawat dan saat digunakan sebagai tempat wisata, tidak terkecuali Bunker Tunggul Arum yang menjadi salah satu daya tarik Desa Wisata Tunggul Arum. Bunker perlindungan ini memiliki rentetan sejarah yang panjang dan cocok menjadi tempat edukasi mengenai fungsinya sebagai tempat perlindungan serta konstruksi bangunan tahan terhadap bencana.
Bangunan Bunker Tunggul Arum terlihat kokoh karena tersusun atap beton berlapis baja, tangga beton, pintu baja yang berlapis, dinding beton berlapis baja, dan atap dalam yang juga dilapisi baja. Ukuran ruangan dalam sekitar 10 x 8 meter persegi dengan ketinggian 4 meter mampu menampung puluhan orang.
Dari mulut luar bunker, saya berjalan menuruni tangga untuk menuju ke pintu masuk bunker. Penerangan di bunker ini cukup bagus karena telah diperbaiki dan berfungsi dengan baik. Di dekat pintu masuk yang terbuat dari baja terdapat prasasti bertuliskan tahun renovasi dan nama bangunan. Bunker ini telah megalami beberapa kali renovasi dan baru dua tahun terakhir mengalami renovasi.
Suasana nampak sepi dan pengap begitu memasuki ruangan utama Bunker Tunggul Arum, meskipun lampu-lampu sudah dihidupkan untuk menerangi ruangan ini. Namun rasa penasaran akhirnya menghilang begitu memasuki ruangan bagian dalam dan mengetahui seluruh isi bunker. Ruangan utama bunker ternyata memiliki beberapa fasilitas antara lain kamar mandi darurat dan beberapa tabung oksigen yang ditaruh di sudut ruangan. Beberapa lemari yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan makanan dan obat-obatan. (text/foto: annosmile)
Incoming search terms for the article:
- bunker bandung isi bunker potensi desa wisata tunggularum kunjungan wisata desa wisata tunggul arum gunung tunggul arum desa wisata tunggul arum bunker tunggul arum bunker pacitan bunker kaliadem situs teamtouring





One Comment on “Bunker Tunggul Arum”
Saya baru tahu wujudnya dari blog ini. Suwun nggih :)